Kisah Pilu Dibalik Bekas Luka Pada Wajah Frank Ribery

0
95

Selalu ada perjuangan dibalik kisah sukses setiap orang. Tak terkecuali untuk pemain sepakbola berusia 35 tahun yang bernama Frank Ribery. Dia adalah salah satu pemain terbaik dunia abad ini. Pria bertinggi 170cm ini memiliki kecepatan, kekuatan, dan tendangan yang akurat. Tak heran bila ia berhasil bersejajar dengan Messi dan Ronaldo pada perebutan Ballon D’or tahun 2014.

Prestasi yang ia raih selama ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Dalam tim yang ia bela sekarang Die Roten ia dikenal sebagai pemain yang ceria. Ia selalu mempunyai cara untuk membuat teman-temannya tertawa. Pada tahun 2006, Franck Henry Pierre Ribery memeluk agama Islam dan sejak saat itu ia dikenal dengan Bilal Yusuf Mohammed sebagai nama Muslim nya.

Kisah perjalanan hidupnya dimulai sejak ia masih berusia 2 tahun. Dia mengalami kecelakaan hebat dengan keluarganya. Mobil yang ia tumpangi bertabrakan dengan sebuah truk. Nahas, Ribery yang saat itu tidak mengenakan sabuk pengaman terlempar kedepan dan wajahnya mengenai kaca mobil. Meski nyawa nya selamat, ia harus mendapat seratus jahitan pada wajahnya. Luka yang tak hilang hingga saat ini menandai awal kisah kelamnya.

Diceritakan bahwa Ribery kerap dibully oleh teman-teman sekelasnya. Mereka mengatakan “Lihat apa yang ada pada wajahnya!” “Lihat kepalanya!” “Apa bekas itu? Dia jelek sekali!”. Ribery mengatakan bahwa kemanapun ia pergi, orang-orang selalu melihat kearahnya. Bukan karena ia orang yang baik, bukan juga karena ia seorang pemain sepakbola. Tapi karena ada bekas luka pada wajahnya.

Dia merasa seperti binatang sirkus yang sedang dipertontonkan, dan itu sangat menyakitinya. “Terkadang aku mencoba tegar, namun tak jarang juga aku menangis”

Kisah kelamnya tak berakhir begitu saja, saat remaja ia dikeluarkan dari akademi latihannya karena berkelahi dengan seorang teman yang mengejek bekas luka pada wajahnya. Kebiasaan itu terbawa sampai saat ia sedang berlaga di lapangan hijau, ia tak jarang mendapat kartu merah atas perbuatan tak terpuji yang ia lakukan.

Bahkan, di luar lapangan Ribery juga pernah terlibat kontroversi. Pada tahun 2010, ia harus berurusan dengan hukum lantaran dituduh berhubungan dengan pekerja seks komersial di bawah umur. Ribery memang mengakui bahwa pernah ada hubungan dengan wanita terkait, tapi ia sama sekali tak tahu jika wanita tersebut masih dibawah umur. Tahun setelahnya, jaksa pengadilan tidak melanjutkan kasus tersebut karna Ribery dianggap tidak mengetahui perkara wanita tersebut masih dibawah umur.

Semua ‘luka’ yang ia terima perlahan membangkitkan dirinya dan bahkan membuat dirinya lebih kuat. Dia terbentuk menjadi seorang winger kelas dunia. Berbagai piala bergengsi berhasil ia raih bersama The Bavarian. Kisah kelam yang tak akan pernah dilupakannya itu justru memberinya energi untuk terus maju.

Kisah Ribery mengingatkan kita untuk terus melangkah kedepan. Terkadang kita harus melihat kebelakang, tetapi hidup adalah tentang masa depan. Teruslah bergerak dan kalahkan semua perasaan negatif yang menghantuimu.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here