Kisah Petani Dan Seekor Angsa

0
17

Pada jaman dahulu kala, ada seorang petani yang hidupnya kurang mampu. Petani tersebut mempunyai satu ekor angsa yang sangat cantik dan indah. Petani itu merawatnya dengan sangat baik. Hingga suatu hari pada saat petani tersebut mendatangi kandang angsa, sang petani kaget karena melihat sang Angsa telah menelurkan sebuah telur emas yang bercahaya.

“Wah, Teluurrr emass..” Kata si petani kaget.

Kemudian tak lama setelah angsa tadi menghasilkan telur emas. Si Petani tersebut mengambil telur emas tersebut lalu membawanya ke pasar dan menjualnya.

Sesampainya di pasar, si petani menawarkan telur emas tersebut kepada salah satu pembeli.

“Bang, saya punya telur emas ini” kata petani.

“Harganya berapa pak”. jawab si pembeli tersebut.

“Harga telur emas ini Rp. 100 Juta Rupiah”. kata si petani.

“Mahal banget pak, gak bisa kurang ?.” kata si pembeli.

“Namanya juga telur emas bang, ini barang yang sangat langka”. kata petani lagi.

Akhirnya setelah melakukan transaksi terjadilah kesepakatan antara si petani dengan si pembeli tersebut. Sehingga dalam waktu yang singkat si petani tersebut menjadi kaya.

Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak sabaran petani itu terhadap sang Angsa muncul karena sang Angsa hanya mampu menelurkan satu telur setiap hari. Sang Petani merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya kalau sang angsa hanya memberikan satu buah telur tiap harinya.

“Aduh kalau begini caranya saya tidak bisa mendapatkan uang banyak”.

Dan pada suatu hari, ada ide buruk yang muncul di pikiran si petani. Ia ingin mendapatkan semua telur emas sang angsa dengan cara memotong sang angsa kesayangannya untuk di ambil telur emas yang ada dalam tubuh si angsa tersebut. ini dilakukan karena si petani ingin mendapatkan telur emas dengan jumlah yang banyak.

“Daripada nih angsa tidak berguna, mending aku potong saja lah. siapa tau di dalamnya banyak telur emas yang bisa membuatku kaya raya”. kata si petani dengan rasa optimis.

Namun, si petani tidak berhasil mendapatkan yang di inginkannya, justru sang angsa satu-satunya yang di milikinya telah mati terpotong oleh ulahnya sendiri dan tidak ada telur emas di dalamnya. si petani pun kecewa dan menyesal.

“Ya ampuunn,,, apa yang kulakukan, saya menyesal telah memotong angsa kesayanganku, bodohnya aku”. kata petani dengan nada kesal.

Akhirnya, atas perbuatannya tersebut si petani mendapat balasan dari tuhan, ia kehilangan rumah satu-satunya akibat kebakaran dan kemudian ia pun tak memiliki tempat tinggal dan hidup di jalanan.

Jadi hikmah yang dapat kita teladani dari kisah ini adalah Barang siapa yang telah memiliki sesuatu yang lebih, tetapi serakah dan menginginkan yang lebih lagi,maka akan kehilangan semua yang dimilikinya. karena Allah SWT tidak menyukai hambanya yang berlebihan dalam segala sesuatu. Maka hendaknya kita bersyukur dengan segala sesuatu yang kita miliki sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here