Kami Kangen Sama Mbah Part 6 : Kuli Time Bagian 2

0
92
yukepo.com

Saat itu aku pun mencari kepiting kecil yang hidup di air tawar, namun istri aku menganggap jika aku iseng dan memang lama aku mencari binatang seperti itu. Dan ternyata aku mendapat 3 ekor di pembatas antara kolam dan sawah daerah purwakarta. Aku yakin jika makhluk seperti itu menyukai mainan seperti itu. Istri pun mengatakan jangan berbuat yang aneh-aneh apalagi dengan makhluk goib. Aku pun tidak percaya dan mengganggap hanya sebagai mitos saja. Dan aku pun bilang jika makhluk itu berani mengganggu anak aku, aku akan melawannya. Di pukul 18.40 kami pun sampai di rumah lilies dan kami sempat mampir ke rumahnya untuk menumpang solat magrib lalu setelah itu kami pamit pulang. Dan di pukul 19.15 kita menuju perjalanan pulang dan aku teringat kejadian yang masih membuat penasaran sewaktu aku memakan kue yang di bawa audri tapi tidak ada rasanya.

Lalu aku mampir ke minimart yang searah dari perjalanan kami pulang dan membeli jenis bahkan merk yang sama. Aku perlu bukti dan kata orang jika makanan tidak berasa atau hambar itu pasti di makan setan. Sekali lagi aku pun menjawab aku perlu bukti. Aku pun berkata dalam hati jika aku butuh bukti. Pukul 20.49 kami pun sampai di rumah dan benar saja kepiting tadi tidak ada atau hilang. Seketika aku penasaran dan aku menanyakan kepada istri. Ternyata kepiting itu sudah di buang oleh istri aku dan istri aku mengancam akan pulang ke bandung jika aku tidak menurutinya. Setelah di dalam anakku di jaga oleh mbok dan istri memanggil aku dan mbah untuk membicarakan sesuatu. Istri pun menjelaskan jika aku mencari kepiting kecil buat mincing makhluk kaya gitu. Lalu mbah pun bertanya apa untung nya buat aku? mbah pun mengatakan jangan suka memancing-mancing makhluk seperti itu bisa-bisa nanti aku yang rugi sendiri.

Aku pun menjelaskan jika aku hanya ingin membuktikan sesuatu saja. Seketika istri memotong pembicaraan aku dengan mengatakan jika tidak perlu bukti-bukti. Aku pun mengatakan bingung kepada mbok karena perlu waktu juga jika mencari benar-benar telaten. Akhirnya mbah dan mbok menawarkan untuk mengasuhnya dan jika di berikan ke orang takutnya tidak telaten rawatnya, aku pun mengatakan jika mbok dan mbah kan sudah menganggap cucu sendiri. Aku pun bilang aku tidak mau membuat repot mbok dan mbah karena aku tahu jika mbok harus jualan nasi. Tapi mbok pun menjawab jika tidak apa-apa dan mbok bilang lebih baij mereka repot daripada anak kami kenapa-kenapa di tangan orang. Mbah pun menyambung pembicaraan mbok jika tidak apa-apa karena mereka insya Allah akan rawat selama kami sedang kerja.

Aku pun menanyakan pada istri dan istri pun setuju-setuju saja dengan keputusan aku. Lalu si mbah sama si mbok pamit pulang karena memang hari sudah malam dan mereka menunjuk ke aku agar aku tidak main-main dengan mereka. Aku pun menjawab iya kepada mbah atas sarannya. Karena hari ini mertua aku akan datang menengok kami dan datangnya sekitar pukul 09.30 karawang. Tapi dalam pikiran aku bisa saja bus yang mengantar mertua aku bisa datang lebih awal atau mundur dari waktu perkiraan, maka kami bersiap-siap untuk menjemput di terminal bus dan berangkat pukul 09.00 dari rumah. Pukul 09.15 benar saja aku sampai terminal tampak bapak dan galang sudah menunggu kami di sisi jalan luar terminal. Tanpa masuk ke terminal kami pun langsung menyapa mereka untuk naik ke kendaraan kami dan langsung kami putar balik kembali menuju ke rumah.

Pukul 09.45 sesampai di rumah kami aku teringat bahwa kami belum membeli beberapa cemilan, kopi karena mertua peminum kopi yang berat dan makanan untuk kami makan siang nanti. Selagi mereka beristirahat dan galang sedang asik bercengkraman dengan anak kami. Aku pun pamit keluar untuk membeli keperluan itu. Dalam beberapa waktu atau jam ini aku belum mendapati sebuah kejanggalan apa pun hingga tiba waktu isya tiba. Tidak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 23.30 dan karena aku dan bapak keasikan nonton sampai-sampai kami tidak sadar bahwa galang sudah tertidur pulas di kursi dekat pintu dapur. Tanpa perintah aku pun berinisyatif untuk mengambilkan selimut untuk dia sebelum akhirnya aku himbau untuk pindah ke kamar tempat dimana dulu lilies tidur dan bapak pun sepertinya masih asik menonton. Akan tetapi aku ini sudah tidak bisa lagi kompromi dan akhirnya aku pamit untuk tidur duluan kepda bapak.

Pukul 02.25 tiba-tiba aku dan istri di kagetkan dengan suara tangisan galang yang sepertinya dia sangat ketakutan dan aku pun keluar dan benar saja aku melihat galang yang sedang di tenangkan oleh bapak. Galang pun menuju kamar yang di tiduri galang dan mematikan lampu di kamar itu seperti orang gila. Nah, cerita ini akan berlanjut ke part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here