Kami Kangen Sama Mbah Part 15 : Rahasia Alam Sadarkan Aku Bagian 2

0
90
yukepo.com

Tiba saat saya mulai agak menyimpan rasa penyesalan karena mungkin istri dan mbah mengetahui apa yang aku lakukan kemarin. Maka dari itu aku agak kaget dan detak jantung berdetak kencang. Tidak mungkin ini hanya mimpi dan ke dua kali aku mencoba dan hasilnya tetap sama, disinilah perasaan yang aku rasakan sangat campur aduk. Perasaan yang mungkin tidak bisa aku utarakan dengan kata-kata. Aku hanya bisa memandang anak, istri dan orang-orang yang sangat aku sayangi sudah tidak bisa aku belai bahkan untuk meminta maaf pun sudah percuma. Tangan ini mencoba membelai rambut istri aku tapi hasil nya selalu menembus kepala atau lebih kasarnya seperti aku sudah menjadi bagian dari mereka. Dalam amarah dan kebencian ini tiba-tiba ada sosok wanita yang muncul di depan aku dan dia menggendong anak aku lalu berkata aku suka anak kamu.

Dia berkata dengan menatap aku dengan tajam dan penuh kebencian dan mulut ini seakan terkunci untuk berkata sesuatu. Belum selesai dengan apa yang aku lihat dan kembali muncul sosok anak kecil bertelingan panjang seperti kurcaci menghampiri audri sambil berkata om audri nya aku ajak main dan tidak perlu di cari. Aku hanya bisa melihat mereka dengan mudah nya membawa kedua orang yang sangat berharga di kehidupan aku ini tanpa ada orang yang menghalangi. Istri aku hanya diam mematung begitu pula dengan mbah. Aku mencoba untuk menggerakan semua anggota tubuh aku akan tetapi semua yang aku lakukan itu percuma. Tubuh aku mengeras seperti batu dan mulut aku tidak bisa mengeluarkan sepatah kata apa pun. Saat ini aku hanya bisa menangis dan berharap ini semua adalah mimpi dan mimpi.

Serasa aku mempunyai keyakinan bahwa mereka hanya bermain dengan aku dan aku terjerumus dengan permainan mereka. Maka dari itu aku akan melayani permainan mereka sampai kapan pun lalu dalam hati aku berkata kasar. Disini aku meminta mereka keluar dan aku menantang mereka. Tiba-tiba istri dan mbah yang tadinya diam kini mulai bisa bergerak tapi sumpah aku lihat dengan mata kepala aku sendiri. Wajah istri aku mulai mengeluarkan darah dan berubah menjadi seperti wajah yang tidak berbentuk penuh luka sobek. Bagian mata hitam nya menjadi putih dan juga mulai tercium bau busuk mulai memandangi aku. Di samping itu mbah yang mulai berdiri dari posisi duduk nya berubah menjadi seperti manusia dengan taring yang sangat panjang bertubuh hitam yang kemudian semalin aku perhatikan menjadi tambah besar bahkan terus membesar bermata merah dan menatap tajam ke arah aku dan mulai mendekati lalu samar terdengar suara isak tangis di telinga ini dan beberapa orang membacakan salah satu ayat suci dalam al quran.

Aku pun mengulang apa yang diminta dari suara misterius yang aku dengar. Terasa samar dengan apa yang aku lihat dan kemudian suara misterius yang aku dengar. Aku pun di minta meminum air sedikit lebih sedikit dan sambil di bacakan al fatihah. Saat itu aku akan menuruti apa yang akan minta bersamaan dengan itu. Dengan pandangan yang masih samar ini aku menengok sekeliling aku dan lambat laun pandangan ini mulai terasa jelas samapi aku menyadari bahwa aku ada di kamar aku sendiri. Saat itu aku sedang di temani istri, orang tua, mbah dan mbok, mertua dan adik-adik aku. Namun yang membuat aku agak mengerutkan wajah adalah kehadiran pak aryo dan pak ardi beserta seorang ustadz. Dan pertanyaan yang aku tanyakan pertama di saat aku mulai bisa bicara. Dimana pertanyaan yang aku lontarkan pertama disaat aku mulai bisa bicara yaitu ada dimana anak aku? dimana ponakan aku? saat itu sambil ingin bangun dari tempat tidur tapi tubuh ini terasa berat untuk bangun. Saat itu ustadz lega karena aku sudah pulih dan ustadz menyuruh aku tenang karena mereka semua baik-baik saja. Dan aku pun di suruh minum dulu segelas air.

Tidak lama istri memanggil aku dan memastikan aku mengingat mereka semua. Dan istri pun memeluk aku sambil isak tangis. Aku pun sempat mengerutkan wajah karena heran dan menanyakan apa maksud dari istri aku. Namun pak ustadz menyuruh istri aku agar aku tenang terlebih dahulu. Dan mereka menyuruh istri untuk berbicara pada aku nanti setelah di mandikan. Tidak lama aku di bantu untuk bangun dan mari ikut dengan aku. Dengan di bantu ustadz dan pak ardi, aku di papah menuju kamar mandi yang didalam nya sudah tersedia beberapa kembang di tebar pada bak air dan sebuah al quran dan sang ustadz memakaikan aku sebuah sarung dan dia mulai membaca al quran di temani oleh pak ardi dan tidak lama pak ardi mengguyurkan air ke seluruh badan aku. ceritanya bersambung di part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here