Kisah Bebek yang Cantik

0
30
source: http://pesonadunia.com/gambar-angsa-kartun-lucu/gambar-angsa-kartun-berdiri/

Kisah Bebek yang Cantik

Suatu hari seekor bebek akan mengerami telur-telurnya di bawah pohon. Dia menghitung seluruh telurnya.

Ada tujuh butir telur yang sedang ia erami. Namun ketika ibu bebek memperhatikan dengan seksama ada sebutir telur yang tampak berbeda dari yang lainnya.

“Kenapa telur yang satu ini tampak berbeda ya?” ucap ibu bebek.

Seiring berjalannya waktu, tibalah waktunya untuk para telur bebek menetas. Dari ketujuh telur yang ia erami, hanya satu yang belum menetas. Ibu bebek tampak heran.

“Mungkin telur yang satu ini adalah telur dengan bebek tercantik,” katanya antusias.

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya telur yang berbeda itu menetas.

Dan betapa terkejutnya ibu bebek, bebek terakhir yang menetas tampak berbeda. Bulunya berwarna putih, lembut dan halus. Bentuk bebek yang terakhir juga terlihat lebih besar dari keenam bebek lainnya.

Keenam saudara bebek memandang terpesona, begitupun ibu bebek.
“Kau sangat cantik, tapi kenapa kau berbeda dari kami semua,” kata ibu bebek. Keenam anak bebek yang lain juga mengangguk-angguk menyetujui perkataan ibunya.
“Aku tak tahu ibu,” kata bebek putih

Setelah beberapa tahun, para anak bebek tumbuh menjadi bebek remaja.

Namun, si bebek yang berbeda tak pernah disukai oleh saudara-saudaranya. Karena ia sangat cantik dan berbeda. Bebek cantik tak pernah diizinkan saudara-saudaranya ikut bermain bersama mereka. Bebek cantik selalu dikucilkan. Ia dijauhi. Ia pun menjadi sedih. Dia merasa di lingkungan ia tinggal ia tidak diterima sama sekali.

Maka ia memutuskan untuk pergi.

Ia pun berpamitan pada ibu bebek.

“Ibu, aku sudah memutuskan untuk pergi dari sini. Aku tidak bisa hidup dengan dibenci oleh saudara-saudaraku,” kata bebek cantik
“Kemana kau akan pergi, Nak?” kata ibu bebek sedih
“Aku akan pergi sejauh mungkin dari sini. Aku akan mencari tahu kenapa aku berbeda dari kalian,” katanya sedih

Setelah berpamitan, bebek cantik pergi. Dia berjalan jauh memasuki hutan. Dia sangat sedih atas apa yang menimpa dirinya.

Dia merasa kesepian, tiba di hutan ia bertemu dengan banyak jenis hewan. Dia memperhatikan hewan-hewan itu dengan seksama.

Tak ada yang mirip dengan dirinya.

Ketika ia mendekati kediaman keluarga ayam ia ditolak. Karena para anak ayam tak suka dengannya. Bahkan para anak ayam mematuk-matuk dirinya.
Kemudian ia mendekati segerombolan keluarga anjing, ia mendapat perlakuan yang sama.

Hingga ada seorang petani desa menemukan dirinya. Ia dibawa pulang ke rumah petani. Petani itu memberikan bebek cantik itu untuk anaknya di rumah.

Bebek itu merasa senang. Karena di rumah itu ia sangat disayang oleh anak petani.

Si kucing, yang juga merupakan peliharaan anak petani merasa iri. Akhirnya, si kucing selalu menganggu bebek cantik. Ia selalu membuat keributan dengan bebek cantik. Tidak hanya kucing, semua peliharaan anak petani juga tidak suka dengannya. Karena bebek cantik itu menjadi kesayangan anak petani.

Merasa tidak diterima, bebek cantik pergi menuju hutan.

“Kenapa semuanya membenciku? Apa salahku?” katanya sedih

Ia terus berjalan dan berjalan hingga semakin jauh masuk ke dalam hutan. Ia merasa haus, kemudian ia menemukan sebuah danau.

Di danau tersebut ia memperhatikan wajahnya dari pantulan air danau. Berpikir apa yang salah dengan dirinya.

Ketika ia mulai asyik meminum air danau, tanpa sengaja matanya melihat ada seekor bebek tampan yang sedang berdiri di dekat danau. Bebek cantik itu terpesona dan merasa gembira.

Ia memperhatikan wajahnya lagi dan merasa ia adalah jenis bebek yang sama dengan bebek tampan yang ada di dekat danau.

Bebek cantik itu memberanikan diri bertanya.

“Permisi, aku ingin bertanya apakah kau adalah jenis bebek yang sama denganku?”

Bebek tampan itu menatapnya dan mengangguk. Lalu bebek tampan itu menjelaskan bahwa dia dan bebek cantik bukanlah seekor bebek, melainkan seekor angsa.

Bebek cantik merasa bahagia. Ya, dia bukan bebek. Dia adalah angsa. Itulah kenapa ia berbeda dari saudara-saudara bebeknya.

Angsa yang cantik itu jatuh cinta pada si angsa tampan yang ternyata adalah seorang pangeran angsa. Pangeran angsa juga jatuh cinta pada angsa cantik. Mereka memutuskan menikah.

Dan si angsa cantik yang sudah menjelma menjadi putri angsa karena menikah dengan pangeran merasa bahagia. Ia sudah tidak merasa sedih karena berbeda lagi. Dan tidak ingin tahu bagaimana dulu ia bisa sampai pada keluarga bebek.

Putri angsa dan pangeran pun hidup bahagia selamanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here