Kami Kangen Sama Mbah Part 2 : Proses Pindah Rumah

0
88
yukepo.com

Hari sabtu dan minggu adalah hari dimana aku memiliki banyak waktu di karenakan di hari tersebut merupakan hari kami para karyawan berlibur. Di hari tersebut biasanya aku rutin pulang ke bandung untuk berkumpul bersama keluarga di bandung. Sebelumnya pun aku sudah menghubungi keluarga kecil aku termasuk orang tua aku agar bersiap-siap karena kita semua akan melihat rumah yang akan aku tempati bersama istri begitu juga dengan si kecil. Aku sudah memiliki janji dengan pemilik rumah bahwa aku akan ke kontrakan bersama dengan keluarga. Sekitar pukul 07.00 pun aku sudah melakukan perjalanan ke bandung untuk menjemput mereka yang aku kira sudah menunggu kedatangan aku.

Pukul 10.30 Aku pun sampai di rumah seperti biasa kehadiran aku selalu di sambut oleh audri keonakan aku berumur 2 tahun yang memanggil aku om dari teras rumahnya. Begitu juga istri dan si kecil dan pastinya orang tua aku. Aku pun istirahat sebentar kira-kira 30 menit karena aku tidak mau pulang ke bandung sampai kemalaman. Pukul 11.40 kami pun berangkat, kemudian pukul 14.25 kami pun sampai di kontrakan itu. Tanpa panjang lebar dan banyak bicara akhirnya kami menyetujui untuk menyewa rumah itu selama 1 tahun dan si pemilik rumah pun pamit pulang sembari menyerahkan kunci kepada aku. Aku pun mengantarnya sampai depan pagar rumah dan aku berpapasan dengan mbah hardjo yang sedang mendorong sepeda tua nya kemudian kami pun mengobrol bersama untuk beberapa menit.

Aku menyuruhnya mampir ke rumah aku dan mbah pun menyapa aku. Dia pun bicara ternyata aku jadi ngontrak disini, dia berbicara sambil mendekati aku dan aku ajak masuk untuk aku perkenalkan kepada keluarga aku agar mereka tahu aku dapat info kontrakan dari mbah hardjo. Mbah hardjo mengatakan jika dirinya sehabis mencari kertas nasi untuk istri nya nanti jualan nasi, kebetulan saja habis, mbah pun sambil menunjukan bungkusan yang dia bawa. Saat aku kenalakan pada anak dan istri aku mbah pun mengatakan jika anak aku cakep. Mbah pun menyapa nya seakan ingin mengajak dia bermain dan menawarkan anak aku untuk di gendong. Namun saat bercengkraman dengan mbah tiba-tiba ponakan aku lari sambil memanggil seseorang. Dalam hati aku bertanya dengan siapa dia memanggil? kebetulan ibu aku yang kejar ponakan aku dan aku tidak langsung bertanya karena aku sedang bersama mbah waktu itu.

Otomatis aku jadi bingung dan heran kepada ponakan aku. Namun tidak lama mbah izin pulang dan menawarkan bantuan apabila nanti aku beserta istri akan pindahan dan membawa barang-barang mbah siap membantu dan jangan sungkan-sungkan untuk menyusul ke rumahnya. Sekitar pukul 18.46 setelah kami sekeluarga solat di masjid kami pun melanjutkan perjalannya pulang menuju bandung. Baru juga aku berniat mengunci pintu kontrakan aku mendengar suara kran air di dalam kamar mandi, seketika berfikir siapa yang menyalankan air kran? Aku pun masuk dan ternyata kran dalam posisi tertutup dan tidak ada yang sedang mengisi. Aku pun kembali keluar dan mengunci pintu kontrakan, baru melangkahkan kaki menuju pintu depan rumah karena keluarga sudah menunggu di dalam kendaraan, dari dalam aku mendengar suara seperti anak berlari sambil mengatakan om tunggu. Karena kaget aku refleks kembali membuka kembali pintu kontrakan yang sudah aku kunci dan aku pun masuk.

Saat aku buka pintunya namun tidak ada apa-apa dan tidak ada siapa-siapa. Dibalik pintu bahkan sampai aku cari ke dalam tetap keadaan kosong dan aku pun langsung mengeluarkan kata-kata bahwa mereka yang mengganggu aku sudah salah orang karena mengerjai aku. Baru sekali aku bicara seperti itu, tidak lama terdengar suara dus jatuh dari arah kamar. Suaranya lumayan kenceng tapi menurut aku saat itu, tapi aku sempet kaget banget dan aku pun menuju ke sumber suara yang tepatnya ada di kamar utama di depan dan kembali hasilnya aku tidak menemukan apa-apa bahkan tidak ada barang yang jatuh atau pun kardus yang jatuh.

Aku pun berkata jika setan itu hanya berani mengganggu aku di belakang saja. Ketika aku melontarkan perkataan itu sebelum aku meninggalkan kontrakan karena ponakan beserta ibu menyusul aku ke dalam dan menghimbau aku untuk cepat pulang. Ketika pukul 19.15 dan aku pun mulai berangkat menuju kembali ke kota bandung. Odi pun akhirnya bisa kami tenangkan karena dia asik bermain gadget milik istri aku. Kami melakukan perjalanan melewati pintu tol karawang timur pukul 19.40 dan baru juga aku mengambil tiket tol sekitar 40 meter odi kembali mengobrol dengan seseorang. Pukul 22.45 kami kemalaman sampai bandung karena terjebak macet, biasa karena weekend jadi kebanyakan orang-orang berlibur ke bandung. Pukul 23.17 kami pun sampai di rumah dan mendapati odi juga anak aku terlelap tidur dan kami pun langsung masuk rumah dan tanpa berlama-lama kami masuk kamar masing-masing untuk istirahat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here