Kami Kangen Sama Mbah Part 7 : Kamu Boleh Di Sini Asal Jangan Ganggu Anak Aku

0
85
yukepo.com

Aku pun memanggil hantu kecil itu dan aku mengatakan jangan hanya main di belakang tapi di depan aku saja. Cukup lama akumembuka mata dan tiba-tiba aku di datangi seorang cewek berparas benar-benar cantik, berpakaian putih dan tubuhnya wangi seperti harum bunga melati. Aku pun bertanya siapa dirinya? tapi sosok itu hanya tersenyum-senyum saja. Namun wanita cantik itu tetap berjalan keluar dan tetap member sinyal untuk mengikuti dirinya. Entah kenpa kaki aku pun seakan refleks berjalan mengikuti arah cewek itu pergi. Aku melihat di ruang tamu mendapati bapak mertuaku sedang tidur pulas sampai-sampai suara pintu yang aku buka tidak terdengar oleh dirinya.

Cewek itu pun tetap member sinyal supaya aku terus melangkah mengikuti dia pergi dan melewati samping rumah yang terdapat jalan atau gang kecil menuju ke rumah mbah lalu kami terhenti di sebuah gubug kecil yang berada di kebun bambu. Tampak seorang anak kecil kira-kira berumur 4 atau 5 tahun yang sedang asik bercanda dengan seorang bayi yang terbalut kain berwarna putih yang mungkin dia sedng kedinginan sambil memainkan mainan mobil-mobilan yang berada di tangannya. Lalu aku pun duduk di sebuah bangku yang terbuat dari kayu sambil mengajak anak kecil ini mengobrol. Ketika itu ada anak kecil yang sedang menjaga adiknya hingga adiknya pun betah dan tidak menangis. Akan tetapi anak itu hanya terdiam dan memandang aku tajam.

Dalam hati aku berfikiran aneh sekali anak ini di ajak bicara tapi malah melotot. Tapi tidak lama anak ini berbicara bahwa mobil-mobilan dedek waktu itu tertinggal. Dan dia pun bilang jika aku punya ade yang sudah bisa main mobil-mobilan. Kembali lagi aku menanyakan nama anak itu dan kembali lagi dia terdiam lau berlari kea rah cewek yang sedang berdiri di dekat pohon mangga. Tidak lama wanita itu menyuruh aku membuka kain putih yang menutupi wajah bayi itu. Aku pun membuka kain yang menutupi wajah bayi itu dan dengan perlahan dengan maksud supaya dia tidak terbangun dari tidurnya. Aku pun bertanya kenapa anak nya anteng dan seketika aku terkejut saat aku membuka kain itu dan ternyata itu adalah anak aku sendiri yang bernama shaka lalu aku pun emosi. Saat itu aku mengeluarkan kata-kata kasar karena mereka berani membawa anak aku.

Namun lagi-lagi mereka hanya melihat aku dengan pandangan tajam dan sama hal nya dengan anak kecil itu. Aku pun mengatakan semakin keras dengan mencari sebuah ranting namun tetap dia hanya diam dan terus melihat aku dengan pandangan tajam. Setelah itu aku menghampiri wanita itu berdiri namun ketika aku membuka mata dan terdiam sejenak sambil melihat ke kiri dank e kanan sambil meraba-raba di sekitar aku terbaring. Ketika itu rasa empuk yang aku rasain dan ternyata aku masih di tempat tidur aku dalam keadaan diam karena memikirkan kejadian tadi. Spontan aku memanggil anak aku dan langsung berlari menuju kamar untuk memastikan bahwa shaka tidak kenapa-kenapa. Aku keluar kamar tempat dulu lilies tidur dan melihat bapak mertuaku yang terbangun untuk membuat kopi. Aku tidak menyapa nya karena fokus dengan keadaan anak aku. Namun saat itu aku melihat anak aku masih tertidur pulas. Namun yang menjadi pertanyaan besar aku kenapa bapak masih tidur pulas bukannya tadi aku melihat bapak sedang membuat kopi.

Tidak lama terdengar suara pintu tertutup dari arah kamar lilies yang aku tiduri tadi. Spontan aku segera menghampiri nya. Namun saya kembali menuju kamar lilies untuk kembali tidur dan waktu menunjukan pukul 03.40 masih seperti tadi karena masih dan masih sangat penasaran aku kembali berkata siapa sih sebenarnya unyil itu? Pukul 04.20 suara tangisan anak aku terdengar kencang, mendengar itu aku masih terbaring santai di tempat tidur karena aku berfikir shaka lapar dan mau minta ASI pada ibunya. Pukul 04.56 shaka pun tetap menangis dan dia menangis cukup lama dan aku pun menuju kamar untuk melihat keadaan, tampak istri aku menggendong shaka untuk sekedar mendiamkannya.

Pukul 05.05 saku pun berlari untuk mencari ustadz namun aku pun bingung akan cari kemana ustadz itu. Lalu terpikir oleh aku untuk pergi ke rumah mbah saja untuk tanya rumah tinggal ustadz di daerah sini. Pukul 05.23 mbah menemui seorang ustadz yang sedang ada di masjid lalu tidak lama mereka mengajak aku untuk menuju kontrakan dan menyuruh aku untuk membeli sebotol air mineral. Ketika tiba di rumah masih terdengar shaka dalam posisi menangis yang sama dan tampak mbok sedang membacakan surat yasin di sebelah shaka. Posisi menangis sambil tertidur tanpa air mata. Lalu ustadz meminta air mineral yang aku bawa lalu menggendong shaka sambil menggendong dan memegang sebuah botol air mineral. Dia seperti membacakan sebuah dia lalu sesekali meminta tolong kepada istri untuk mengeluskan air itu ke kening shaka.

Tidak butuh waktu lama namun hanya itungan menit saja shaka akhirnya bangun dan kembali menangis lalu ustadz meminta istri untuk memberikan air itu pada shaka. Ceritanya bersambung di part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here