Kisah Pohon Yang Sombong

0
3
mengajarsekolahminggu.com

Pada suatu hari di sebuah hutan, ada sebatang pohon yang sangat besar yang tumbuh tepat sekali di pinggir hutan. Pohon itu pun mempunyai daun yang sangat lebat dan sangat kokoh. Ia merupakan pohon satu-satunya yang masih tersisa selama bertahun-tahun. Sementara pohon-pohon yang lainnya sudah tidak ada lagi karena kehujanan dan kepanasan. Karena hal tersebut membuat pohon tadi menjadi sombong. Pada saat penduduk hutan meminta bantuan kepadanya, ia selalu menolaknya.

Lalu ada burung kenari yang datang dan meminta tolong pada pohon besar itu untuk berteduh sebentar karena kelelahan dan kepanasan. Akan tetapi pohon yang besar dan lebat itu hanya tertwa saat diajak berbicara dengan congkaknya. Dan pohon lebat itu tidak mengijinkannya karena jika ia mengijinkannya maka kenari akan meninggalkan kotorannya. Dan pohon besar merasa hal itu merupakan hal yang membuat dirinya terlihat kumal dan bau. Akhir pohon besar itu mengusir burung kenari tadi.

Tidak lama berselang datanglah seekor kancil yang mendengar percakapan pohon besar itu dengan burung kenari. Kancil pun mendatangi pohon besar itu karena rasa penasarannya terhadap pohon yang lebat dan sombong itu. Kancil pun menanyakan pada pohon besar itu bagaimana jika pohon besar itu berada dalam cuaca panas seperti ini. Pohon yang lebat itu pun menjawab sudah pasti lah rasa nya sangat sejuk kancil. Pohon lebat pun mengatakan dirinya tidak bisa merasakan panas matahari yang menyengat. Bahkan menurut pohon besar itu, dirinya mempunyai akar yang dapat menjangkau sungai sehingga dirinya tidak kehausan saat panas terik. Seketika si kancil pergi dan sang pohon lebat memanggilnya hei kancil mau kemana kau? kancil pun berkata bahwa dirinya akan pergi ke seberang hutan akan tetapi kakinya terkilir dan akhirnya si kancil berpura-pura sakit.

Akan tetapi pohon besar itu sama sekali tidak mempedulikan si kancil yang sedang terkilir. Kancil pun mengetes pohon besar dengan mengatakan apakah dirinya boleh berlindung di tempatnya sebentar saja? Namun pohon besar itu menjawab dengan tegas tidak bisa dan tidak boleh. Sang kancil mendengar hal itu membuatnya menjadi sangat kesal sekali. Akhirnya karena perlakuan sombong si pohon besar, maka sang kancil pun langsung pergi menuju hutan untuk menemui ulat. Sang kancil meminta tolong pada ulat-ulat itu agar mereka memberikan pelajaran untuk phon besar yang sombong dan congkak itu. Mendengar cerita sang kancil tentang perlakuan pohon besar itu akhirnya ulat-ulat menyetujui ide sang kancil. Akhirnya ulat-ulat itu memanggil semua teman-temannya dan dengan segera mereka datang berbondong-bondong ke tempat pohon besar itu berdiri.

Setelah mereka samapi di tempat pohon itu dengan segera ulat-ulat itu memakan semua dedaunan di pohon besar itu. Sementara pohon besar itu berteriak-teriak agar semua ulat-ulat yang ada di tubuhnya pergi. Dengan suara kencang pohon lebat itu berkata agar semua ulat-ulat pergi darinya, selain itu pohon lebat pun memaki-maki pohon itu, hei beraninya kalian memakan daunku. Seketika ulat pun menjawab tenanglah pohon besar, daunmu sangatlah enak sekali dan kami semua akan menghabiskannya sang ulat pun berkata.

Setelah kejadian itu sang pohon besar itu sudah tidak mampu lagi untuk sombong. Sang kancil pun tertawa dengan puasnya. Dan seketika itu juga sang pohon besar merasa sangat malu atas segala perbuatannya. Dan pohon lebat itu pun tidak mampu berbuat apa-apa ketika ulat-ulat itu memakan daun-daunnya. Pohon pun menyesali perbuatannya dan meminta maaf pada si kancil. Pohon besar pun berubah sikap menjadi lebih baik lagi. Sejak saat itu pohon besar itu berubah menjadi pohon yang ramah tamah dan baik. Bahkan karena sikap nya yang sudah berubah menjadi lebih baik, membuat sang pohon di sukai banyak binatang di hutan itu.

Dan pohon pun mulai menumbuhkan daun nya sedikit demi sedikit agar binatang-binatang yang ada di hutan tidak merasa kepanasan. Waktu berjalan binatang-binatang di hutan membantu pohon itu agar daunnya cepat tumbuh. mereka pun berbagi tugas agar semakin cepatlah daun-daunnya tumbuh dengan lebat. Sang kancil pun member ide agar sang pohon besar punya daun yang lebat. Sang kancil mencoba membuat pupuk yang bisa di menjadikan tanah pohon itu gembur.

Pohon besar itu pun berharap daun-daunya bisa kembali seperti dulu lagi, maka dengan cepat dia minta pertolongan kancil. Pohon besar tahu bahwa kancil adalah binatang yang cerdik dan baik hati. Tidak lama kemudian, esok harinya daun-daun yang ada di pohon besar itu pun tumbuh dengan lebat. Pohon besar itu pun gembira dan merasa berterima kasih atas semua kebaikan teman-teman binatang dan si kancil. Dan mulai saat itu lah ia di kenal sebagai pohon yang menyenangkan dan juga baik hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here