Kami Kangen Sama Mbah Part 9 : Jika Ingin Bermain Dengan Aku Jangan Keluargaku

0
100
yukepo.com

Pukul 05.00 istri pun membangunkan aku dan meminta aku agar aku menelpon bapak mertua agar menjemputnya dan beberapa hari akan tinggal di Jakarta sampai keadaan tenang. Aku pun menelponnya dan bapak menyanggupi sesegera mungkin dan menuju ke karawang. Lalu aku bertanya bagaimana dengan kerja istri aku? Istri pun menjawab jika nanti dirinya yang member kabar dan meminta izin cuti dadakan karena ada keperluan keluarga yang harus di hadiri. Setelah semuanya selesai kami perbincangkan, maka aku menuju pulang ke rumah untuk bersiap-siap berangkat bekerja. Saat itu mau pamit mbah sama mbok masih pulas tidur bersama dengan shaka di tengah-tengah mereka. Aku pun terharu karena mereka sangat baik sekali padahal bukan siapa-siapa tapi tidak sungkan membantu.

Dengan langkah cepat aku menuju rumah dan memeriksa keadaan rumah dan sesampainya di rumah aku langsung menuju kamar tidur kami. Kemudian aku melihat lemari yang terbuat dari jati berisi baju kami hampir penuh yang tadinya menempel dengan tembok telah bergeser sekitar hampir satu ubin ke depan. Saya coba untuk mendorongnya sekuat tenaga dan ternyata tenaga aku pun tidak kuat untuk menggesernya. Namun saat itu aku langsung mandi dan bersiap-siap berangkat kerja, namun sebelum aku berangkat aku berbicara sendiri. Jika ingin bermain main saja dengan aku jangan keluarga aku, ucap aku. Namun tidak lupa aku mengambil beberapa pakaian berikut semua perlengkapan istri solat dan alat komunikasi yang tertinggal karena sebuah kepanikan dari istri di malam sebelumnya. Aku berjalan agak cepat ke rumah mbah untuk memberikan barang-barang istri yang sudah aku persiapkan dan tidak lupa pula aku titipkan kunci kendaraan.

Hanya sebentar saja aku menemui istri dan anak aku karena aku terburu-buru untuk bekerja. Di jam makan siang istri aku member kabar bahwa mereka sudah menempuh perjalanan menuju Jakarta dan jika aku pulang nanti jangan lupa mampir ke rumah mbah atau warung uduk milik mbah. Tidak terasa hari sudah pukul 16.30 bel pun berbunyi menandakan jam untuk pulang. Tidak terasa aku pun membereskan meja kerja dan buru-buru langsung pulang karena angkutan umum di daerah tempat kerja aku sangat jarang atau ada beberapa saja yang lewat. Kami pun pulang bersama dan sesampainya di kontrakan aku pun mengajak pak ardi untuk mampir bentar, dia pun mengiyakan ajakan aku baru mau membuka pagar. Kunci yang aku titipkan mbah tadi Karena aku belum membuatkan kunci cadangan untuk istri aku.

Lalu aku pun meminta izin sebentar agar pak ardi menunggu sebentar dan mempersilahkan duduk di teras rumah sementara aku mengambil kunci ke rumah mbah. Pak ardi pun sempat menawarkan agar memakai kendaraan nya. Tapi aku tolak karena jarak ke rumah mbah lumayan dekat. Aku pun berjalan dan ternyata ada mbah yang sedang duduk santai di halaman rumahnya. Sesampainya di rumah kontrakan, aku melihat gelagat aneh dari pak ardi yang seperti sedang mencari sesuatu dengan cara mengintip ke dalam rumah aku. Sesampainya di rumah tampak mbah mungkin menunggu aku di depan rumah dengan tertutup sarung di seluruh tubuh nya. Saat itu mbah menanyakan aku berada dimana? dari rumah teman mbah, ucap aku pada mbah. Sudah tiga kali mbah bolak balik menunggu aku karena takut terjadi apa-apa pada diri aku. Aku mengatakan agar mbah jangan repot-repot. Seketika mbah bilang jika dirinya ingin menginap dan menemani aku dan aku berkata bagaimana dengan mbok yang sendirian.

Mbah pun mengatakan jika sebentar lagi mbok akan datang ke sini. Aku pun tenang saat mbah mengatakan mbok akan datang juga. Tidak lama mbah menanyakan apakah aku sudah makan? Namun saat itu aku belum makan dan tidak mampir beli makanan. Ketika aku akan keluar membeli makanan mbah pun mengatakan tidak usah membeli makanan karena mbok sudah siapkan untuk aku.

Maka dari itu aku pun tidak jadi pergi keluar mencari makanan. Mbah pun saat itu meminta tolong pada aku untuk menelponkan istri karena katanya kangen dengan cucu mbah. Tadi siang lagi seneng-seneng nya mbah ngemong malah sudah mau di bawa jalan-jalan sama kakeknya. Intinya istri dan anak merasa nyaman di Jakarta bersama dengan mertua. Setelah selesai menelpon, lalu si mbok datang dan kami makan bersama juga tidur bersama di ruang tengah. Namun ada keisengan aku untuk browsing tentang benda apa saja yang harus aku sediakan untuk melakukan pembuktian tentang makhluk yang selama ini tidak pernah aku yakini dengan akal sehat aku selama ini. Seketika aku pun kaget ternyata yg di butuhkan hanya ini saja. Akhirnya aku niatkan untuk mencari nya di pagi esok hari. Ceritanya berlanjut di part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here