Jeritan Malam Part 4 : Pengakuan Dikin Dan Minto Serta Fenomena Lainnya

0
99
malesbanget.com

Pagi harinya aku terbangun dengan rasa penasaran yang mengganjal di hati, suara geraman hewan apa yang suaranya bisa membuat ciut nyali orang yang mendengarnya. Begitu juga dengan suara pukulan di dinding kamar yang terjadi beberapa kali. Masih ada rasa ngantuk yang mengganjal di mata ini, pantas saja aku masih merasa ngantuk ternyata waktu masih menunjukan pukul 5 pagi, akhirnya aku putuskan untuk jogging di halaman mess pagi ini, sekaligus mencoba melihat-lihat di halaman mungkin aku bisa menemukan jawaban atas semua rasa penasaran aku.

Setelah membasuh wajah, aku segera menuju halaman mess. Udara pagi terasa sejuk memanjakan tubuh aku begitu saja dengan embun pagi yang masih menempel di rumput. Semua terasa begitu sempurna tanpa membuang waktu lagi aku putuskan berlari kecil dan melakukan senam. Akhirnya pada putaran terakhir aku berlari, aku putuskan untuk berhenti tepat dimana dinding kamar aku berdiri dengan jendelanya yang sengaja aku buka. Sejenak aku perhatikan rumput dan dinding kamar, aku berharap ada jejak yang di tinggalkan hewan itu dan ternyata nihil.

Saat itu aku dan mas dikin bertegur sapa sejenak dan mas dikin memberitahukan jika makanan kecil sudah di meja. Setelah aku rasa cukup penelitian tanpa hasil ini akhirnya aku pun pergi menuju meja makan, kini tampak indra dan minto yang sedang menikmati hidangan kecil sambil terlibat percakapan yang agak serius. Indra menyodorkan pisang goreng yang tampaknya masih hangat tanpa basa basi aku langsung mengambilnya.

Setelah itu keluarlah sebuah cerita dari indra, kini dia mencoba menjelaskan sesuatu, akhirnya keluarlah sebuah cerita dari mulutnya tentang adanya mereka disini yang genap bekerja belum sampai 1 tahun. Tentang kejadian-kejadian aneh yang menimpa mereka, tentang arda pegawai yang aku gantikan dan yang lebih utama dan buat aku inilah yang paling tidak masuk akal yaitu tentang minto yang ternyata tidak mengakui kalau dirinya semalam tidur di kursi panjang itu. Mendengar penjelasan dari indra berbagai macam pertanyaan langsung ada di pikiran aku.

Hari kedua bekerja kembali di isi dengan training pekerjaan kembali tapi untuk hari kedua ini aku sudah mulai bisa menguasai pekerjaan. Aku sudah tahu apa yang aku kerjakan dan sudah tahu rencana kerja yang akan di pikirkan. Saat istirahat tiba, kembali indra dan minto mengajak aku untuk mencari makan siang di sebuah makan dan seperti biasa yanto kembali menawarkan diri ikut serta. Sekarang aku di ajak mereka ke rumah makan yang ada primadonanya. Entah apa yang mereka maksudkan yang pasti aku harap makanan nya enak dan murah.

Terlihat minto mengedipkan matanya kea rah yanto hingga akhirnya seorang wanita yang bisa di bilang tidak muda dan tidak tua, mungkin sekitar 29 atau 30 tahun menghampiri dengan membawa pesanan makanan kami. Pelayan itu menyapa mas indra, mas minto dan mas yanto dan bertanya mereka kemana saja. Sepertinya mereka sudah saling kenal terlihat muka indra, minto dan yanto tersipu malu mendapat sapaan dari wanita itu. Dan tatapan mata mas yanto hampir melompat keluar melihat belahan payudara yang tampak tersembul di balik baju kebaya yang ketat.

Mas minto pun mengatakan lagi sibuk ya mba karena sudah lama tidak melihat jadi tambah cantik. Wanita itu pun bilang bawa teman baru ya sambil melihat kea rah aku. Wanita ini pun menyodorkan tangan dan menanyakan nama aku. Ketika bersalaman aku merasa tangan wanita ini sangat halus sehingga menghipnotis aku. Aku merasa sebuah kekuatan atau entah harus aku namakan apa yang pasti jabatan tangan itu seperti menyalurkan energy yang membuat aku terpana dan tidak mau untuk melepaskan secara cepat. Wanita itu menyuruh aku memanggilnya dengan nama hesti dan jika aku butuh tambahan dia bilang jangan sungkan-sungkan memanggilnya. Entah karena keramahannya aku melihat wanita yang pertama kali aku lihat biasa saja seperti wanita umumnya, kini memberikan sensasi yang berbeda. Kulitnya yang putih kecoklatan, lesung pipinya, permainan matanya yang berjalan selaras dengan bibirnya yang kecil yang bergerak genit.

Akhirnya wanita ini melayani pengunjung yang lain dan sambil tersenyum, kemudian indra bertanya mengenai penilaian aku tentang wanita ini. Namun aku hanya terdiam sebentar karena aku ingin membuat mereka semua penasaran dengan jawaban aku. Aku pun menjawab jika wanita itu sinden, seketika teman-teman aku tertawa terbahak. Mereka pun bilang jika mereka juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasa kan. Namun mereka semua bilang jika mereka menahan nafsu itu dan aku melihat wajah indra menjadi serius. Mereka bilang mereka menahan nafsu itu karena mengingat apa yang pernah terjadi pada arda. Aku pun bingung dan langsung bertanya apa yang terjadi pada arda? Nah, cerita berikut nya baca terus di part selanjutnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here