Kamu Sering Keringatan? Baca 8 Fakta Unik Keringat Ini Untuk Menanggulanginya

0
75

Ketika melakukan kegiatan fisik tubuh akan mengalami keringat. Mungkin banyak dari kita yang nggak peduli dengan hal tersebut karena berkeringat adalah hal lumrah yang dialami semua orang. Ternyata keringat menyimpan fakta-fakta unik yang nggak semua orang tahu lho! Berikut ulasannya.

Keringat bisa keluar ketika sedang menahan rasa sakit

Keringat merupakan hasil dari proses sekresi tubuh. Namun menurut penelitian, sekitar 3% orang di dunia mengalami hiperhidrosis. Hiperdosis adalah kondisi peningkatan produksi minyak akibat kelenjar keringat yang overaktif. Ini terjadi ketika kita sedang menahan sakit. Kemudian, biasanya ketika menginjak masa remaja bagian tubuh yang dipenuhi keringat adalah ketiak, wajah, telapak tangan, tangan, telapak kaki, dan kaki.

Keringat mempengaruhi kebugaran tubuh

Keringat ternyata juga bisa menjadi tanda tingkat kebugaran tubuh Kamu lho! Air keringat juga berfungsi mendinginkan tubuh, sehingga tubuh nggak sampai over heating alias panas berlebihan. Coba saja lihat para atlet yang terlihat bugar, ini karena mereka sering berkeringat setelah olahraga dibanding orang pada umumnya. Namun yang perlu diingat, jangan berasumsi jika orang yang berkeringat itu selalu sehat ya.

Keringat pria lebih banyak daipada wanita

Seperti yang kita tahu jika pria memang sering berkeringat daripada wanita. Tubuh pria rata-rata memproduksi keringat empat kali lebih banyak dari wanita. Diantara faktor yang mempengaruhinya yaitu ukuran tubuh pria yang lebih besar sehingga permukaan kulitnya lebih luas, ditambah lagi hormon yang ada pada tubuh pria juga turut mempengaruhi.

Kelenjar keringat berbeda-beda

Kelenjar keringat dinamakan ekrin. Ekrin berfungsi memproduksi keringat yang sebagian besar mengandung air, garam, lemak, protein, dan asam sekitar 1% hingga 2% saja. Kelenjar tersebut terdapat di semua bagian tubuh manusia, namun yang paling banyak adalah di bagian wajah, tangan, dan kaki. Selain ekrin, ada juga kelenjar keringat apokrin. Apokrin biasanya memproduksi kelenjar keringat lebih sedikit misalnya pada folikel rambut seperti kulit kepala dan ketiak.

Keringat bisa menjadi tanda Kamu sedang stress

Selain melakukan aktivitas fisik, stress ternyata juga memicu keringat. Tubuh akan menghasilkan dua kali lipat keringat lebih banyak ketika kita mengalami stress. Stress yang dimaksud juga termasuk kondisi tubuh yang tegang. Pernah kan mengalami gugup atau panik yang berujung mengeluarkan banyak keringat di tubuh.

Bau pada keringat

Sebenarnya bau keringat dihasilkan karena hasil pencernaan mikroorganisme yang ada pada tubuh. Bakteri inilah yang menyebabkan bau keringat jadi apek. Bakteri-bakteri tersebut banyak menempati bagian tubuh yang terjepit seperti kulit kepala, ketiak, dan selangkangan.

Keringat pedih di mata

Kandungan garam pada keringat ternyata bisa menyebabkan pedih jika terkena mata sehingga menyebabkan mata jadi iritasi. Hal ini didukung oleh pernyataan Mary Beth Brown, Ph.D., seorang asisten profesor dari Indiana University. Tapi tenang aja, keringat tersebut ngak sampai mencelakai mata kita kok, cuma iritasi ringan seprti rasa pedih sementara.

Deodoran menyamarkan bau, antirespiran menutup pori-pori

Fakta terakhir berikut mungkin yang paling mengejutkan. Ternyata Guys, selama ini kita salah jika beranggapan deodoran bisa menghilangkan bau badan akibat berkeringat lho! Memang sih bau keringat kita agak tersamarkan oleh bau wangi yang dihasilkan deodoran. Faktanya, antirespiran lah adalah yang berguna untuk menutup pori-pori sehingga keringat nggak keluar begitu banyak. Antirespiran mengandung aluminium zirconium dan aluminium klorida yang memberikan aroma segar.

Itulah fakta unik keringat yang jarang kita ketahui. Dengan mengetahui informasi tersebut jadi tahu kan sebenarnya keringat itu nggak bau, hanya saja karena bakteri yang bersarang di tubuh Kamu jadi bikin bau deh. So, harus rajin mandi dan bersihin tubuh ya supaya tetep wangi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here