Kaos Kaki Bolong

0
97
kisahinspirasi.com

Inilah kisah seorang ayah yang sangat terkenal kaya raya, akan tetapi ayahnya itu sedang sakit sangat parah. Sang ayah pun sudah mengidah sakit sangat lama dari beberapa tahun yang lalu. Anak-anaknya itu merupakan anak-anak yang selalu di manja kan oleh ayahnya dengan berbagai macam fasilitas. Bahkan di antara mereka ada yang bersekolah di luar negeri dalam menempuh pendidikannya. Anak-anaknya kini sudah dewasa dan bekerja semua, namun di sayangkan anak-anaknya itu kurang menghargai yang namanya kerja keras.

Semenjak kecil mereka sama sekali tidak pernah merasakan hidup susah bahkan sebaliknya apa saja yang mereka ingin kan selalu ada. Selain itu tidak jarang mereka melupakan ibadah karena sibuknya aktifitas dan sibuk belanja seharian. Melihat hal itu ayahnya yang sedang sakit pun merasa sangat kawatir dan sedih. Sosok sang ayah merupakan sosok yang begitu baik dan dermawan terhadap semua orang meskipun orang yang kecil. Ayahnya pun memberikan wasiat kepada anak-anaknya sebelum dirinya di panggil oleh Allah yang maha kuasa dan bahkan sebelum meninggal ayahnya ada sebuah permintaan untuk anak-anaknya.

Begitu mendengar hal tersebut seketika anak-anaknya kaget dan penasaran terhadap wasiat yang di sampaikan oleh ayahnya itu. Dahulu pada saat ayahnya masih hidup sangat susah bahkan uang pun tidak punya. Saat pertama kali ayahnya berjuang keluarga ayah nya adalah keluarga yang sangat miskin, jangan kan menyekolahkan anak-anaknya dengan pendidikan tinggi untuk makan pun sangat sulit. Maka karena hal itu lah sang ayah berusaha untuk merubah nasibnya. Dan dia pun berharap kelak kehidupan anak-anaknya lebih baik daripada kehidupan dirinya.

Sang ayah pun menitih karirnya jatuh dan bangun, namun ada satu barang satu-satunya yang tidak pernah ia lupa gunakan yaitu kaos kaki yang sudah bolong pemberian ibunya. Kaos kaki tersebut merupakan saksi bisu perjuangan sang ayah dalam mencapai kesuksesannya, sang ayah pun tidak mempunyai kaos kaki lain selain kaos kaki bolong itu. Menurut ayahnya jika dia tidak menggunakan kaos kaki maka kaki nya akan lecet sedangkan sepatu yang dia kenakan sudah sangat tipis dan tidak layak pakai lagi.

Sampai akhirnya perjuangan sang ayah pun membuahkan hasil, dimana beliau menjadi pengusaha yang cukup sukses. Namun karena usia yang sudah senja ayah nya pun sudah mulai sakit-sakitan. Sampai di akhir sebelum ajalnya menjemput sang ayah mempunyai wasiat untuk anak-anaknya, dimana wasiat itu berisikan tentang beliau ingin di pakai kan kaos kaki bolong kesayangan meski dia sudah meninggal. Karena menurut ayahnya kaos kaki bolong itu saksi ketika ayahnya merintis usaha. Dan ayah nya minta kaos kaki bolong itu di kenakan bila ayah di kubur nanti.

Tidak lama berselang ayah nya pun meninggal. Pada saat jenasahnya sedang di urus oleh anak-anaknya dan ketika akan di kafanin, anak-anaknya minta ustadz agar almarhum di bolehkan dan di ijinkan memakai kaos kai yang bolong itu sesuai wasiat sang ayah. Namun permintaan anak-anaknya itu di tolak mentah-mentah oleh ustadz tersebut. Ustadz pun member penjelasan jika secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan di pakai kepada mayat.

Seketika terjadilah perdebatan antara anak-anaknya karena ingin memakaikan kaos kaki yang robek dan pak ustadz pun melarangnya. Bahkan kejadian itu tidak ada titik temunya, maka di panggil lah penasehat sekaligus notaries keluarga tersebut. Sang notaries menyampaikan surat wasiat yang akan di bacakan oleh anak-anak almarhum. Kemudian notaries langsung membacakan surat tersebut. Menurut notaries coba kita buka surat wasiat ini siapa tahu ada petunjuk dari surat ini. Dan di buka lah surat wasiat itu, surat tersebut berisi anak-anak ku pasti sekarang kalia sedang bingung karena dilarang memakaikan kaos kaki bololng kepada jenasah ayah. Disini lihatlah anak-anak ku kalian tahu harta ayah sangat banyak, uang, mobil pun banyak, tanah, kebun, sawah, rumah mewah, namun tidak ada artinya ketika ayah sudah meninggal dunia.

Dan kalian pun melihat dengan mata kepala kalian sendiri bahkan kaos kaki bolong saja tidak boleh di bawa mati. ayahnya pun mengatakan bahwa begitu tidak berharga nya harta dunia kecuali iman dan amal kebaikan kita. Anak-anaku inilah yang ingin ayah sampaikan pada kalian semua, ayah ingin kalian tidak tertipu dengan dunia yang hanya sementara. Karena sebetulnya pada akhirnya hanyalah iman dan amal shalih yang kalian bawa. Salam sayang pun tertulis dari sang ayah.

Seketika anak-anknya meneteskan air mata mereka. Mereka sangat terharu atas wasiat ayahnya itu karena wasiat itu sangat menyentuh hati anak-anknya. Dan sampai di akhir nya jenasah sang ayah pun mulai di kafanin dan mulai di makam kan. Dan sejak saat itu anak-anaknya mendapat pelajaran yang cukup berharga dalam hidup mereka.
Pesan dari cerita ini adalah jangan lah kita mengutamakan dunia yang Cuma sementara, namun kita harus mengutamakan akhirat karena keabadian sebenarnya ada di akhirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here