Kami Kangen Sama Mbah Part 1 : Mencari Kontrakan

0
88
yukepo.com

Nama aku adalah eka dan aku sudah beristri juga memiliki 1 buah hati yang baru lahir juli tahun kemarin. Aku sendiri asli dari kota bandung dan bekerja di karawang. Saat ini aku dan keluarga tinggal di mess di perusahaan tempat aku bekerja tapi belum lama ini sekitar bulan september 2015 istri ingin ikut aku dan mau tidak mau aku pun harus mencari kontrakan untuk kami tinggalin bersama karena mana mungkin kami tinggal di mess. Setelah beberapa hari muter-muter kawasan daerah dekat tempat aku bekerja akhirnya aku mendapatkan sebuah komplek yang jaraknya agak jauh dari tempat aku bekerja. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 malam dan sepertinya komplek baru. Di situ baru ada beberapa rumah yang masih di bangun beserta jalan utamanya juga.

Tidak apa lah pikiran aku apalagi untuk sementara ini kalo nanti yang di dekat tempat kerja aku ada yang kosong tinggal pindah saja. Tapi kalo semua betah akan segera aku ambil satu unit. Pukul 17.40 di depan jalan masuk komplek ternyata ada seorang bapak-bapak yang sudah agak tua berserta sebuah roda kecil dan sebuah meja yang sedang berjualan nasi uduk di temani seorang ibu-ibu juga. Tanpa berlama-lama aku pun turun dari kendaraan aku karena memang kebetulan aku lapar saat itu dan aku pun melakukan beberapa percakapan dengan bapak tua itu. Setelah aku menghabiskan makanan aku, aku langsung berjalan pelan dengan kendaraan aku mengikuti bapak penjual uduk itu karena dia memakai sebuah sepeda tua miliknya. Tiba di persimpangan jalan dia berhenti di satu rumah dan dia memberitahu sambil menunjuk ke sebuah papan yang di gantung di tembok rumah itu. Jika rumah inilah yang akan di kontrakan dan tertera pula nama dan telepon pemilik.

Tidak lama aku pun mengambil handphone dan segera mencatat nomor pemiliknya. Pukul 18.12 aku pun mampir ke rumah bapak itu yang jaraknya tidak jauh dari kontrakan, dalam perjalanan ke rumah bapak itu aku melewati gang sempit yang jalannya masih tanah. Ternyata rumahnya ini berada di luar komplek yang hanya di batasi oleh sebuah tembok. Kami pun melweati sebuah kebun bambu dan beberapa pohon lain yang berada di samping nya dan aneh nya bulu kudu aku merinding tiba-tiba. Menurut cerita orang pohon kaya gitu identik dengan cerita mistis atau makhluk goib. Akan tetapi aku bukan orang yang terlalu percaya akan hal seperti itu dan saat itu aku jamin 100% aku tidak percaya hal-hal seperti itu. Dan sampailah aku di rumah bapak itu dan rumahnya sederhana dan berada di pojok yang tidak jauh dengan kebun bambu sekitar 20 atau 30 meter.

Aku pun di persilahkan masuk dan di persilahkan ke kamar mandi untuk berwudhu dan kami pun solat berjamaah. Selesai solat bapak itu pun mengingatkan aku untuk menelpon si pemilik rumah yang akan di kontrakan. Setelah harga nya cocok dan aku bilang jika aku akan menempatinya minggu ini dan istri aku pun sudah menyetujuinya. Pukul 19.45 tidak lama istri bapak itu pun datang dengan membawa tempat nasi uduk yang dia dagangkan karena waktu sudah malam aku pun harus berpamitan dan pulang ke mess dan menitip pesan. Bapak itu pun bilang jika aku mencari nya aku bisa masuk ke kebun saja dekat bambu. Entah sadar atau tidak, samar-samar aku seperti melihat kain putih yang tergantung di atas pohon bambu itu dan seperti ada kepala yang bergerak pelan ke kiri dan ke kanan secara perlahan. Gerakan kepala seperti mendengarkan lagu. Dan aku melihat sekelebat bayangan hitam masuk ke dalam kebun itu. Otomatis aku kaget dan si bapak seakan tahu yang aku alami dan aku lihat sehingga bapal mengatakan jika aku tidak usah takut.

Pukul 20.02 Aku pun jalan mengikuti jalan yang kami lewati tadi, agak merinding karena hawa nya saja. Tidak lama aku melewati kebun itu sekitar 3 meteran hampir sampai ke tempat kendaraan kami parkir. Saya mendengar ada suara desisan memanggil dengan suara kira-kira seperti sut sut. Otomatis aku penasaran dan aku puter balik saja menuju kebun dan mencari sumber suara itu sambil aku menggoyang-goyangkan bambu. Akhirnya aku menyuruh mereka keluar dan aku mengatakan bahwa aku tidak mempan di takuti. Saat itu pun aku merasa aneh karena ada yang memanggil aku tetapi ketika aku datangi aku belum melihat apapun. Namun aku sudah ada firasat jika pohon bambu itu memang ada sesuatu yang aneh. Karena dari pertama aku datang aku merasakan bulu kuduk aku berdiri. Cerita ini akan bersambung di update berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here