Keluarga Tak Kasat Mata Part 13 : Alkisah Kemudian Hari

0
114
idntimes.com

Setelah semua kehidupan keluarga ibu suminah berubah, yang jelas mereka adalah korban atas perjanjian yang sudah di buat. Menurut penuturan dari om hao orang yang bisa melihat melalui batin, semua korban langgeng di makan sukmanya. Sehingga jasad yang di tinggalkan di dunia nyata ini tidak sepenuhnya jasad nyata dalam konteks ini di gambarkan sebagai pelapah pisang. Pernah suatu waktu satu anggota keluarga mencoba buktikan kebenarannya saat sedang memandikan jenasah. Konon jika memang korban pesugihan, ketika di potong sala satu anggota tubuhnya jasad tersebut akan berubah menjadi pelapah pisang dan memang benar adanya.

Tapi untuk menghargai para pelayat waktu itu jenasah tetap di bungkus kain kafan selayaknya manusia untuk menyimpan curiga. Dalam segala konsekwensi dan kenyataan yang sudah terjadi tangisan ibu suminah semakin menjadi-jadi. Waktu itu tinggal bersisa satu anak ibu suminah, beliau dengan bapak. Bapak sendiri sekarang kembali berubah menjadi bapak yang pendiam dan hobi merenung. Mungkin dia sudah terpikirkan akan ajal yang menjemputnya setelah ini. Dan tentunya selama kejadian ini berlangsung sosok mbok rah selalu ada bersama keluarga tersebut karena beliau adalah orang kepercayaan dan secara tidak langsung beliau juga mengetahui apa yang terjadi dengan keluarga ini.

Mungkin saking paniknya waktu itu, sosok aku yang juga ikut melihat disana sudah terabaikan oleh mereka. Memang sesekali ibu suminah dan mbok rah sering melihat ke aku tanpa ada banyak perkataan. Mungkin mereka sudah mempersilahkan aku untuk melihat sepenuhnya apa yang pernah terjadi dengan mereka. Sebagai seorang ibu tentunya beliau ingin supaya anak mereka satu-satunya tidak serta merta menjadi korban selanjutnya atas khilaf yang di lakukan oleh ayah mereka sendiri. Dengan inisiatif sendiri dan bantuan mbok rah, ibu suminah pergi ke ruangan cermin tadi dan memecah cermin itu sehingga menjadi pecahan berkeping-keping.

Ibu suminah tahu bahwa langgeng bisa muncul ke dunia manusia melalui objek yang bisa memantulkan bayangan, sehingga ia mengambil inisiatif untuk memecah kaca tersebut agar langgeng tidak muncul kembali di kehidupan mereka. Tapi keputusan yang di ambil ibu suminah tempo hari sepertinya tidak bertahan lama. Mungkin karena sudah merasa lega dengan cermin yang sudah di hancurkan, membuat mawas diri mereka berkurang. Mereka kembali mendapati langgeng muncul ke sekitar mereka melalui kolam yang ada di dalam rumah mereka.

Waktu itu wujud langgeng sudah mirip dengan yang aku deskripsikan sebagai bos. Dia kembali masuk ke ruangan cermin tadi dengan tatapan penuh dendam kepada keluarga bu suminah. Dalam posisi ini langgeng sudah kalang kabut dari sosok yang sederhana dan berubah menjadi sangat kuat dan di segani oleh astral-astral lainnya sehingga dia di posisikan sebagai yang teratas di tempat ini. Selurh keluarga seperti kembali ke terror yang akan menuntun mereka ke ajal yang paling dekat. Mbok rah yang juga selalu ada di samping keluarga itu juga sudah seperti tidak bisa banyak membantu. Beliau memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya.

Bapak sudah seperti orang pasrah karena beliau sudah tahu apapun yang akan di lakukannya akan berakhir kepada langgeng. Tapi tidak dengan ibu suminah, beliau tetap dengan kekeh mencoba menyelematkan anak semata wayangnya. Konsekwensi merupakan harga mati yang harus di bayar mahal. Ibarat kata yang tidak berdosa ikut menanggung beban dari perjanjian ini, ibu suminah dan anak terakhirnya mencoba melarikan diri tapi naas bagi mereka semua. ibunda dan buah hati yang saling menjaga ini terjatuh di kolam tempat langgeng muncul dan tewas dengan cara yang tidak bisa di jelaskan.

Dan tanpa menampakkan diripun langgeng bisa menagih janjinya yang telah sekian lama tertunda akibat lalu lintas masuk dia halangi dan mencabut sosok yang selalu melindungi aku di memori ini, ibu suminah. Benar-benar tidak tega dengan pemandangan itu, aku samperin bapak dengan maksudh memaki karena semua ini terjadi karena ulah dia. Dan di dalam ruangan bapak mengintip keluar jendela melihat semua sanak keluarganya telah meninggalkan dia hanya karena gelimangan harta sementara yang membutakan akal sehatnya. Penyesalan apapun tidak akan mengembalikan apa yang sidah hilang tinggal tersisa aku, bapak dan langgeng.

Di situlah sosok langgeng muncul di hadapan kami, benar-benar berbeda dengan sosok yang aku lihat waktu itu. Langgeng sudah seperti makhluk yang sejadi-jadinya mengerikan. Terjadi perdebatan antaran bapak dengan langgeng. Penyesalan si bapak sudah seperti angin lalu di hadapan langgeng. Janji adalah janji yang harus di tepati dan sesaat sebelum ajal menjemput bapak, bapak dan langgeng menoleh ke aku dan bapak bilang tolong sampaikna semuai ini kepada yang masih hidup jangan sampai apa kesalahan yang sudah saya buat sekarang terulang lagi. Entah bagaimana ceritanya bapak bisa melihat aku tapi yang jelas mungkin itulah inti dari semua pesan yang ingin di sampaikan sosok keluarga tak kasat mata ini yang mempunyai sejarah kelam.

Inti dari cerita ini dimana pun dan kapan saja kita berada jangan lupa untuk selalu mengucapkan kata permisi, bahkan di rumah kita sendiri karena dengan permisi itu berarti kita menghormati penghuni lain selain kita. Dan pengalaman ini memberikan pesan agar kita hidup dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here