Kisah Keledai dan Kuda

0
34

Suatu ketika, Di sebuah desa yang sejuk hiduplah seorang raja yang kaya raya, ia memiliki seekor kuda dan seekor keledai. kedua hewan tersebut hidup secara berdampingan. Keduanya diasuh oleh sang raja. setiap hari sang raja selalu memandikan si kuda dan memberinya makan. Namun sang raja memperlakukan sang keledai berbeda dengan saat memperlakukan si kuda. Hal ini membuat si keledai merasa iri dengan kehidupan si kuda. Si keledai sangat iri karena si kuda selalu ditempatkan dikandang yang bersih, diberi makanan yang enak, selalu di mandikan, dan si kuda juga tidak pernah disuruh bekerja keras.

Sedangkan ia sendiri harus selalu bekerja keras setiap hari, ia harus mengangkat barang bawaan yang banyak, harus menarik gerobak yang berat, ia tak pernah dimandikan oleh tuannya, hanya diberi makan seadanya, dan ia juga ditempatkan di sebuah kandang yang kotor karena sangat jarang kandang keledai dibersihkan.

Suatu hari di pagi yang cerah si keledai sedang jalan-jalan menyusuri desa, ketika melihat suatu tempat yang asyik ia memutuskan untuk berhenti dan melihat pemandangan yang indah. Sambil menikmati pemandangan yang indah ia melamun dan meratapi nasibnya “Enak benar ya,, jadi si kuda,, hidupnya nyaman, enak dan tenang”, gumam si keledai dalam hati.

“Ia tidak pernah di suruh-suruh untuk bekerja yang berat-berat, sedangkan aku selalu terus di suruh kerja berat. Hidup ini seperti tidak adil”, gumamnya lagi dalam hati.

Sementara itu di waktu yang sama si kuda sedang di mandikan oleh majikannya di depan rumah, si keledai yang baru pulang dan melihat si kuda dimandikan oleh majikannya merasa iri dan berkata, “Tuan,, kenapa hanya si kuda saja yang selalu dimandikan, kenapa saya tidak,? padahal kita berdua sama-sama di pelihara oleh tuan.” tanya si keledai kepada majikannya.

“Kau jangan berkata seperti itu wahai keledai,, aku memperlakukan hal yang sama kepada setiap peliharaannku, hanya saja perlakuannya berbeda”. jawab si majikan.

“Berbeda gimana?. bukankah engkau selalu meng-anak-emaskan si kuda dan menganggap aku seperti halnya budak yang slalu engkau suruh-suruh”, ujar si keledai.

Namun si majikan tidak menjawab pertanyaan terakhir dari si keledai, percakapan antara si keledai dan si majikan pun telah usai saat si majikan selesai memandikan si kuda dan ia bergegas masuk ke dalam rumah. Lalu tiba-tiba si kuda berkata kepada si keledai, “Hey keledai, sudah lah engkau jangan banyak mengeluh,, nikmati saja hidup ini”. setelah itu si kuda pergi ke dalam kandangnya begitu pula dengan si keledai.

Pada suatu hari yang cerah, si keledai menghampiri si kuda di kandangnya. Si keledai mengeluh dan berkata kepada sikuda.
“Hey kuda, Mengapa hidupmu sangat enak ?, tanya keledai.

“Enak gimana wahai keledai?” tanya kuda.

“hidupmu sangat enak, penuh perhatian dari si tuan kepadamu. Kau ditempatkan di kandang yang bersih dan diberi makan yang enak. Sedangkan aku diberi makan seadanya dan ditempatkan dikandang yang kotor. Selain itu pula setiap hari aku harus berkerja keras. Sebenarnya aku sangat iri kepada mu kuda!!!”

“Owh seperti itu”. Ujar si kuda,

“Wahai kawanku, Keledai, sebenarnya kau tidak tahu. Kamu lah yang paling beruntung di dunia ini di bandingkan dengan ku. kau hanya melihat kehidupan ku disini saja, kau tidak melihat kehidupanku diluar sana yang penuh resiko” jawab si kuda.

Si keledai pun menjadi heran apakah benar sikuda mempunyai beban resiko yang berat, yang ia ketahui adalah sikuda selalu dirawat dengan sangat baik oleh Si tuan.

“Maksudmu sangat beresiko bagaimana kuda?, aku benar-benar tidak paham apa yang kau katakan” si keledai bertanya kembali kepada sikuda

“Jadi begini keledai,,hidupku penuh resiko bahkan aku bisa terluka parah dan bisa mati kapan saja. Hal itu bisa terjadi saat perang, ketika si tuan naik diatas punggungku dengan bersenjatakan lengkap. Apa bila musuh lebih kuat, aku bisa saja terluka parah dan bahkan mati di medan perang.” Jawab sikuda.

Mendengar penjelasan dari si kuda, si keledai akhirnya sadar bahwa selama ini ia salah menilai si kuda. Ternyata ia nasibnya jauh lebih baik dari si kuda.

“Owh seperti itu, ya Ampun aku bener-bener gak nyangka jika beban hidupmu begitu sangat berat, aku minta maaf kuda telah salah menilaimu dan iri dengan kehidupanmu,, harusnya aku bersyukur dengan kondisi hidupku yang sekarang”, ujar si keledai.

“Iya gapapa keledai, aku paham kok, soalnya kamu hanya tau kehidupanku disini saja yang memang aku penuh perhatian dari si tuan.. namun diluar sana beban hidupku sangat berat, jadi kau harus berysukur keledai”, jawab si kuda.

Akhirnya si keledai dan si kuda pun sama-sama memahami nasib masing-masing, mereka berdua kembali hidup rukun dan damai.. si majikan pun akhirnya memperlakukan hal yang sama kepada keledai. ia memandikan dan memberi makan yang enak kepada keledai.. sekian…

Hikmah dari cerita ini adalah tetaplah bersyukur dengan yang kita miliki, terkadang kita melihat kehidupan orang lain jauh lebih beruntung dibandingkan dengan kehidupan kita. Padahal kenyataannya bukan seperti. Dan selain itu, pasti ada banyak orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Jadi kita wajib bersyukur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here