Keluarga Tak Kasat Mata Part 10 : Ekspansi Visual

0
39
idntimes.com

Akhirnya karena temen-temen aku merasa agak sedikit parno karena kejadian tadi, kita semua memutuskan untuk bermalam di satu ruangan saja pada waktu itu. Cukup kaget dan takut memang karena kondisi kantor yang tidak begitu rame plus kita sudah terlalu lama vakum melihat hal seperti itu. Kita gelar kasur dan mencoba menghibur diri bersama, mencoba melupakan kejadian tadi walaupun sebenarnya masih cukup mengganggu pikiran kita. Dengan kondisi rame-rame dan mencoba menenangkan diri untuk tidur. Walaupun sejuta pertanyaan tentang kembalinya mereka masih terngiang di benak kami.

Berat untuk membuka mata antara perasaan takut dan cemas tentunya. Aku merasa ada sesosok wajah yang sedang menanti-nanti waktu dimana aku membuka kelopak mata aku. Dan benar saja ketika aku terbangun, aku berada di ruang tamu dengan kondisi gelap gulita. Jika ini memang mimpi tolong bangunkan aku sekarang juga! Namun seolah di paksa untuk masuk lebih dalam lagi, suara rebut-ribut di halaman depan memaksa kepala aku untuk menengok keluar. Pandangan samar-samar karena kondisi yang sangat gelap waktu itu. Ada beberapa anak kecil sedang berlarian di halaman depan Nampak di depan pandangan aku. Ada satu yang aneh dimana itu cukup menyita perhatian aku di alam bawah sadar aku sekarang ini. Beberapa anak kecil tadi berjalan mundur dan menembus tembok. Memang nyata meskipun hanya di dalam mimpi.

Takjub dengan pemandangan tersebut, perasaan aku makin kacau pada saat itu. Aku berfikir bagaimana jika anak yang jalan nya mundur mendatangi aku? Gimana kalo dia menarik aku dan mengajak main? Bisa aku bayangin di kejar dengan hal seperti itu. Aku langsung beranjak dari ruangan tamu untuk menyusuri setiap sudut ruang mengharap keberadaan teman-teman aku yang sepertinya tidak akan pernah aku temukan lagi.

Baru beberapa langkah aku berjalan, padangan aku tersita kea rah tanggan melihat seorang wanita berparas cantik menaikki dan menuruni tangga berulang kali. Ajakan untuk aku melangkah bersama wanita tersebut menaikki tangga dan menemukan clue tentang apa yang ada diatas sana. Terbesit naluri laki-laki aku, mengingat mimpi-mimpi jaman dulu. Karena memang tidak ada yang aneh dari sosok tersebut di mata aku waktu itu.

Sempat mempunyai niat untuk menyusul sosok itu, ada satu pemandangan yan terlewat dari mata kepala aku. Satu sosok yang tentunya mempunyai kesan tersendiri bagi aku, menyelinap mengintip dari balik kamar mandi gelap yang sebelumnya sudah berasa sangat pengap dan memancarkan aura yang sangat angker. Kadang terisak, kadang tertawa yang selalu menimbulkan kesan tersendiri kepada setiap orang yang merasakan kehadirannya. Dari tatapan matanya bisa aku artikan, bahwa aku tidak boleh lewat situ. Saat itu aku jalan melewati dapur dan menyusuri lorong panjang tanpa penerangan sedikitpun. Temen-temen aku disaat lagi mencekam seperti ini, aku berjalan menuju ruangan divisi aku untuk mencoba mencari rekan-rekan yang lain. Baru sempat berbelok sedikit, sebuah bayangan tinggi besat menghadang pandangan aku. Untuk pertama kalinya aku melihat satu sosok yang selama ini banyak di bicarakan dan langsung dari mata kepala aku sendiri. Tidak banyak deskripsi yang bisa aku berikan disini karena sosok tinggi besar berwarna hitam. Bahkan karena sangat tinggi mungkin dia sampai tidak menunduk mengisi ruang di langit-langit.

Dengan pandangan penuh amarah dendam dan rupa yang memang sudah tidak bisa di jelaskan lagi. Saat itu bulu kuduk aku berdiri semua, seolah sudah melihat aku dari awal hingga perjalanan ke ruangan ini. Melihat aku dan memberikan senyum kecil sambil berkata” ngapain kamu disini, pulang sekarang”! Aku pun terbangun saat itu sudah pukul 10 malam, 2 pemuda datang menghampiri kantor kami. Pada waktu itu kantor kami sempat mengadakan event kecil-kecilan untuk umum di halaman depan kantor macam garage sale gitu. Dimana kami tidak ikut andil besar dalam acara tersebut, hanya sekedar provide konsep acara dan tempat, sisanya adalah partisipasi dari orang luar untuk meramaikan acara.

Beberapa terpal sudah terpasang dan stand-stand di area booth sudah siap semua untuk di dekor masing-masing peserta garage sale. Tentunya hari yang sungguh melelahkan untuk kita semuanya yang sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk event itu dan dalam kejadian itu aku akan mengambil sudut pandang dari orang lain yang datang untuk mengisi acara dan bukan dari aku atau teman-teman aku. Sebuta saja 2 orang tadi bernama Nadine dan rico. Ini salah satu event kamu, dimana mereka sengaja memang untuk loading barang waktu malam hari supaya besoknya tinggal dekor saja di arean stand mereka.

Di tarohnya barang-barang mereka di ruangan yang sudah di sediakan untuk para peserta. Kesan pertama saat memasuki kantor kami memang biasa saja, tidak ada yang aneh, akan tetapi merasa agak panas saja. Tidak berpanjang lebar cukup 2 orang ini datang ke kantor kami lalu pamitan pulang. Karena mereka tidak berfikir tentang apapun mereka santai saja melewati sosok tersebut. Dan kisah selanjutnya di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here