Kami Kangen Sama Mbah Part 10 : Waktu Aku Sendiri

0
92
yukepo.com

Akhirnya aku niatnkan mencari barang yang aku perlukan esok harinya. Saat itu tidak ada gangguan sama sekali dan aku pun berbicara sendiri mungkin mereka sudah bosen ganggu aku karena tidak mempan. Dengan bangga aku mengatakan hal itu. Waktu masih menunjukan pukul 04.45 dan di dekat pintu dapur tampak mbah sedang melakukan solat subuh. Aku pun mandi dan mengambil wudhu lalu aku melaksanakan solat subuh. Selesai itu aku langsung bersiap-siap untuk berangkat kerja dan mampir sebentar ke pasar terdekat untuk membeli bahan-bahan dari obat penasaran aku. Aku pun pamit kepada mbah dan mbok yang tampak heran melihat aku berangkat kerja dengan sangat pagi sekali. Untuk meyakinkan mereka maka aku beralasan ada urusan yang mengharuskan aku berangkat lebih pagi.

Aku pun langsung tancap gas dan menuju pasar terdekat dan dengan cepat aku mencari barang-barang yang ada dalam catatan aku ini. Aku pun kembali dengan bangga karena sudah mendapatkan barang-barang yang aku butuhkan. Setelah itu aku mencari sarapan sebentar dan langsung menuju tempat kerja. Bel pulang pun sudah berbunyi, dengan sigap aku langsung berjalan keluar dan kembali aku berpapasan dengan pak ardi, kemudian aku sapa untuk sekalian menanyakan tentang beberapa barang yang aku bawa ini apa benar bisa memanggil si goib itu? Ketika aku memanggil pak ardi tiba-tiba pak ardi menghilang di balik tembok pemisah antara halaman pabrik menuju parkiran. Tapi tidak lama dia muncul di belakang aku, aku pun kaget dan tidak bisa berkata apa-apa. Namun saat itu aku pikir itu hanya halusinasi aku saja. Aku pun bilang kepada pak ardi jika aku pikir pak ardi sudah pulang duluan, makannya aku panggil-panggil tadi tapi tidak ada jawaban.

Pak ardi pun bilang jika dia memperhatikan jika hanya aku yang berada disini sendirian di depan sini dan karena yang lain masih lembur termasuk dirinya. Dia pun keluar karena ada sesuatu yang ingin di ambilnya. Lalu aku mengalihkan jika mungkin aku hanya salah lihat saja. Lalu aku memanggil pak ardi dan sambil menunjukan bungkusan plastik yang aku bawa. Seketika pak ardi kaget bungkusan aku perlihatkan dan dia pun bertanya untuk apa semua barang yang aku beli? pak ardi pun mengingatkan aku agar aku tidak bermain-main dengan hal-hal seperti ini karena bahaya resiko nya. Aku pun bilang apakah pak ardi percaya dengan hal-hal seperti ini? Dan aku pun mengatakan aku akan membuktikan sendiri karena aku penasaran dan tidak percaya dengan yang disebut makhluk goib. Tidak lama aku berpamitan dengan pak ardi untuk segera pulang ke rumah. Pak ardi pun mengucapkan salam pada aku dan menyuruh aku berhati-hati serta tidak melakukan hal-hal bodoh.

Aku pun langsung menuju tempat parkir dan tanpa menunggu lama aku langsung menuju pulang. Seperti ada yang kurang dari barang-barang ini. Sampai akhirnya aku melewati sawah untuk sekalian mencari kepiting kecil. Aku pun langsung menepi dan langsung turun ke sawah itu dan cukup lama aku mencari dan akhirnya mendapat 3 ekor kepiting sawah. Kemudian tidak lama aku kembali melanjutkan perjalanan pulang. Aku pun ke rumah mbah untuk mengambil kunci dan iseng bertanya kepada mbah apakah akan menginap lagi atau tidak di rumah aku? Dengan muka keheranan dan agak berat dia menjawab pertanyaan aku. Sepertinya mbah tidak akan menginap lagi ke rumah kamu nak, ucap si mbah pada aku. Mbah mengatakan jika keadaan di rumah aku sudah mulai aman. Dalam hati aku mengatakan bagus jadi aku aman dan akan mulai bermain. Akhirnya aku pamit pulang pada mbah karena capek sekali hari ini. Aku pun tidak lama langsung pulang dan sesampainya di rumah aku langsung mandi dan menunggu adzan untuk solat magrib.

Saat semua nya sudah beres, aku langsung mengeluarkan barang-barang yang aku beli tadi pagi dan aku langsung menata nya di atas nampan. Di nampan itu pun ada kembang tujuh rupa yang beralaskan daun pisang, rokok berbentuk seperti cerutu dan tidak lupa aku pun membakar kemenyan di sebuah tungku kecil dari tanah liat yang aku beli pula di pasar. Kemudian aku persiapkan ember ukuran kecil yang aku isi air untuk menyimpan kepiting sawah. Dan tidak lupa biskuit yang aku sandingkan dengan mobilan odi yang di berikan oleh anak misterius kepada pekerja yang membantu perbaikan rumah kontrakan ini. Kemudian aku mematikan lampu seluruh ruangan dan mulai menyalakan lilin. Aku duduk di dalam kamar aku yang kebetulan langsung menghadap ke arah pintu dapur dan kamar mandi.

Dari waktu ke waktu entah detik, menit bahkan berapa jam aku terus memperhatikan nampan yang aku simpan di dapur. Tidak bisa aku pungkiri hawa panas yang tadinya panas sekarang berubah menjadi dingin bersamaan dengan perasaan itu bulu kuduk aku mulai berdiri dan merasakan hal yang aneh. Suara langkah kaki yang di barengi dengan suara benda seperti jatuh ke dalam ember air yang berisi kepiting sawah itu. Cerita nya bersambung di part selanjutnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here