Anak Petani Pemilik Perusahaan Otomotif Terbesar Ke 2 di Amerika

0
6

Saat ia berusia 5 tahun, ia sudah mulai bersekolah. Jarak dari rumah menuju sekolahnya kurang lebih 4 KM. Dan dalam jarak tersebut Henry kecil harus berlari-lari menuju sekolahnya. Dan dengan jarak yang sama pula kembali pulang saat petang tiba di rumah. Karena alasan itu setiap hari ia harus membawa bekal ke sekolahnya untuk makan siang. Tiga tahun kemudian Henry dipindahkan ke sekolah lain oleh orang tuanya, tapi jarak dari rumah menuju sekolahnya masih sama.

Sejak kecil Henry sangat menyukai mesin-mesin. Sayangnya, hal tersebut tidak disukai oleh ayahnya, Wiliam Ford. Ayahnya menginginkan Henry Ford menjadi seorang petani atau menjadi pedagang besar yang sukses karena ia sendiri keturunan seorang petani. Berbanding terbalik dengan ayahnya yang berminat pada dunia pertanian, Henry Ford lebih tertarik pada dunia permesinan. Ketertarikannya terhadap mesin-mesin kadang-kadang menyulitkan Henry, karena ia harus melawan kemauan ayahnya.

suatu hari, seorang petani mendatangi sekolah Henry sambil marah-marah. Ia melaporkan perihal tingkah beberapa murid sekolah itu kepada guru sekolah itu.

Petani itu marah karena Henry dan teman-temannya membendung sebuah sungai kecil yang mengaliri ladang-ladang pertanian milik petani itu. Bendungan tersebut mengakibatkan aliran sungai berhenti dan mengakibatkan banjir yang tidak karuan.

Di depan si petani, guru sekolah itu memarahi Henry. Henry pun mengelak, bahwa ia hanya sedang melakukan percobaan kincir air untuk penggilingan kopi. Guru itu tetap menghukum Henry.

Guru itu lalu memberikan nasihat bahwa mereka harus belajar menghormati masyarakat dan menolong mereka.

Kemarahan sang guru dilakukan hanya untuk menghibur si petani. Tapi ia sangat tertarik dengan apa yang dilakukan murid-muridnya.

Setelah eksperimen kincir air dianggap cukup berhasil. Henry menjadi lebih tekun dalam mempelajari cara-cara mesin bekerja.

Suatu ketika, di sekolah saat pelajaran tengah berlangsung, dengan bangga Henry bercerita pada teman-temannya tentang mesin-mesin yang diketahuinya. Hal tersebut berhasil membuat perhatian teman-temanya teralihkan dari pelajaran. Seketika Henry dikerumuni oleh teman-temannya, tantu saja hal tersebut membuat gurunya marah. Sang guru pun menghukum henry dan teman-temannya untuk tinggal di kelas setelah pelajaran berakhir.

Sang guru lalu memberi henry dan teman-temannya sebuah mesin yang sudah dirusakkan lebih dulu. Sang guru memerintahkan henry dan teman-temannya untuk memperbaikinya, jika mereka tidak dapat memperbaikinya hukuman mereka akan ditambah. Tapi, henry mampu memperbaiki mesin terbut dalam waktu 10 menit. Melihat bakat muridnya yang luar biasa, sang guru jadi kagum.

Keahliannya dalam dunia permesinan itu membuatnya mulai dikenal banyak orang. Mesin-mesin tetangganya sering diperbaiki oleh Henry. Orang-orang terkagum-kagum akan bakat yang dimiliki Henry. Tapi hal tersebut tidak serta merta membuat ayah Henry, Wiliam Ford merestui apa yang menjadi ketertarikan putranya. Dia masih tetap menginginkan anaknya menjadi seorang petani yang baik. namun, kemauan henry yang besar dalam bidang permesinan tidak dapat dicegah.

Beranjak dewasa, Henry yang sudah merasa mampu hidup mandiri meminta restu orang tuanya untuk merantau. Henry merantau di kota Detroit. Di kota Detroit, Henry mendapatkan pekerjaan pada sebuah pabrik. Gajinya di pabrik 2,50 dolar per minggu, sayangnya pengeluarannya lebih besar waktu itu. Maka ia putuskan untuk menambah pekerjaan ekstra sebagai pelayan di toko permata.

Sembilan bulan Henry menjalai rutinitas menjadi karyawan pabrik dan pelayan toko permata ketika ia pulang dari bekerja di pabrik.

Suatu hari henry mendapatkan kabar bahwa ayahnya tengah sakit keras. Wiliam Ford, meminta Henry untuk pulang. henry tak punya pilihan. Ia harus pulang, kembali ke ladang.

Pulang ke rumahnya, Henry bekerja menjadi petani. Selama menjadi petani, ide membuat sejenis mesin pertanian muncul. Ia ingin menciptakan mesin yang dapat membajak ladang-ladang. Ia tidak setuju degan binatang-binatang yang dipekerjakan di ladang dan kebun. Menurutnya, binatang-binatang itu banyak makan dan saat musim dingin para binatang tidak bekerja tapi pemiliknya harus tetap memberi makan. Tentu saja hal tersebut akan mengeluarkan banyak biaya. Banyak orang tertarik dengan idenya. Selain itu, ia banyak membantu tetangganya yang telah sedikit-demi sedikit menggunakan mesin di ladang-ladang mereka. Henry adalah orang yang sangat cakap dalam bidang permesinan, hingga ia dikenal sebagai satu-satunya ahli mesin di daerah itu, hal tersebut berlangsung selama beberapa tahun.

Ayahnya yang sakit menjadi alasan dia tidak dapat pergi meninggalkan tanah pertanian. Banyak masalah pertanian yang ia perhatikan. Ia mengambil kesimpulan bahwa para petani tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak jika para petani menggunakan mesin-mesin atau mekanisasi. Menurutnya, selain pekerjaan yang cepat selesai, dengan mekanisasi dapat menekan biaya operasional dan pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat, para petani juga dapat menikmati pendapatan yang layak.

Pada usia 20 tahun, henry Ford menciptakan mesin pertaniannya yang pertama. Percobaan pertama itu kelihatan aneh, mesin ciptaanya hanya mampu bergerak sejauh 40 kaki kemudian tiba-tiba berhenti. Harapan henry mesin temuannya mampu membajak seluruh ladang dalam waktu singkat. Tapi menurutnya penemuan mesin traktor ini belum mempunyai kekuatan yang berarti. Traktor pertama temuannya masih menunggu penemuan lain di negara itu, yaitu penggunaan bahan bakar.

Tampaknya, menjadi seorang ahli dalam dunia permesinan tidak menjadikan Henry mudah memikat hati seorang gadis. Saat itu Henry Ford tertarik pada seorang gadis manis dari kota lain bernama Clara Bryant. Sayangnya, Clara tak menyukai henry. Tapi Henry tidak menyerah, dia memikirkan bagaimana cara agar gadis pujaanya membalas perasaanya. Kemudian ia membeli satu set permainan sulap dan meminjam seekor kuda milik ayahnya. Kemudian ia membuat sebuah jubah dari kain satin. Selanjutnya mendirikan sebuah grup sulap di dekat rumah Clara Bryant. Dengan mengerjakan sebuah baju rompi yang manis, dan banyak sakunya, juga sebuah jam yang dibuatnya sendiri dan dua buah sapu tangan, Henry menunjukkan kebolehannya dalam bermain sulap. Henry mengadakan dua kali pertunjukan yang selalu menarik di kala itu. Hal tersebut sekaligus mencapai yang diinginkannya, menaklukkan hati Clara Bryant yang semula tidak suka kepadanya.

Tahu bahwa usahanya tidak sia-sia, beberapa minggu kemudian ia menghampiri ayahnya dan menanyakan perihal keinginanya untuk menikah dan bertanya apa yang akan ia dapat dari ayahnya. William Ford berkata bahwa Henry akan mendapatkan 4072 m2 tanah, semua pekayuan yang henry inginkan dapat henry potong sendiri untuk dijadikan rumah. Mendengar jawaban ayahnya, henry bersorak senang.

Henry menebangi pepohonan di tanah yang di berikan oleh ayahnya itu. Sebagian untuk dipersiapkan untuk mendirikan sebuah rumah untuk keluarga kelak. Akhirnya apa yang ia inginkan untuk menikahi Clara tercapai. Henry dan Clara menikah pada bulan Apil 1888. Selama tiga tahun pasangan suami istri itu hidu dengan menggarap ladang pemberian ayah Henry. Pada suatu malam Hnery mengutarakan keinginannya untuk pindah ke Detroit dan mengungkapkan gagasan membuat kereta kuda. Henry menerangkan pada istrinya tentang gagasan-gagasannya untuk membuat kendaraan yang digerakkan dengan mesin.

Pindah di Detroit Henry mendapatkan pekerjaan di perusahaan lampu “Edison” pada malam hari, sedangkan pada siang hari ia membuat kereta kudanya untuk berlari. Selama dua tahun ia belum dapat menciptakan keretanya. Ia telah banyak menghabiskan waktu di bengkelnya yang terbuat dari batu bata sederhana itu, sementara di sekelilingnya, para tetangga melihat tingkahnya, menganggap Henry telah gila. Walaupu dianggap gila, Henry Ford pantang menyerah.

Suatu pagi pada tahun 1893 sebuah kereta kuda siap untuk diuji coba. Dengan kegigihan yang kuat dan tekad yang membaja Henry Ford memulai mengoperasikan keretanya, yang sangat bising dan mengeluarkan asap yang mengepul di udara. Kereta itu meluncur dari bengkelnya menuju jalan raya. Akan tetapi, belum jauh beranjak dari bengkel tiba-tiba mati, dan tak dapat berkelok karena tidak mempunyai kemudi. Namun, mesin kereta itu kembali hidup dengan demikian kini Henry telah membuktikan kepada orang-orang di sekelilingnya, yang selama ini menganggap ia gila, dungu, dan tolol bahwa temuannya hampir berhasil.

Malam itu, Henry merasa sangat puas dengan hasil temuannya. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Dia merayakannya dengan segelas susu panas dan lempar pakaiannya yang basah karena keringat di samping perapian, lalu meloncat ke tempat tidur. Dan menikmati mimpi indah untuk pertama kalinya sejak meninggalkan tanah pertaniannya.

Ketika kereta ciptaannya diuji coba untuk kedua kalinya, istrinya ikut ambil bagian, yaitu sebagai penumpang. Hal tersebut cukup menggemparkan, beberapa ekor kuda terkejut, lantas lari sekencang-kencangnya tidak tentu arah, ketika kereta Henry itu lewat di dekatnya. Suara kereta itu menimbulkan suara yang memekakan telinga, lantaran kerasnya. Tiba-tiba kereta itu terhenti karena mesinnya mati.

Orang-orang yang menyaksikan keanehan itu serentak menyerbu, mengerumuni benda yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Kemudian mereka bersorak, sebagian merasa terpesona, tapi sebagian besar menunjukkan rasa cemas. sebagian besar dari mereka menyayangkan suara yang ditimbulkan oleh kereta aneh itu yang mengakibatkan kebisingan dan kegaduhan. Karena itu akan terlihat membahayakan.
Mereka berpendapat bahwa penemuan tersebut pasti akan menimbulkan bencana, karena tidak dapat dikendalikan. Kereta itu hanya bisa bergerak lurus memanjat bukit dan meloncati tebing-tebing. Mereka menasihati Henry Ford agar pekerjaan itu dihentikan saja. Tapi sang “penemu” itu mengatakan bahwa kereta itu harus terus bergerak.

Henry di tengah kesulitan belum memiliki dana untuk mengembangkan temuannya dan tidak memiliki koneksi yang dapat membantunya. Dia tetap bertekad untuk menciptakan “otomobil”.

Henry yang saat itu bekerja pada sebuah perusahaan milik Thomas Alva Edison, Detroit Edison Company, menabung dan serius melakukan riset dan berbagai macam percobaan seputar mesin. Kerja kerasnya berbuah manis, banyak investor tertarik dengan hasil temuannya, yaitu sebuah kendaraan yang digerakkan oleh uap minyak bumi. Para investor setuju untuk mendanai sebuah industri otomotif dan memproduksi kendaraan itu secara massal.

Sayangnya perusahaan itu tidak lama bertahan, investor-investor itu ingin mobil buatan Henry dijual dengan harga tiggi, penjualan pun menurun tajam. Maka pada tahun 1901, perusahaan pertama Henry Ford resmi ditutup.

Kejadian itu tidak melemahkan semangat Henry. Henry bersama rekannya yang seorang pembalap, Tom Cooper, membuat sebuah mobil balap berkekuatan 80 tenaga kuda dan dinamai “999”. Pada tahun 1902 mobil balap itu berhasil menjuarai ajang balap mobil di Amerika dan menjadi pusat perhatian. Seorang jutawan bernama Alexander Y. Malcomson bersedia membantu Henry mendirikan perusahaan otomotifnya sendiri, yang sampai saat ini masih berdiri yakni “Ford Motor Company”.

Ya iyalah Henry Ford, sosok yang dibalik kesuksesan Ford Motor Company. Perusahaan otomotif kedua terbesar Amerika Serikat. Namun, siapa yang menyangka bahwa seorang Henry Ford adalah anak seorang petani.

Hingga akhirnya pada bulan April tahun 1947, Henry Ford menghembuskan nafas terakhirnya dan dimakamkan di pemakaman keluarga Ford di Detroit di Amerika Serikat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here