Kisah Kancil Yang Licik Dan Buaya Polos

0
11

Suatu hari, ada seekor kancil sedang duduk bersantai di bawah pohon yang terletak di pinggir sungai. Ia ingin menghabiskan waktu sorenya dengan mencari udara segar dan menikmati suasana hujan yang asri dan sejuk serta melihat pemandangan indah. Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba si kancil perutnya keroncongan. Ya, si hewan yang cerdik itu kelaparan.

“Aduh, aku lapar sekali, mau cari makanan dimana ya ?” gumam si kancil.

Tiba-tiba ia melihat banyak mentimun di perkebunan yang ada di seberang sungai sana.

“Wah banyak mentimun disana, aku harus segera kesana”. kata si kancil.

Tiba-tiba terdengar suara “pyuk,,,pyuk,,pyukk” dari sungai, dan ternyata itu adalah suara buaya yang sedang berenang di sungai.

Melihat ada buaya di sungai, si kancil kebingungan bagaimana caranya agar ia sampai di seberang sungai sana untuk memakan timun. ia berpikiran kalau ia menyeberang pasti ia akan di mangsa buaya itu.

ternyata si kancil tak kehabisan akal, ia berpikir cerdik.

Ia berjalan cepat ke arah sungai untuk menghampiri buaya. “selamat sore buaya, apakah kamu sudah makan?” Tanya si kancil berpura-pura. si buaya pun menjawab dengan tegas “saya belum makan, memangnya kenapa ?”.

“Kebetulan saya ada banyak makanan untuk kamu, aku punya banyak daging segar yang bisa kau santap. karena aku tidak suka dengan daging, jadi aku berikan saja daging ini kepada kamu dan teman-temanmu”. jawab si kancil yang cerdik itu.

“Apakah benar demikian ?,” aku dan teman-temanku memang belum makan”. kata si buaya. “kami tidak menemukan ikan-ikan pagi ini, jadi kami tak memiliki makanan” ujarnya lagi.

“Pas banget, kamu tak perlu khawatir jika kelaparan buaya, Selama kamu punya teman yang baik hati sepertiku. Benarkan? Hehehe”. ujar kancil sembari tertawa licik..

Si buaya merespon “terimaksih kancil, ternyata hatimu sangat mulia. Berbeda sekali dengan apa yang dikatakan oleh teman-teman di luar sana. Mereka bilang kalau kau licik dan suka menipu orang lain demi sebuah ambismu”. jawab buaya yang polos tanpa ragu-ragu.

Ketika mendengar itu, sebenarnya si kancil agak kesal. Namun, demi ambisinya untuk makan mentimun di seberang sungai sana, ia harus tetap terlihat baik. “aku tidak mungkin berbuat jahat kepada kamu, biarlah apa kata orang lain, mungkin mereka belum sepenuhnya mengenalku, padahal aku ini orang baik”. jawab si kancil dengan wajah yang licik

“Panggilah teman-temanmu sekarang juga”. ujar si kancil.

Buaya itu pun tersenyum lega, akhirnya ada jatah makan hari ini. “teman-teman, keluarlah. Kita punya jatah makan sore hari ini, ada daging segar yang sangat menggoda. Kalian sangat lapar bukan?” teriak buaya dengan suara keras agar teman-temannya pada keluar.

Tak lama kemudian, delapan ekor buaya lain keluar secara bersamaan. Si kancil pun menyuruh mereka berbaris,“ayo kalian semua berbaris yang rapi, aku ada makanan untuk kalian”.

Mendengar itu, sembilan ekor buaya itu pun berbaris rapi di sungai sesuai dengan perintah si kancil yang licik itu. “baiklah, aku akan menghitung jumlah kalian, agar daging yang aku bagikan bisa merata dan adil”. tipu si kancil.

Kancil pun melompat-lompat kegirangan melewati sembilan ekor buaya sembari berkata ‘satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tuju, delapan, dan sembilan” hingga akhirnya ia sampai di seberang sungai.

Sembilan buaya itu berkata “mana daging segar untuk makan sore kami?”. Kancil tertawa puas lalu berkata “betapa bodohnya kalian, bukankah aku tak membawa sepotong pun daging segar di tangan? Itu artinya aku tak punya daging segar untuk jatah makan kalian. Enak saja, mana bisa kalian makan tanpa ada usaha?”.

Sembilan ekor buaya itu pun merasa tertipu, salah satu diantara mereka berkata “kurang ajar kau kancil, dasar kancil licik. awas aja akan ku balas semua perbuatanmu itu”. Kancil pun pergi sembari berkata “terimakasih buaya bodoh, aku pergi dulu untuk mencari mentimun yang banyak dan memakannya. Aku lapar sekali”.

sekian….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here