Kami Kangen Sama Mbah Part 5 : Kuli Time

0
85
yukepo.com

Pukul 02.37 Ada yang membangunkan aku jika dirinya sangat takut. Saat itu aku berfikir siapa yang membangunkan aku di waktu malam-malam seperti orang yang tidak ada kerjaan. Saat itu aku di bangunkan dan di beritahukan jika ada orang yang masuk tapi baunya apek. Seketika melek tiba-tiba tenyata dani yang bangun seperti ketakutan gitu. Dan seluruh badannya berkeringat. Namun saat itu tidak ada yang mengaku siapa yang membangunkan dan saat itu pun aku bilang tidak usah bicara seperti itu, aku bukan lah orang yang mudah percaya sama hal-hal seperti itu. Aku pun bilang tidak mungkin ada orang mati hidup lagi. Namun ketika itu dia bersumpah jika dia sampai susah nafas dan ingin berteriak meminta bantuan pun sangat susah untuk membuka mulut. Dia pun mengatakan jika saat itu dia sangat ketakutan dan susah mengeluarkan suara.

Namun tidak lama aku bangunin pak asep dan alhamdulilah sambil membuka mata bercampur keringat dingin dan mula setengah pucat. Pak asep menceritakan jika dirinya mimpi ketemu anak kecil di belakang rumah ini tapi dia mau bawa aku loncat ke dalam sumur dan tanganya di tarik-tarik. Aku pun heran kerena yang satu di samperin dedemit dan yang satu lagi di bawa ke sumur. Aku pun heran kenapa mimpi nya sangat aneh. Akhirnya tidak lama aku menyuruh mereka semua tidur. Dan kami pun semua melanjutkan tidur kami hingga kami semua terbangun sekitar pukul 06.30 kami semua mandi secara bergantian lalu kami melanjutkan pekerjaan yang tentunya bertambah tenaga karena adanya aku yang membantu mereka. Dan hingga tiba pada pukul 12.14.

Tidak lama kami pun berangkat untuk membeli makan siang dan tidak lupa juga aku membeli sekalian untuk si mbok dan si mbah siapa tahu mereka senang jika aku belikan nasi padang. Setelah semua nya terbungkus dan aku pun mengajak dani untuk mampir sebentar ke rumah mbah dan kami pun melalui jalan pertama yang saya lewati kemarin sewaktu ke rumah mbah kemarin. Namun tidak lama entah ada pikiran dari mana aku kepikiran untuk mengerjai dani dan dani pun lari terbirit-birit sambil berbagi macam kata keluar dari mulutnya mengatai aku. Sampai di rumah kita langsung santap siang, sambil makan ternyata pak asep bercerita bahwa tida sewaktu kami pergi, mang Karim kembali di kerjai oleh sosok wanita yang sedang berdiri di ujung lemari baju kamar utama.

Pukul 18.02 semua perlengkapan dan barang-barang pun tersusun rapi dan kami pun istirahat dan kembali mandi bergantian. Aku pun langsung member kabar istri bahwa kita sudah menyelesaikan semua pekerjaan dan rumah pun siap di tinggali. Tidak ada kejadian janggal di mulai dari hari ini hingga ke eskokan harinya. Kami mengadakan syukuran, bahkan sampai tiba kami yaitu aku dan istri menempati rumah kontrakan sederhana ini. Kami tidak mendapati gangguan-gangguan dari yang namanya makhluk goib. Hape aku pun tidak lama bordering dan ternyata istriku menelpon. Pukul 12.00 aku pun segera pergi ke mesjid yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kerjanya. Setelah selesai solat, aku pun menghadap keatasan untuk meminta izini dan ternyata di acc. Pukul 14.08 aku pun segera pergi pulang menuju kontrakan karena penasaran dengan apa yang akan di bicarakan maka aku iseng-iseng untuk menelpon istri untuk menanyakan perihal itu.

Akan tetapi jawaban malah dia akan menjelaskannya di rumah saja. Pukul 14.46 si mbah darimana dengan si mbok di dalam hati aku bertanya dan menghampiri mereka. Dan sesampainya di rumah lilies pun sudah bersiap-siap untuk pulang kembali ke rumahnya yang berada di daerah purwakarta. Tanpa lama aku dan istri beserta anak langsung mengantar lilies pulang dan tidak lupa aku mampir ke tempat mbah berjualan nasi uduk untuk menitipkan kunci rumah dan seperti biasa tidak jarang mbah suka menginap di rumah kami jika kami sedang pulang ke bandung.

Kami pun bertanya apakah teh lis yakin akan pulang dan ia mengatakan dia yakin Karena dirinya takut. Dia takut ketika melihat sosok hitam dan kecil dengan rambut sama kukunya panjang begitu juga agak bau menyengat gitu. Aku pun bertanya apakah teh lis bisa melihat hal-hal seperti itu. Tapi menurut penjelasan teteh lis dia dalam keadaan setengah sadar dan dia sangat ingat persis bentuknya. Tapi saat itu aku bilang jika itu hanya mimpi saja. Namun teteh bilang jika mimpi kenapa hampir tiap hari. Aku pun sempat berkata aku tidak takut dengan hal-hal seperti itu namun istri aku mengatakan jika aku jangan takabur. Namun karena aku ingin membuktikan sesuatu maka aku mencari kepiting kecil karena menurut cerita hal-hal seperti itu suka sekali main binatang seperti itu. Cerita ini akan berlanjut di part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here