Jeritan Malam Part 5 : Menyikap Tabir Masa Lalu Dan Menguji Logika

0
90
malesbanget.com

Sore hari sesampainya di mess, kembali berbagai macam pertanyaan yang sedari tadi bersemayam di kepala ini segera terucap. Kini minto dan indra tidak mempunyai pilihan lain selain menjawab semua pertanyaan aku. Aku langsung tanya apa yang sebetulnya terjadi? Apa yang terjadi pada arda dan apa hubungannya dengan hesti? telihat minto dan indra saling berpandangan. Mereka saling melempar untuk menjelaskan pada aku.

Indra bilang dia cerita saja sudah merinding apalagi di suruh cerita, kini tatapan mata minto memandang ke semua sudut ruangan seakan kawatir setiap ucapannya ada yang memperhatikan. Akhirnya mereka bilang jika cerita nya ganti-gantian saja. Sambil ikut memperhatikan seisi ruangan buat aku semua ruangan di mess ini tidaklah menyeramkan tapi harus aku akui ruangan yang paling nyama di mess ini hanyalah ruang tamu, entah mengapa bagian ruangan yang lain hawanya terasa lembab dan dingin.

Kata temanku itu mereka sebenernya tidak mau menceritakan karena takut aku tidak kerasan untuk tinggal di mess ini. Dari arah pembicaraan indra aku bisa menangkap arahnya, semua pembicaraan ini pasti akan mengarah ke hal-hal yang berbau mistis dan klenik. Aku pun bilang tenang aku tidak akan menelan mentah-mentah semua ucapan mereka. Aku juga bilang jika aku tuh orang yang lebih mengutamakan logika berfikir disbanding harus ketakutan untuk hal-hal yang tidak masuk akal.

Indra mulai menjelaskan jika kejadian-kejadian yang menyeramkan dan tidak bisa di terima oleh akal sehat sudah terjadi dari dulu. Indra cerita jika sebelum dia yang menempati rumah ini, minto dan arda sudah menempati rumah ini. Di rumah ini sudah banyak kejadian aneh. Disini mas dikin yang paling mengetahui nya. Terlihat indra sangat serius menjelaskan detil tentang kejadian-kejadian aneh yang terjadi di rumah ini seperti barang yang terlempar atau berpindah sendiri, suara-suara rintihan, penampakan-penampakan yang selalu meniru orang yang menempati rumah ini hingga seorang wanita yang berjalan dengan rantai di kaki nya dan bentuk leher kepala yang patah. Aku pun bilang sinting jika jaman modern seperti ini masih percaya hal-hal seperti itu.

Aku pun tanya apa yang terjadi dengan arda dengan penuh penasaran, tampak ada rasa tidak nyaman pada diri minto mendengar pertanyaan aku. Arda meninggal, indra memberitahuku dan dia pun mengambil rokok. Aku pun tanya lagi meninggal kenapa? apa dia sakit? Aku terkejut karena orang yang aku gantikan ternyata sudah meninggal. Sudah 2 bulan lalu pernah ada orang semarang yang mencoba gantiin posisinya dan tinggal di mess ini. Tapi orang itu hanya bertahan seminggu saja. Indra pun merubah posisi duduknya yang semula menghadap dapur dan kamar aku sekarang berposisi mebelakanginya. Indra menjawab jika arda bunuh diri dan tiba-tiba ada hembusan angin dingin yang berhembus menerpa kami, entah angin yang berasal darimana, ventilasi di dinding bagian atas dan pintu ruang depan yang tertutup jelas hal yang tidak mungkin untuk menimbulkan angin berhembus seperti ini. Akan tetapi kembali lagi aku mengambil kesimpulan positif dari kejadian ini, ada banyak hal yang masih belum bisa di jelaskan dengan ilmu pengetahuan dan itu tidak bisa di katakana gaib.

Aku mamastikan bahwa mereka tidak bercanda dan mereka pun membenarkannya. Dan mereka bilang jika arda bunuh diri disini tepat di kamar yang aku tempati sekarang. Entah apa yang ada di benak aku sekarang, rasa takut atau rasa penasaran atas kematian arda. Dan yang pasti selama aku tidur di kamar itu aku tidak mengalami peristiwa-peristiwa aneh.

Aku pun bertanya arda mati dengan cara apa? minto pun bilang jika dia memotong nadi tangannya dan baru di ketahui satu hari kemudian itu pun karena mas dikin curiga pintu terkunci tapi lampu kamar nyala terus. Aku pun tanya lagi apa hubungan dengan hesti? Mereka bilang sebelumnya arda itu type cowok yang agak cuek sama yang namanya wanita, namun semenjak mengenal hesti sifatnya seperti berubah, hal yang hesti inginkan pasti di kabulkan. Dan menurut mereka hesti sering nginep di mess ini. Mereka pun berhubungan intim layaknya suami istri hingga akhirnya suatu saat arda tidak bisa mengabulkan keinginan hesti.

Hesti marah besar dia memaki-maki arda di depan kami semua, sempat arda timbul kesadarannya dan balas memaki hesti hingga berujar akan membunuhnya bila hesti memutuskannya. Hesti pun menjawab jika arda yang akan mati dengan penuh siksaan seperti orang gila. Singkat kata setelah itu arda bertingkah seperti orang gila di kantor kerjanya hanya melamun dan tertidur, yang lebih parah dia seperti bicara melantur dengan makhluk di rumah ini, yang menurut kami adalah makhluk tidak kasat mata hingga arda akhirnya di temukan sudah tidak bernyawa dengan lebam biru di punggungnya dan warna hitam di kelopak matanya.

Setelah itu indra dan minto menunjukkan sesajen di kamarnya dan seketika aku tending nampan itu, aku pun yakin tidak ada hal seperti ini tapi aku berasa seperti ada yang menepuk keras kepala aku yang membuat aku meringis. Baca terus ya cerita ini di part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here