Kami Kangen Sama Mbah Part 4 : Audri Diantar Siapa Bagian 2

0
91
yukepo.com

Seketika aku meyakinkan tukang itu apa benar audri kemari. Mang karim pun yang tadi langsung mendekati audri, ucap nya. Saat itu mereka sedang pasang trails dan ada anak yang persis dia lihat di rumah aku waktu itu. Lalu ketika aku lihat ternyata mobil mainan audri di kembalikannya. Entah panic atau bagaimana, bukan nya aku menanyakan keluarga di bandung menggunakan hape aku, aku malah langsung berlari kea rah gang itu. Dimana gang itu menuju arah rumah mba hardjo. Aku pun berlari sambil mencari di sekitaran gang dan kebun.

Aku melihat ada mbah hardjo yang sedang asik duduk di sebuah kursi panjang yang terbuat dari bambu sambil membersihkan cangkul. Aku pun mendekati nya dan bertanya kepadanya. Saat itu juga aku menelpon istri untuk memastikan keberadaan audri, namun ternyata audri ada dan sedang di mandikan adik aku. bahkan mainannya pun ada. Saat itu aku pun berjalan dengan terpisah arah, mbah yang ke rumah di belakang dan aku ke komplek.

Pukul 16.30 aku pun kembali ke tempat aku bekerja dan sampai di sana pukul 16.56 karena aku berfikiran kalo aku mengkir dari izin aku tadi maka dari itu aku segera kembali sebelum atasan aku pulang dan aku menemui dia juga menceritakan kenapa aku datang tidak tepat dan jauh dari janji aku. Kita pun berjalan keluar ruangan bersama, aku menuju mess untuk merapikan barang-barang yang akan aku bawa menuju kontrakan. Pukul 19.30 aku berangkat menuju kontrakan dan membeli kembali beberapa bungkus mie instan, kopi dan tentunya rokok. Pukul 20.15 tidak sengaja aku bertemu mbah yang sedang mengayuh sepeda tua nya, seketika aku klakson dan aku tanya. Aku pun bertanya hendak kemana dirinya? Mbah pun bilang jika dirinya akan ke depan sebentar. Mbah pun mengatakan jika dirinya tadi ke rumah kontrakan aku tapi aku tidak ada. Mbah pun bilang jika aku tidak usah membeli makan karena si mbok sudah antar makanan ke rumah aku.

Sampai di kontrakan dengan agak mengerutkan wajah karena semua di luar rumah. Padahal ini kan sudah malam dan harusnya sudah istirahat saja di dalam, jika besok kecapean bisa berantakan semua. Kami pun semua masuk rumah dank arena kebertulan perut aku lapar lalu teringat jika mbok dan mbah mengirim makanan saya cari ke dapur tidak ada si mbok. Dan aku pun bertanya pada pak asep apakah mereka sudah pada makan? pak asep bilang jika mereka sudah membeli makan dari sisa uang eka membeli paku dan cat. Namun aku mengatakan apabila mereka masih lapar aku membawakan mie , kopi dan rokok untuk pak asep dan yang lainnya.

Pukul 20.45 tidak lama mbah datang dan aku pun menghampirinya. Aku pun menanyakan apakah mbah baru pulang? aku pun bilang darimana saja mbah malam-malam memakai sepeda? Mbah pun bingung dengan pertanyaan aku dan akhirnya mbah mengatakan apa maksud dari perkataan aku? mbah pun bilang jika dirinya dari tadi ikut bapak-bapk kumpul di masked belakang dan dirinya belum keluar kemana-mana. Aku pun heran tadi saat aku bertemu dengan mbah di jalan itu siapa? karena mukanya sama persis sama mbah. Aku sempat berfikir apa aku salah lihat saat itu. Namun yang aku heran dia mengenali aku dan aku pun melihat nya sama persis seperti mbah. Aku masih dengan penasaran siapa yang bertemu dengan aku tadi karena aku merasa aku memang bertemu dengan mbah saat di jalan itu. Dan tidak lama ada yang mengatakan jika disini ada hantu disini, ucap mang karim. Mbah pun mengatakan jangan berbicara sembarangan karena itu pamali. Di situ mang karim sangat-sangat keras kepala sekali dengan hantu. Mbah pun bilang jangan seperti itu meskipun percaya itu boleh tapi jangan terlalu percaya karena mereka itu sebenarnya ada di dekat-dekat kita, bener hantu itu ada tapi lebih tepatnya disebut jin.

Seketika aku menanyakan jika aku belum pernah melihat mbah dan mbah pun membawa pepaya dari kebun namun sayang tidak ada yang makan. Sekalian mbah mau pulang lagi karena mbok sendirian di rumah. Mbah pun buru-buru dan akhirnya aku memasak mie yang aku beli beserta pak asep dan lainnya. Selesai makan kira-kira pukul 21.45 kami membereskan makanan di piring masing-masing. Setelah makan sudah selesai kami pun beristirahat karena lelah dan kami pun mempersiapkan diri untuk aktifitas kami besok. Dimana besok kami semua harus kembali bekerja membereskan rumah yang hanya kami bereskan sekitar 60% saja. Dan ceritanya akan bersambung pada part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here