Kisah Kupu-Kupu Yang Baik Hati

0
269

Pada suatu pagi yang cerah, ada seekor semut sedang berjalan mencari makan di sebuah taman yang sangat indah. Ia sangat bahagia karena dapat jalan-jalan ke sebuah taman. Ia begitu menikmati keindahan bunga-bunga yang ada di taman tersebut. Tak lupa ia juga melihat beberapa binatang yang ada di taman itu. Sang semut menyapa semua binatang di taman itu.

Ketika sedang berdiri di bawah pohon ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Semut itu mengejek dan berkata kurang sopan terhadap kepompong yang ia anggap sebagai binatang yang jelek dan terkurung tidak bisa kemana-mana.

“Hei, kepompong jelek, sedang apa kamu diatas.? alangkah buruk nasibmu, Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu. Ayo turun jalan-jalan, lihat lah dunia yang luas ini. Seperti aku ini yang bisa jalan-jalan kesana kemari, hahhaha”. Ujar si semut dengan membanggakan diri.

“Aku emang tidak bisa kemana-mana, karena aku masih kecil, suatu saat pasti aku akan bisa terbang melihat dunia ini”. ujar sang kepompong.

Mendengar ucapan sang kepompong, sang semut kemudian berkata “Mana bisa kamu terbang, sedangkan tubuhnya saja terkurung diatas seperti itu, hahhaha”. kemudian sang semut pergi meninggalkan kepompong tersebut.

Sang semut selalu mem­bang­gakan dirinya yang bisa pergi kemana saja yang ia suka. Bahkan, ia mampu mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa dirinya binatang paling kuat dan hebat. Ia sangat sombong bukan hanya kepada kepompong saja namun pada semua binatang.

Pada suatu sore sang semut kembali berjalan-jalan di taman yang indah itu. Karena hujan, tempat tersebut banyak genangan air berlumpur dimana-mana. Lumpur itu membuat semut tergelincir dan terjatuh ke dalam genangan air berlumpur tersebut. Sang semut hampir mati tenggelam dalam genangan tersebut, ia berusaha berteriak meminta tolong.

“Tolong, Tolong bantu aku! Aku hampir tenggelam, tolong… tolong…tolong.!”

Beruntung bagi si semut, karena ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. kemudian ia menolong semut tersebut dengan menjulurkan sebatang ranting. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu,”. Sang semut langsung memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting dan menurunkannya di tempat aman.

Sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu yang baik hati karena telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan baik.

“Makasih kupu-kupu, tanpa kamu mungkin aku sudah mati, kamu memang binatang yang baik”. ucap sang semut. Mendengar pujian itu, kupu-kupu tiba-tiba berkata kepada semut, “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek beberapa waktu yang lalu” kata si kupu-kupu.

Akhirnya sang semut berjanji kepada si kupu-kupu dan dirinya sendiri bahwa ia tidak akan meremehkan dan mengejek semua binatang yang lain. Ia merasa malu dan kemudian pergi.

Hikmah dari cerita ini adalah janganlah kita sebagai manusia merasa paling hebat, merasa paling benar, merasa paling pintar. karena semua makhluk hidup dibekali oleh kelebihan dan kekurangan masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here