Kami Kangen Sama Mbah Part 18 : Akhir Sebuah Cerita Bagian 2

0
36
yukepo.com

Lalu aku tanya kepada istri kemana perginya mbah? istri hanya menjawab sesuai yang mbah bilang bahwa mbah mbah pergi ke rumah temen nya mbah yang ada di komplek yang jaraknya tidak terlalu jauh dari komplek kami. Sebelum magrib aku pun pergi ke rumah mbah untuk menyalakan lampu teras rumah nya melalui kebun bambu dan kembali pulang. Adzan magrib aku, solat adzan isya aku solat isya. Aku pun heran kenapa mbah belum pulang juga. Hingga kami tunggu sampai waktu menunjukan 21.15 mbah belum kembali pulang. Ada rasa was-was di hati kami pun berfikir positif dan kemungkinan dia menginap atau memang ada keperluan bersama teman nya dan tidak lama istri pun memutuskan untuk tidur duluan karena capek dan memang sudah mengantuk dan tidak lupa mengingatkan bahwa pagar belum tertutup.

Sambil menunggu kepulangan mbah, aku menghabiskan waktu untuk menonton acara tv samapi akhirnya sekitar pukul 23.30 panggilan alam. Dengan tergesa-gesa aku memasang pagar rumah. Lalu sambil agak lari kecil aku pun ke depan dan aku pun terpaksa tidur di ruang tengah. Aku berfikir dan kembali memastikan bahwa mbah itu tadi ada di depan dan tidak butuh waktu lama untuk istri aku menuju depan tapi katanya tidak menemukan mbah. Mungkin mbah ke warung depan akan tetapi bawa anak kecil. Dalam hati dan rasa campur aduk di kepala ini karena memikirkan mbah tanpa aku sadari aku pun tertidur. Tidak lama setelah aku mandi dan selesai memakai baju lalu bermain bersama shaka di kamar karena istri sedang menjemur pakaian di luar. Istri aku tiba-tiba masuk kamar dan berbisik jika ada orang cari aku dan mbah kelihatan nya seperti polisi dan di temani pak rt juga. Aku pun segera ke depan dan menemui mereka.

Tidak lama ada seorang pria memperkenalkan diri bernama pak robert dan pak gilby dari polsek. Aku pun bersalaman sambil memperkenalkan diri. Saat itu mereka menyuruh aku ikut ke kantor untuk di mintai informasi. Aku pun heran apa yang terjadi dengan mbah aku. Aku pun pamit kepada istri dan langsung bergegas mengikuti permintaan polisi itu untuk ikut bersama mereka ke kantor polisi di temani oleh bapak rt kami pun menaiki mobil polisi itu. Mobil pun mulai berjalan dan alangkah terkejutnya aku bahwa kantor yang di tuju oleh kami hanya di lewati begitu saja oleh pak gilby yang kebetulan dia yang menyetir. Aku kaget karena mereka melewati kantor. Aku sudah merasa dengan hati yang tidak enak timbul pemikiran-pemikiran tidak baik di kepala aku ini dan akhirnya kami terhenti di sebuah rumah sakit di daerah karawang.

Ternyata salah satu dari pemikiran aku ini ada benarnya dan aku mengikuti arah pak robert berjalan dan terhenti di sebuah ruangan. Seakan tidak percaya dengan tubuh aku mulai gemetar dan serasa berat melangkahkan kaki setelah aku membaca tulisan ruangan apa yang di tuju ini. Emosi aku memuncak dan pemikiran aku tentang mbah sewaktu pertama kali kehadiran kedua polisi ini 100% akurat. Aku melangkahkan kaki dengan lunglai ke dalam kamar jenasah tampak seorang perawat laki-laki di samping jenasah yang terbaring di atas keranda yang di tutupi kain. Saat aku mendekati jenasah itu pak robert mencoba menenangkan aku dan sedikit demi sedikit aku buka kain itu dan ternyata mendapati mbah yang sudah terbujur kaku. Air mata ini mengalir sangat deras dengan sendirinya dan sampai aku tidak tahu bagaimana cara agar air mata ini bisa berhenti mengalir ketika melihat orang yang selalu membimbing, menjaga kami sudah tidak bernafas dan tidak akan mungkin bisa kembali mengisi keceriaan di hari hari kami seperti biasanya.

Tidak lama aku memberikan isyarat kepada pak rt untuk menelpon mbok dan mbak yuli agar segera pulang ke rumah aku secepatnya. Untuk berbicara pun aku sangat sulit karena tidak ada hentinya air mata ini terus mengalir sampai akhirnya aku di tuntun keluar ruangan oleh pak robert dan di tenangkan sambil memberi air minum. Setelah aku agak tenang pak robert mulai menjelaskan kejadian yang menimpa almarhum mbah. Malam sehabis magrib mbah mengalami kecelakaan di depan komplek dan sangat di sayangkan si penabrak yang menggunakan motor itu memilih melarikan diri setelah menabrak mbah yang sedang menaiki sepedanya bahkan ada beberapa warga yang lewat berusaha ingin mengejar pelaku itu tapi urung di lakukan karena melihat kondisi mbah dalam keadaan terbaring di tengah jalan. Lalu warga mencoba membawa mbah ke klinik terdekat namun sayang nyawa mbah tidak tertolong.

Lalu pihak klinik memutuskan menelpon kami dan melaporkan kejadian tabrak lari itu. Aku pun mendengar kan penjelasan bapk robert, kemudian pak rt memberi kabar bahwa mbok akan menuju karawang sekarang juga maka di bantu pak rt bergerak agar jenasah bisa di bawa pulang secepatnya. Sampai di rumah tampak beberapa tetangga sedang menyiapkan beberapa alat untuk memandikan jenasah. Seteleh mbok dan yuli tiba isak tangis pun pecah di rumah kami dan ternyata semalam merupakan pertemuan terakhir. Dan akhir kata kita ucapkan selamat jalan buat mbah. Cerita ini terinspirasi dari kaskus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here