Kami Kangen Sama Mbah Part 13 : Terima Kasih Mbah

0
25
yukepo.com

Tanpa ingin mengungkapkan apa yang aku alami tadi, aku menegur mbah yang sedang menonton tv. Aku pun menegor mbah yang sedang menonton tv. Mbah pun bilang jika acaranya bagus dan mbah pun balik bertanya kenapa aku belum tidur? sambil berbicara mbah sambil melihat ke arah aku. Aku pun di tanya mbah kenapa aku berkeringat dan wajah mbah pun berubah menjadi kaget. Aku pun berbohong jika aku ingin buang air kecil. Aku pun juga mengatakan jika di dalam sangat gerah sekali dan aku lupa menyalakan kipas angin saat tidur. Namun mbah curiga menatap aku dan tidak lama mbah menyuruh aku tidur dengannya. Mbah pun melarang aku masuk ke kamar lagi seakan dia tahu sesuatu. Mbah langsung memotong pembicaraan aku dan mengatakan jika aku tidak usah membantah. Kemudian aku pun menuruti perintahnya untuk tidur dengannya.

Aku pun kesal karena hantu itu sangat menyebalkan karena hanya menampakkan diri dari belakang. Aku pun sangat ingin membalas nya. Selesai dari kamar mandi aku pun menuruti mbah untuk tidur denganya. Lalu aku pun tidur di ruang tengah bersama mbah saat itu. Dan disitu aku ikut menonton sebentar dan kembali tidur. Tidak lama mbah membangunkan aku karena hari sudah siang. Samar-samar aku mendengar suara di telinga aku ini dan dengan bermalas-malasan dan juga masih setengah tidur, aku membuka mata aku lalu melihat senyuman mbah sambil membangunkan aku dan mbah mengatakan agar aku solat dahulu. Ketika itu kami solat berjamaah. Dengan segera aku mengambil wudhu dan mengenakan sarung lalu kami solat berjamaah dengan mbah sebagai imam nya.

Setelah selesai solat, aku pun beranjak langsung mandi dan berpakaian kerja lalu memanaskan kendaraan karena aku teringat akan permainan aku nanti malam. Aku pun ke pasar kembali untuk membeli perlengkapan sesajen seperti malam sebelumnya. Aku pun pamit lalu tancap gas menuju pasar untuk membeli barang-barang itu. Dan setelah aku mendapatkan semua barang itu, aku menyimpannya di bawah jok tempat aku duduk mengendarai kendaraan aku, kemudian aku langsung kembali tancap gas menuju tempat kerja aku.

Ketika aku sedang makan siang ada seorang securiti menghampiri aku. Dia pun menegor aku dan menanyakan kabar aku saat itu. Saat itu kami pun ngopi sama-sama karena memang sudah lama tidak ngopi. Pak ibrahim merupakan securiti yang lumayan agak dekat dengan aku dan sering ngopi dengan aku dulunya. Aku pun mengajaknya mengopi di depan rumah aku di hari sabtu nanti. Namun ternyata di hari sabtu pak ibrahim sedang jaga malam. Tidak lama pak ibrahim mengajak aku berbicara serius, namun saat itu dia minta agar bicara di tempat lain. Saat itu pak ibrahim ingin memastikan saja mengenai kata-kata orang tentang bapak. Dimana aku mengikuti pak ibrahim dan membuka pembicaraan tentang apa yang aku lakukan saat selasa malam atau rabu dini hari kemarin dan itu semua pak ibra mengetahui dari partner shift pak ibra yang mendapat kabar dari bapak aryo. Dan dia pun bicara secara detail mengenai hal itu. Pak ibra pun melarang aku untuk melakukan hal itu lagi karena kasihan dengan keluarga aku. Ketika itu sudah seharusnya aku masuk kerja dan jam istirahat sudah habis, maka untuk menghindari dan mengurangi kecurigaan pak ibra aku pun memotong pembicaraan sampai disini. Tidak lama pak ibra pun mempersilahkan aku masuk untuk memulai aktifitas bekerja dan meminta alamat tempat tinggal aku sekarang.

Aku pun sambil menulis alamat rumah aku di secarik kertas lalu aku berlari menuju tempat kerja. Aku pun kembali melanjutkan kerja hingga sore hari disaat waktu aku pulang. Waktu pulang tiba dan aku dengan tidak sabar menuju parkiran dan tanpa basa-basi aku langsung tancap gas menuju sawah yang berada di dekat tempat aku bekerja. Setelah selesai mencari-cari kepiting kecil tidak lama aku mendapatkan dua kepiting walau itu hanya dua kepiting tapi sudah cukup sulit mencarinya. Aku pun kembali ke tempat aku memberhentikan motor. Tidak lama aku bertemu pak aryo dan dia menegur aku habis dari mana? aku berbohong dengan mereka dengan jawaban bahwa aku habis dari buang air kecil. Namun aku melihat sekilas raut wajah tidak percaya dari mereka. Akan tetapi hal itu tidak aku hiraukan sama sekali. Aku pun kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan masih seribu tanda tanya besar tentang seluruh kejadian-kejadian yang aku alami selami ini hingga tidak terasa sampailah aku di rumah kontrakan yang ternyata di dalam ada mbah yang sedang mampir ke rumah kontrakan aku. Cerita nya akan berlanjut di part berikutnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here