Kamu yang Sudah Tua Tontonlah! Ini 5 Ke-su’udzon-an Orang Tua ke Anaknya

0
12

Ada dua jenis prasangka di kehidupan kita. Prasangka baik dan prasangka buruk. Sayangnya, sebagian besar orang lebih sering berprasangka buruk daripada berprasangka baik.

Khususnya para orangtua di Indonesia. Mereka sering banget menghubung-hubungkan satu kebiasaan dengan hal lain yang kadang kalau kita pikir ulang nggak ada sangkut pautnya.

Seperti saat kita mengalami hal-hal berikut ini nih!

1. Senyum-senyum sambil lihat HP = punya pacar

Entah mendapat rujukan darimana, saat ibu melihat kita yang sedang mainan HP terus senyum-senyum sendiri diartikan sebagai tanda kalau kita udah punya pacar.

“Ciye-ciye, dapat chat dari pacar. Senyum-senyum terus. Di-chat apaan sih?”

Aduh, emak nih, kadang suka lupa kalau anaknya ini masih jomblo. Padahal kan, senyum-senyum waktu lihat HP bukan berarti dapet chat dari pujaan hati, bisa juga kan pas kita-kita lagi lihat meme-meme lucu.

2. Pulang bawa mangga = mencuri mangga

Manusia adalah makhluk yang gampang banget ingat kesalahan orang lain tapi sulit mengingat kebaikan orang. Nah, hal itu ternyata juga berlaku pada orangtua kita.

Waktu kecil kita pasti pernah melakukan kesalahan kayak maling duit emak atau bapak, sayangnya aksi kita ketahuan dan berujung membuat orang tua kita jadi susah percaya sama kita.

Hal itu berdampak di kemudian hari. Saat kita pulang ke rumah dengan membawa makanan atau buah, seringnya buah sih.

Mungkin karena terlalu takut anaknya jadi pencuri buah, saat orangtua melihat kita bawa mangga atau buah apapun itu, kita langsung dituduh melakukan aksi pencurian buah.

Padahal yang sebenarnya terjadi, buah itu dikasih sama yang punya pohon.

3. Buka laptop = nonton drakor

Ini nih yang bikin tugas kuliah di rumah jadi nggak nyaman. Apalagi masa-masa pandemi yang semuanya serba di rumah dan membutuhkan teknologi seperti laptop.

Baru buka laptop eh ibu udah manggil-manggil sambil bilang “ya ampun, punya anak tiap hari kerjanya nonton drakor mulu”, padahal kan kita mau bikin tugas bukan mau nonton drakor.

Yah meski emang tuduhan itu bukan tanpa dasar sih, kadang karena memang kebiasaan nonton drakor kita yang udah terlalu parah, jadi nggak heran kalau ibu suka ngomel-ngomel waktu kita buka laptop. Akibatnya, ibu jadi nggak percaya waktu kita buka laptop buat nugas.

4. Sakit mata = main HP/main PS

“Mak mataku sakit mak.”

Ekspetasinya dapet respon “Aduh, ayo sayang ke dokter”
Realitanya, “HP teroooosssss!” “PS terooooosss”

Yah kurang lebih seperti itulah gambaran orangtua kita saat kita mengeluhkan tentang mata kita yang sakit. Mungkin hal ini dikarenakan kita yang memang terlalu sering bermain dengan gadget kita dibandingkan dengan membantu orang tua. Tapi, bukan berarti bisa jadi pembenaran buat dituduh kalau penyebab mata kita sakit itu karena kita yang keseringan main HP sama PS kan.

Mata sakit kan bisa disebabkan oleh banyak hal, kayak virus, bakteri, kelilipan atau alasan-alasan lainnya.

Tapi, gimana lagi, orangtua kita sudah terdoktrin kalau sakit mata = main HP / main PS terlalu sering.

5. Bersin-bersin dan pilek = Minum Es

Entah dapet inspirasi darimana, orangtua kita, khususnya emak selalu menghubungkan kita yang bersin-bersin dan pilek dengan minum es.

Kita lagi batuk, emak langsung teriak “es teroooss”, padahal kita batuk karena keselek. Kita bersin-bersin, emak teriak lagi “es terooss”, padahal bersin-bersin karena ada debu. Dan terakhir, saat kita pilek, emak akan langsung ngoceh kalau kita kebanyakan minum es.

Padahal kan, penyebab pilek itu ada banyak, nggak melulu karena kita minum es. Pernyataan emak yang satu ini merugikan kita banget nggak sih?

Nah gaes itu tadi adalah ke-su’udzonan orangtua kepada kita yang sering terjadi. Yaaah, meski emang kadang suka kesel kalau dituduh yang enggak-enggak, tetep aja ya, diomelin soal hal-hal receh sama orangtua itu momen yang seru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here