Kisah Ibu Yang Rela Kehilangan Mata Demi Anaknya

0
9
iphincow.com

Seorang ibu yang hanya memiliki satu mata, namun anak sang ibu tersebut sangat membenci ibunya yang bermata satu itu. Baginya ibunya itu adalah sesuatu yang sangat memalukan bagi dirinya. Ibunya itu menjalankan toko kecil di sebuah pasar dan dia mengumpulkan barang-barang bekas juga dan sejenisnya agar bisa untuk di jual. Apapun di lakukan oleh sang ibu asalkan dirinya mendapatkan uang yang di butuhkan oleh anak-anaknya. Bagi sang anak ibu nya sesuatu yang memalukan bagi dirinya.

Pada suatu hari di sekolahnya sang anak di datangi ibu nya ke sekolah, namun sang anak malah sangat malu. Bahkan ia marah dalam hati kenapa ibu nya melakukan itu padanya? Sang anak pun melemparkan rasa marah dan benci terhadap ibu nya dengan cara melemparkan muka dengan amarah nya lalu ia berlari kencang. Dan pada pagi harinya di sekolah sang anak di ejek oleh teman-temannya karena ibunya hanya memiliki satu mata. Sang anak pun sangat berharap ibu nya menghilang dari dunia ini dan sang anak berkata pada ibunya, kenapa ibu tidak memiliki mata lainnya? sang anak berkata jika ibunya hanya menjadi bahan tertawaan. Bahkan sang anak berkata kenapa ibu nya itu tidak mati saja. Sang ibu pun tidak menjawab. Sang anak merasa sedikit buruk, tetapi pada saat di waktu yang sama, rasanya sangat baik karena dia telah mengatakan apa yang dia ingin katakana selama ini terhadap ibunya.

Hal tersebut terjadi karena ibunya tidak pernah menghukumnya, tetapi dirinya tidak berfikir bahwa dirinya sudah sangat menyakiti perasaan ibunya. Pada malam itu dia terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibu nya menangis disana, dengan pelan, seakan dia takut membangunkan anaknya. Dia pun melihatnya dan pergi. Karena perkataan nya sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hatiku. Walaupun demikian dia tetap membenci ibunya yang menangis dari satu matanya. Sang anak pun mengatakan bahwa ia akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses karena dia membenci ibu yang bermata satu dan miskin itu.

Lalu dia pun belajar dengan kerasnya. Sang anak pun meninggalkan ibunya dan pergi ke Seoul untuk belajar dan di terima di universitas Seoul dengan segala kepercayaan dirinya. Saat itu pun sang anak menikah dan membeli rumah nya sendiri. Kemudian sang anak tadi sudah mempunyai anak juga. Sekarang sang anak sudah hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. Dan sang anak sangat menyukai tinggal di seoul karena membuatnya lupa pada ibunya.
Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, pada saat seseorang tidak terduga mendatanginya. Sang ibu pun datang dan anaknya merasa seperti seluruh langit sedang jatuh pada dirinya. Dan anak nya yang perempuan lari karena takut melihat neneknya dengan satu mata. Pada saat itu sang anak pura-pura tidak mengenali ibunya dan sambil berteriak kenapa ibunya itu berani menakuti anak dia. Seketika ibu tersebut di usir oleh anaknya. Dan ibunya pun berkata maaf mungkin dirinya salah alamat. Kemudian setelah itu ibunya pun pergi meninggalkan rumah anaknya. Ibunya pun merasa lega karena anaknya tidak mengenalinya. Sang anak pun berkata bahwa dirinya tidak peduli dan tidak akan memikirkannya tentang kejadian semua tadi.

Lalu tiba-tiba datanglah perasaan lega padanya suatu hari, sebuah surat yang berisi tentang reuni sekolah datang ke rumah. Dia pun berbohong pada istrinya dengan mengatakan bahwa dia akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reunion selesai sang anak memutuskan untuk pergi ke rumah lamanya karena rasa penasaran saja. Dan pada saat itu anaknya menemukan ibunya terjatuh di tanah yang dingin. Akan tetapi anaknya sama sekali tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia pun mempunyai sepotong kertas di tangannya dan itu ternyata surat untuk anaknya.

Dan seketika di baca nya ini lah isi surat tersebut, anakku aku piker hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan aku tidak akan mengunjungi seoul lagi. Namun apakah terlalu banyak jika aku ingin kamu untuk datang berkunjung sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang ke acara reuni ini. Dan aku minta maaf jika aku hanya memiliki satu mata, itu karena saat kamu masih kecil kamu terkena kecelakaan dan membuat salah satu mata mu hilang. Dan sebagai ibu aku tidak mau melihat mu harus tumbuh dengan hanya satu mata, maka dari itu aku memberikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu nak yang melihat dunia yang baru untukku yaitu dengan mengganti mataku. Aku sangat merindukan kamu ketika kamu masih kecil dan berada di sekitarku. Aku pun tidak pernah marah padamu atas apapun yang kamu lakukan karena aku mencintaimu nak.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here