Kami Kangen Sama Mbah Part 12 : Aku Suka Anakmu

0
85
yukepo.com

Paginya seperti biasa aku berangkat kerja menggunakan kendaraan yang sengaja mertua simpan, mungkin agar aku tidak perlu menggunakan angkutan umum. Aku selalu terpikir dengan kejadian semalam. Dan aku masih berfikir apa yang sedang aku lakukan? Aku sejenak berfikir apakah benar yang di beritahukan oleh pak ardi dan pak aryo. Aku sempat berfikir atau mereka hanya menakut-nakutin aku saja. Ketika sedang enak-enaknya melamun sambil memanaskan kendaraan tiba-tiba mbah memanggil aku dengan membawakan sarapan. Mbah pun bilang agar aku biasakan makan sebelum berangkat. Aku pun bilang kenapa mbah harus repot-repot karena biasa aku tidak makan ketika berangkat kerja. Lalu mbah pun menanyakan kapan anak aku akan pulang? dan aku pun bilang jika dia akan pulang kalo tidak kamis berarti jumat.

Tapi nanti saja aku coba hubungi istri pastinya kapan. Lalu tidak lama aku pamit ke mbah sambil mencium tangan untuk berangkat kerja. Mbah pun menyuruh aku lebih berahti-hati ketika di jalan. Setibanya di tempat kerja aku melihat pak aryo yang sedang ngopi di pekarangan di temani beberapa orang sekuriti. Aku spa tapi dia seakan pura-pura tidak melihat atau tidak mengiraukan aku. Namun berbeda dengan security itu mereka saling berdiskusi satu sama lain yang menurut perasaan dan pemikiran aku sepertinya mereka sedang bicarakan aku. Aku berfikir apa mungkin ada kata-kata aku yang menyinggung tadi malam sewaktu aku berdebat dengan dia lalu dia menceritakan kepada orang-orang.

Tidak lama pak ardi pun kembali menuju ke meja nya dan aku berinisyatif menelpon istri untuk mengetahui keadaan dan kapan dia pulang. Dengan singkat cerita keadaan mereka baik-baik saja dan kemungkinan hari jumat pagi mereka akan pulang. Di kepala aku ini selalu timbul pertanyaan seperti keinginan tahuan keberadaan mereka. Aku pun iseng membuka sebuah situs untuk melihat beberapa video yang katanya penampakan yang tidak sengaja terekam oleh si pemilik akun situs itu. Aku menonton beberapa video itu dan jujur bukan nya takut tetapi aku tertawa-tawa melihat video itu.

Aku pun bilang mana mungkin setan muncul di depan kamera lalu hadir dari belakang punggung. Tidak terasa hari pun sudah menginjak sore hari dan sudah waktunya untuk pulang dan aku pun segera pulang. Dalam perjalanan ada keinginan untuk kembali melakukan apa yang aku lakukan tadi malam. Dimana aku menyediakan kembali kepiting-kepiting kecil dan membeli beberapa syarat pemancingan untuk makhluk goib itu. Tapi ternyata hari pun sudah sore dan pasti do sore hari pasar sudah tutup. Menurut aku besok adalah hari kamis dimana itu berarti malam jumat yang katanya makhluk seperti itu senang dengan hari itu maka dengan kekerasan hati dan kepedean aku. Aku bulatkan besok aku kembali melakukan pemanggilan kembali. Sesampainya di rumah aku mandi dan tiduran di ruang tengah sambil melihat tv hingga akhirnya aku pun tertidur. Tidak lama terdengar suara tok-tok dari arah pintu pagar.

Dengan mata setengah ngantuk, aku mengintip lewat jendela dan ternyata itu mbah hardjo, seketika mata yang tadinya ngantuk secara tiba-tiba kembali segar karena teringat sesajian yang belum aku rapikan di dapur. Lalu aku rapikan seadanya di tumpuk dan di sembunyikan di bawah tempat tidur aku. Lalu aku ke depan membuka pagar dan aku pun masuk ke kamar dan tertidur. Dug-dug antara setengah sadar aku membuka mata dan melihat ke arah lemari. Ada seperti sosok wanita berbaju putih sedang menggoyang-goyangkan lemari sampai lemari itu bergetar dengan getaran yang lumayan kencang. Aku pun berani bersumpah keadaan aku saat ini kaki, tangan, bahkan berbicara pun aku merasa sangat sulit. Mata aku hanya melihat ke arah sosok itu yang mulai mendekati ke arah aku dan tiba lah samar-samar dengan suara agak pelan wnaita itu mulai berkata jika dia suka dengan anak aku. Bersamaan dengan sosok itu menghilang semua anggota tubuh aku kembali bisa bergerak dan aku lari kedepan dan mendapati mbah yang masih asik menonton tv.

Si mbok lagi bantu di rumah tetangga karena besok mau ada syukuran pengajian mingguan maka dari itu tiap rabu mbok jarang jualan. Tidak lama aku membuatkan mbah kopi karena memang beliau sangat menyukai kopi. Setelah jadi kopi segera aku suguhkan pada mbah. Dan tidak lama kita pun mngobrol ngalur-ngidul dan akhirnya ada sebuah pertanyaan kenapa anak mbah tidak ada? Maka dari itu mbah pun berpesan agar aku selalu menjadi manusia yang baik. Dan mbah dan mbok pun mengatakan apabila mereka sudah menghadap sang pencipta maka hanya penyesalan dan air mata yang tertinggal. Aku pun bilang agar mbah tidak usah kawatir dan jika butuh bantuan aku dan istri bisa meminta bantuan pada kami. Cerita ini berlanjut ke part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here