Kisah Jenny dan Korek Api

0
31

Kisah Jenny dan Korek Api

Pada zaman dahulu, saat musim dingin, ada seorang gadis kecil bernama Jenny.

Jenny adalah gadis kecil yang pekerjaannya menjual korek api. Setiap hari ia membawa sekeranjang korek api untuk ia tawarkan pada orang-orang yang ia temui. Korek api yang ia bawa tidak selalu habis terjual.

Dan malang nasib Jenny, pada hari itu tak ada satu pun korek yang terjual. Dia merasa sedih dan sangat lelah. Dia sudah seharian berkeliling untuk menawarkan korek api, tapi tak ada satu pun yang membeli korek api. Lalu dia memutuskan untuk pulang.

Sesampainya ia di rumah ia langsung menuju meja makan. Di meja makan tak ada satu pun makanan untuk dimakan. Jenny benar-benar merasa kecewa. Ia sangat lapar.

Karena tidak ada makanan Jenny pergi ke ruangan neneknya.

Neneknya yang sedang sakit keras tergolek lemah.

“Nek, maafkan aku. Hari ini aku tak bisa menjual satu korek pun,” Jenny berkata muram.

Neneknya tersenyum lemah.

“Tak apa cucuku, kau sudah berusaha keras,” kata nenek.

Jenny pun bersemangat kembali.

Jenny sangat sayang pada neneknya. Neneknya adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki. Ayah ibunya meninggal ketika Jenny masih kecil.
Keesokan harinya.

Jenny sebenarnya enggan pergi berjualan. Di luar salju semakin tebal. Tapi karena di rumah benar-benar tak ada makanan, ditambah dengan kenyataan bahwa neneknya sedang sakit dan butuh makanan. Beliau juga tak mungkin berjalan jauh maka dengan berat hati dia pergi keluar dan mulai menjajakan korek api-korek api itu. Padahal perutnya sangat lapar dan dia merasa sudah tak memiliki tenaga.
“Jangan dipaksakan, Jenny,” kata nenek Jenny
“Tidak, Nek. Aku akan keluar dan kembali dengan membawa makanan,” kata Jenny tulus

Jenny pun berangkat menjajakan dagangannya.

Jenny mulai menawarkan korek apinya.

“Korek api! Korek api!” teriak Jenny.

Namun belum ada satu pun yang tertarik membeli korek apinya. Jenny sudah berjalan seharian. Tapi karena udara sangat dingin, sangat jarang menjumpai orang-orang di jalanan.

Maka Jenny pun mulai mengetuk-ngetuk setiap pintu rumah dan menawarkan korek apinya.

Tidak setiap pintu mau membuka pintu. Ada yang terang-terangan menolak dengan kasar. Tapi, tidak sedikit yang bersikap sopan.

Jenny benar-benar merasa putus asa, kelaparan dan kedinginan. Jenny memutuskan berhenti di sebuah sudut jalan dengan beberapa tumpukan kayu di sekitarnya.

Dia bersandar pada dinding sebuah rumah. Jenny menggigil kedinginan. Jenny kemudian berpikir ingin menggunakan korek apinya untuk sekadar menghangatkan diri.

“Tapi korek api ini untuk dijual,” kata Jenny

Tapi aku kedinginan, bisik Jenny dalam hati.

Setelah berpikir lama, Jenny sudah tidak tahan lagi. Dia membuka salah satu korek apinya dan mulai menyalakan api.

Sungguh ajaib! Setelah menyalakan korek apinya Jenny bisa melihat banyak hal dalam rumah yang ia jadikan tempat bersandar.

Dia dapat melihat banyak makanan dan perapian hangat.

Dan whuzzz, setelah api padam semua menghilang.

Jenny menyalakan lagi dan begitu seterusnya. Ia bisa melihat sebuah keluarga yang sedang bercengkrama. Dan melihat sepiring ayam panggang terbang ke arahnya! Jenny merasa senang, namun sayangnya setelah api padam semua yang ia lihat kembali menghilang.

Jenny sudah bosan menyalakan korek apinya. Merasa percuma karena yang ia lihat hanya ilusi.

Tak lama berselang Jenny melihat ada bintang jatuh. Dia pernah diberitahu ibunya bahwa bintang jatuh adalah pertanda orang yang kita sayang pergi jauh dan tidak pernah kembali. Sebersit pikiran muncul, neneknya sedang sakit keras dan tidak makan apa pun sejak kemarin. Jenny takut terjadi apa-apa pada neneknya lalu ia pun berdoa.

“Ya Tuhan, tolong jaga nenekku, jangan biarkan hal buruk terjadi padanya. Dia orang yang sangat menyayangiku, jangan ambil nenek ya Tuhan. Nenek adalah satu-satunya orang yang aku miliki ya Tuhan, jika Engkau ambil nenekku maka aku akan sendirian di dunia ini” doa Jenny

Lalu Jenny menyalakan korek apinya lagi. Dan seberkas cahaya muncul. Tampak neneknya yang tidak pucat dan bercahaya mengenakan pakaian yang sangat indah.

“nenek!” teriak Jenny

Takut neneknya akan menghilang setelah api padam, Jenny menyalakan banyak korek api. Dan cahaya yang menyelubungi neneknya berpendar-pendar.

“nek, jangan tinggalkan aku,” kata jenny pada neneknya

Neneknya tersenyum.
“Mari ikut nenek,” kata Nenek
“Kemana, Nek?”
“Ke tempat dimana kau tidak perlu merasa lapar dan kedinginan,” jawab neneknya
“Iya nek, jenny mau ikut.”

Maka, nenek Jenny pun memeluk Jenny dan mereka terbang ke angkasa menuju surga.

Keesokkan harinya saat matahari muncul, saat musim semi dimulai seorang gadis kecil bernama Jenny ditemukan tergeletak di sudut jalan dengan banyak tumpukan kayu di sekitarnya. Wajahnya tersenyum bahagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here