Kisah Perjalanan Hidup Mesut Ozil

0
179
sumber: lifebogger.com

Mesut Ozil merupakan pesepakbola professional yang saat ini bermain untuk tim London Arsenal. Ozil dikenal sebagai salah satu pemain yang memiliki skill passing bola terbaik. Umpan-umpan yang ia kirimkan tak jarang sukses dimanfaatkan rekan setimnya untuk menjadi gol. Namun, bagaimana kisah kehidupan Mesut Ozil sesungguhnya? Apakah sebaik saat ia sedang berlaga di lapangan hijau?

Kali ini kami akan membahas tentang perjalanan hidup Mesut Ozil yang mungkin tidak pernah kalian ketahui sebelumnya.

Pemain yang lahir pada 15 Oktober 1988 ini lahir dari pasangan Musatafa Ozil dan Gulizar Ozil. Mesut Ozil berasal dari keluarga Muslim keturunan Turki. Namun, ia memiliki kebangsaan Jerman. Pada masa kecilnya, keluarga Ozil merupakan kalangan keluarga yang tak mampu. Untuk itu kedua orang tuanya memutuskan untuk migrasi ke Negri Jerman. Namun nasibnya di Jerman juga tak jauh beda dengan saat mereka masih tinggal di Turki. Orang tua Ozil bekerja sebagai karyawan industri yang pendapatannya hanya cukup untuk makan saja.

Parahnya lagi, Jerman juga memberikan batas antara penduduk asli dan kaum imigran. Terjadi pemisahan yang cukup besar kala itu. Pemukiman imigran ditandai dengan berbagai blok yang mengindikasikan kemiskinan. Melihat hal itu, Ozil tak tinggal diam. Ia ingin mengangkat derajat keluarganya. Dan melalui sepakbola lah, Ozil ingin meraih kesuksesan.

Ia mengembangkan ketrampilan sepakbolanya bersama teman-teman di sekolah. Klub sepakbola mereka bernama Soccer Monkey Cage. Dinamakan Soccer Monkey Cage karena lapangan ia bermain dikelilingi oleh pagar yang merupakan batas antara penduduk asli dan kaum imigran.

Meski dimulai dari pengalaman bersama teman-teman sekolah. Kemampuan Ozil semakin meningkat. Dirinya bermain bola setiap saat, bahkan ketika hujan dan turun salju pun ia tetap semangat untuk mengasah kemampuannya. Kebiasaan itu terus ia lakukan hingga beranjak dewasa.

Sampai suatu hari ketika ia memasuki masa remaja, Kepala Sekolah Ozil menyebut bahwa ia sangat menggilai sepakbola seperti seorang autis, ke tempat tidurpun Ozil selalu ditemani oleh bola kesayangannya. Dibalik semua itu, banyak orang yang menyukai kemampuannya dalam bermain sepakbola. Saat sedang berada dikelas Ozil juga sering mengintip Stadion Schalke dari dalam jendela, ia bermimpi untuk bisa bermain disitu.

Selain dikenal sebagai remaja yang gemar bermain bola disekolahnya dulu, Ozil juga memiliki bakat dalam bermain catur. Ia bahkan masuk dalam tim catur sekolah. Kemampuan otaknya dalam bermain catur ia terapkan saat sedang bermain di lapangan hijau. Oleh sebab itu, Ozil kerap dijuluki sebagai pemain sepakbola yang cerdas. Umpan matang dan akurasi yang tepat menjadi skill andalan Ozil untuk mengolah si klit bundar.

Penampilan mengesankan nya membuat Ozil dilirik oleh banyak pihak. Tepat pada tahun 2005, dirinya bergabung dengan tim impian masa kecil nya yaitu Schalke. Ozil bermain selama semusim untuk Schalke sebelum akhirnya dipromosikan ke tim senior pada tahun 2006.

Kecerdasan nya dalam mengolah si kulit bundar membuat Raksasa Spanyol Real Madrid kepincut, pada tahun 2010 ia resmi bergabung dengan Los BlancosĀ hingga akhirnya menjadi salah satu pemain terbaik dunia.

Karir cemerlang Ozil di lapangan hijau berbanding terbalik dengan perjalanan cintanya. Ia berkali-kali berganti pasangan. Sempat menjalin hubungan dengan seorang wanita namun putus ditengah jalan karna wanita itu tak mau diajak Ozil untuk masuk Islam. Model Jerman hingga Miss Venezuela pernah menjadi bagian kisah perjalanan cinta Ozil sebelum akhirnya ia menemukan seorang wanita bernama Mandy Capristo. Meski sempat putus, keduanya memutuskan untuk menyambung kembali tali cintanya dulu. Ozil dan Mandy sadar bahwa keduanya saling membutuhkan.

Namun cerita cinta nya bersama Mandy Capristo juga tak berjalan mulus. Kekasih Mesut Ozil itu diduga menjadi pemicu pemecatan sang ayah sebagai agen nya. Hingga akhirnya Ozil menunjuk sang kakak untuk menjadi agen nya. Kabarnya sang ayah masih tidak terima dengan pemecatan itu. Akibatnya kedua orang tua Ozil memutuskan untuk berpisah.

Meski sekarang hidup tanpa bimbingan sang ayah, Ozil tetap menjadi seorang Muslim yang baik. Ia kerab kali membaca Al Qur’an sebelum pertandingan dimulai,

“Saya selalu membaca Al-Qur’an sebelum memasuki lapangan. Hal itu membantu saya untuk tetap fokus. Saya selalu berdoa, dan teman-teman saya juga memahami bahwa mereka tidak bisa menggangu saat saya masih membaca Al-Qur’an.”

Kepribadiannya sebagai seorang Muslim sejati juga ia tunjukkan kala berada diluar lapangan. Ozil sering melakukan kegiatan amal. Pada tahun 2016, Dirinya mengunjungi kamp pengungsian di Yordania. Dia merawat anak-anak yang mengungsi akibat perang Suriah yang sedang terjadi. Selain uang, Ozil juga membagikan kaos bola kepada anak-anak yang sedang berada dalam musibah.

Kepribadian, kemampuan, serta ketaatan yang baik membuat Ozil sukses dalam menjalani karir sepakbola nya. Sepanjang karir nya, Gelandang The Gunners ini sudah meraih berbagai gelar bergengsi seperti Piala Dunia bersama Jerman, Trofi La Liga bersama Real Madrid, FA Cup bersama Arsenal, serta masih banyak trofi berkelas lainnya yang menandai kesuksesan Ozil sebagai pemain sepakbola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here