Kerajaan Minyak Di Kota Manchester

0
123
Sumber: thenational.ae

Bicara tentang sepakbola di tanah Britania, sudah pasti kita menuju pada nama seperti
Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan pemegang piala liga inggris terbanyak yaitu Manchester
United. Wajar bila di kota Manchester sebagian besar penggila bola akan menuju pada nama Manchester United, selain menjadi pemegang gelar terbanyak liga inggris dan gelar eropa bergengsi lainnya, united juga berhasil menelurkan pemain kelas wahid seperti Eric Cantona, Paul Scholes, Ryan Giggs, David Beckham, hingga Cristiano Ronaldo.

Namun, mari kita lihat kerajaan baru di sudut Manchester lainnya. Klub ini sudah berdiri sejak 1880 yang pada awalnya bernama St. Mark’s, klub ini sempat berganti nama menjadi Ardwick Association Football Club pada 1887 yang akhirnya menjadi Manchester City pada tahun 1894. Sudah 1 abad lebih sejak terbentuknya Manchester City, klub ini belum menunjukkan prestasi mentereng seperti saudara se-kota nya.

Awal mula kerajaan baru

Pada tahun 2008, konsorsium Arab pecinta sepak bola yang bernama Sheikh Mansour
berhasil mengakuisisi tahta kepemilikan klub hingga 90% dari perdana menteri Thailand
yang saat itu menjadi pemilik klub. Dikabarkan, keluarga Mansour bin Zayed ini mendulang
sebagian besar kekayaannya dari minyak yang berhasil ditemukan di Abu Dhabi pada tahun
1958. Bayangkan saja, keluarga Sheikh Mansour bisa menghasilkan sekitar 500juta US$
hanya dalam satu hari. Maka tak heran jika ia menjanjikan banyak hal dan gembar-gembor
soal prestasi yang akan ia raih bersama Manchester biru. Pembelian klub tersebut disambut
baik oleh penggemar nya. Tak hanya penggemarnya, pemain ikonik milik Liverpool Steven
Gerrad pun iri akan kedatangan raja minyak tersebut ke kota Manchester “Kenapa ia tak
datang ke Liverpool dan mendarat di Anfield saja!” ujarnya.

Tak hanya itu, langkah awal kedatangan si raja minyak juga bisa dibilang gesit. Pemain pertama yang ia datangkan adalah Robinho dari Real Madrid yang dibanderol sekitar 42juta poundsterling, yang saat itu langsung menjadi pemain termahal sepanjang sejarah liga inggris. Perlahan tapi pasti, Manchester City disulap menjadi klub yang tak bisa dipandang sebelah mata lagi.

Bukan bualan semata

Sosok Sheikh Mansour di badan The Citizen sangatlah berpengaruh, selain pemain
kelas dunia yang berhasil mereka datangkan, beberapa tropi bergengsi pun juga ikut mereka raih seperti Piala FA pada tahun 2010/2011, Premier League 2011/2012, Community Shield 2012, Premier League 2013/2014, Piala Liga Inggris 2013/2014, 2015/2016 dan 2017/2018, hingga Premier League yang teranyar yaitu tahun 2017/2018.

Semua trofi itu diraih atas kejelian transfer pemain yang sesuai dengan kebutuhan
klub serta yang paling penting adalah gelontoran dana dari petinggi klub untuk memberikan ruang leluasa kepada para pelatih dalam meracik tim idaman nya. Bisa dibilang era Sheikh Mansour inilah era emas terukirnya kerajaan baru di kota Manchester. Dari pemain sekelas Tevez hingga striker ganas yang sekarang menjadi top skor sepanjang sejarah klub Sergio Kun Aguero. Dari pelatih dingin nan berwibawa seperti Roberto Mancini hingga juru taktik se kreatif Pep Guardiola. Semua itu merupakan bentuk pembuktian janji manis nan realistis dari raja minyak di era sepakbola serba uang seperti sekarang ini.

Memulai membentuk klub elit ala uang arab

Di era sepakbola modern ini, Manchester City bukan lagi tim anak bawang yang bisa
dipermainkan oleh kebanyakan klub ganas liga inggris lainnya. Sekarang ini, The Sky Blue
juga berhasil menciptakan pemain berkualitas kelas dunia seperti Kevin De Bruyne yang
merupakan otak dari keberhasilan tim dalam meraih kemenangan, Gabriel Jesus yang
merupakan striker muda masa depan tim samba Brazil, Vincent Kompany yang berhasil
menjadi benteng kokoh dibawah arahan beberapa pelatih berkelas Manchester City, hingga
gelandang elegan David Silva yang berhasil memenangkan penghargaan pribadi sebagai
pemain terbaik bulanan selama 3 kali beruntun, terhitung dari oktober 2010 hingga desember 2010.

Meskipun belum pernah mencicipi gelar eropa, namun konsistensi dalam keikut sertaannya di ajang liga champions merupakan sekelumit pembuktian dari Sheikh Mansour yang menjadikan City sebagai tim yang patut diperhitungkan dalam kompetisi tersebut. Oleh karena itu, sebagai pecinta bola yang terus mengikuti perkembangan zaman, wajar bila kita menemui fans instan dari penantang setan merah dalam beberapa tahun ini. Menarik untuk ditunggu seberapa lama kiprah kerajaan minyak yang selama ini menjadi tumpuan The Citizen dalam menarik minat para penggila bola diseluruh dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here