Kera Yang Menjadi Raja Hutan

0
13

Pada suatu hari di dalam hutan rimba,Hiduplah berbagai macam binatang, mereka hidup rukun dan saling tolong menolong. Pada suatu saat terdengar suara Singa sang raja hutan mengeram kesakitan,ternyata singa si raja hutan di tembak oleh seorang pemburu. Melihat sang raja yang kesakitan mereka ramai-ramai menolongnya, namun tak berselang lama nyawa singa raja hutan pun tak tertolong. Kabar kematian sang raja mencuat hingga diketahui oleh semua penghuni hutan, mereka menangis karena sudah tidak ada lagi sosok seorang raja di hutan ini.

Setelah kematian singa, semua penghuni hutan mengadakan sebuah perkumpulan, mereka membahas untuk pemilihan raja hutan yang baru. semuanya berdiskusi untuk menentukan raja mereka yang baru,yang paling pertama dipilih adalah macan tutul, tetapi si macan tutul menolaknya dengan alasan ” jangan aku,aku melihat manusia saja sudah lari tunggang langgang” ujar macan tutul.

“Jika macan tutul tidak mau,kalau begitu badak,karena kau amat kuat” kata binatang lain.

“Tidak-tidak aku tidak mau,karena pengelihatanku kurang tajam, jadi aku sering menabrak pohon” Ujar Si Badak

“Kalau begitu yang lebih pantas mungkin kau gajah, karena badan kau paling besar” kata binatang lainnya.

Namun gajah juga tidak mau dengan alasan, “Gerakan tubuhku sangat lambat,dan aku pun tidak bisa berkelahi”ucap si gajah.

Diskusi berjalan alot karena tidak semua hewan yang ditunjuk mau menjadi raja. “Berhubung waktu sudah sore, mungkin rapat ini kita cukupkan dan lanjut besok lagi” kata Gajah.

Semua binatang sepakat untuk dilanjut besok. Saat semua binatang akan pergi tiba-tiba dari arah belakang seekor kera berteriak dan berkata “Tunggu, Bagaimana jika manusia saja yang menjadi Raja hutan?. manusia kan sudah membunuh singa”.

“Tidak Mungkin itu,,” jawab si tupai tegas.

“Ya betul itu tidak mungkin terjadi”. Ucap kancil menambahkan.

“Coba kalian liat aku dan perhatikan dengan seksama, aku lebih mirip manusia bukan.?”. Ucap Kera. “Maka akulah yang mungkin cocok untuk jadi raja hutan” lanjut perkataan si kera.

Mendengar ucapan si kera, semua binatang terpana, dan kemudian sejenak melakukan diskusi. Dan setelah melalui perundingan,akhirnya semua penghuni hutan pun sepakat Kera lah yang akan raja hutan yang baru.

Namun setelah kera menjadi raja hutan, tingkah dan sifat kera tidak sedikit pun mencerminkan seorang raja. Si kera hanya bermalas-malasan dan kerjanya cuma makan dan makan. Sehingga membuat Binatang yang lain merasa kesal, dan yang paling kesal terhadap kera adalah seekor serigala.

“Bagaimana si kera bisa menyamakan dirinya dengan manusia?” pikir si srigala. “Tubuhnya memang ada kesamaan dengan manusia, tapi otaknya tidak”. lanjut pikir si serigala.

Kemudian si serigala mencoba mencari ide untuk mengerjai si kera. Setelah lama berfikir,akhirnya si serigala menemukan ide.

“Akhirnya aku punya ide, akan ku buat kau menderita kera,” ucap serigala.

Pada keesokan hari si serigala menghadap sang raja hutan. Lalu Serigala berkata “Tuanku yang sangat saya hormati, di sebuah tempat saya menemukan makanan yang sangat enak, saya yakin tuan pasti menyukainya, kalau mau nanti akan saya antar tuan ke tempat tersebut”.

Dan tanpa berpikir lama, si kera pun menyetujuinya. Ia pun pergi bersama serigala tersebut ke tempat makanan itu.

Akhirnya kera dan serigala tiba di dalam hutan yang sangat rimba, dan terlihat onggokan buah-buahan kesukaan kera yang ada di atas tanah, karena sifatnya yang tamak dan rakus,si kera langsung menyergap buah-buahan kesukaannya. ternyata si kera kena jebakan yang di buat manusia, dia pun langsung jatuh ke dalam lubah di dalam tanah tersebut.

“Tolong,,tolong, tolong aku serigala” si kera berteriak, sambil berjuang sekuat tenaga agar dirinya bisa keluar dari jebakan manusia tersebut.

“Hahaha,,,Tak ku sangka dan tak pernah aku banyangkan, seorang raja hutan bertingkah bodoh dan konyol, Dia bisa terjebak oleh perangkap yang dibuat manusia, kalau seorang raja bodoh bagaimana bisa melindungi rakyatnya”.Ujar si serigala puas. Dan akhirnya kera pun menjadi tangkapan manusia.

Hikmah dari cerita ini adalah, sebagai seorang pemimpin kita jangan pernah memiliki sifat tamak dan rakus, karena hal itu akan menjatuhkan diri kita sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here