Keluarga Tak Kasat Mata Part 2 : Mematung Sepi

0
6
student.blog.dinus.ac.id

Melanjutkan cerita ketika aku mandi, dimana saat itu bolam lampu mati. Tapi di situ aku tidak berfikir yang aneh-aneh karena aku berfikir itu hanya temanku yang iseng saja atau bolam lampu memang belum dig anti karena baru pindahan. Aku nyalain flashlight iphone aku buat bantu penerangan jadi nya aku mandi dalam kegelapan tanpa ada pemikiran parno sama sekali. Tapi anehnya waktu aku mandi, hawa di kamar mandi bisa panas banget. Padahal aku mandi juga pakai air. Aku pun mikir kalau ini hanya pengaruh pindahan agak pengap-pengap karena sudah lama tidak di pakai. Selesai mandi aku keluar pasang gaya cuek, biar temen aku yang aku kira ngusilin kecewa karena rencana usil nya tidak berhasil. Tapi saat aku ke ruangan divisi ternyata disana tidak ada siapa-siapa dan teman-temanku sedang makan di burjo deket kantor.

Aku masih mikir paling juga mereka yang matiin lampu tadi terus kabur. Aku susu mereka ke burjo tapi waktu aku keluar ruangan aku tengok ke kamar mandi lampunya sudah nyala lagi. Dalam hati aku bertanya, jadi orang pertama yang di ajak kenalan aku. Aku sebetulnya mau cerita ke yang lain tapi takut di kira cemen jadi aku tetep berfikir positif saja. Akhirnya aku tidak terlalu memikirkan dan makan saja sama beli susu biar strong melek sampai malem. Balik selesai makan di burjo, kami balik lagi ke kantor jalan kaki dan masuk ke ruangan masing-masing. Niat nya ingin kerja tapi males, jadi kami memutuskan untuk nonton film bareng-bareng. Biasanya kalo nonton film gini, kami pasang LCD dan nonton bareng-bareng di ruangan devisi aku. Tapi waktu itu bebek dan mas ompong tetap kerja di ruangan tengah karena deadline yang harus di selesaikan. Kita semua melihat film horor, kemudia tiba-tiba mati lampi dan gelap gulita.

Selang beberapa menit kemudian mas ompong menggerutu keras dari ruangan jika ini semua tidak masuk akal, besok kerjaan itu sudah deadline. Akhirnya di ruang tamu semuanya sambil tiduran di sofa, sampai pada akhirnya mas ompong buka mulut untuk cerita ke kita kalo barusan sangat tidak masuk akan karena sebelum lampu mati MP3 yang dia setel tiba-tiba ganti jadi lagu lingsir wengi. Setelah itu di sebelah telinga aku ada suara cewek bisikin deket banget sambil ketawa. Mas sukma sebagai atasan tiba-tiba bercanda supaya suasana tidak tegang. Tidak lama kemudian suara tawa tadi terdengar lagi, kali ini kami semua yang ada di ruangan mendengar jelas. Sontak kami langsung diam dan memandang satu sama lain. Kami yakin pasti disini ada sesuatu yang tidak sembarangan karena raut wajah yoga. Saat itu yang kami harapkan pagi cepat datang.

Malam belum terlalu malam, kami dengan sejuta persepsi horor yang baru saja terlintas di hadapan kami masing-masing. Namun kita semua berusaha melupakannya karena tidak mungkin juga jika kita tinggal kan dalam keadaan gelap akan rawan maling. Seketika pun kita semua berfikir jika bangunan ini bekas hotel lalu bangunan ini dulu nya di masa lampau di pakai untuk apa? tapi kita juga tidak mau berfikir keras-keras banget, aku yakin setelah di tempati tempat ini juga akan ramai. Tidak lama kemudian lampu pun menyala kembali dan kita melanjutkan kesibukan kita masing-masing. Saat itu kita semua bertanya pada yoga kenapa hari ini dia sangat berbeda, kemudian yoga buka mulut jika dirinya pada saat mandi dia merasa seperti ada yang mengawasi dia. Dan ketika itu pula dia merasa bau airnya sangat amis dan setelah selesai mandi dia penasaran dan melihat ke arah ventilasi, saat itu yoga melihat rambut ijuk di ventilasi dan berhembus angin.

Kami yang sedang tiduran sempet tidak percaya awalnya, bahkan di sini kita malah ketawa dengan cerita yoga. Akhirnya kita semua tidak terlalu mempedulikan karena mereka pikir mereka semua anak-anak nakal sudah pasti setan juga temen nya. Saat itu kita melihat sesosok lansia, wajahnya pucat sekali, mata nya agak ada kerutan hitam, dia menggunakan mukena, sedang melakukan sesuatu di dapur. Dia menoleh ke kita dan tersenyum kecil sambil mengangguk. Badanku pun rasa nya lemes banget, karena aku pun tidak tahu itu manusia sedang numpang solat dan memang penghuni baik. Di sini seakan dia meminta ijin untuk terus mengerjakan sesuatu di dapur tadi. Sontak nafsu makan kami langsung hilang, kita semua langsung ke kasur dan pelukan satu sama lain sambil menggerutu penampakan itu. Sesekali aku melihat sembunyi-sembunyi, ada langkah kaki bolak-balik di depan ruangan aku. Aku yakin ini si nenek, soalnya kami lihat dengan jelas banget ada kain menjulur putih dan jalan nya pelan banget.

Akhirnya satu per satu mulai duduk tapi tidak ada yang berani ngelihat ke jendela, duduk melingkar sambil nyalain rokok. Di situ kita semua tidak bisa tidur. Tapi sebelum selesai isap rokok nenek tadi kepalanya nongol ke jendela dan bilang dia mau mampir sebentar. Nah, bersambung ke cerita selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here