Jeritan Malam Part 3 : Logika Dan Penyangkalan Hal Ghoib

0
93
travel.detik.com

Cahaya pagi menembus antara lubang angin menyadarkan aku dari tidur lelap. Rasa lelah yang aku alami membuat proses istirahat ini terasa begitu cepat. Sejenak aku masih dalam rasa lelah hingga akhirnya jam yang tergantung di dinding menyadarkan aku. Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di kantor yang baru. Saat itu aku telat dengan reflek segera aku ambil handuk yang masih tergantung di besi tempat tidur dan segera pergi ke kamar mandi, terlihat indra dan minto sudah rapi sedang sarapan.

Sejuknya air yang mengguyur badan ini segera mengembalikan kesegaran badan aku hingga akhirnya sebuah ketukan kecil di pintu terdengar. Dikin memberitahukan jika sarapan dan the manis sudah di siapkan di meja makan. Sambil memakai handuk dan menaruh beberapa helai pakaian kotor ke dalam bak plastic dan meletakkannya di atas sumur yang atasnya sudah tertutup triplek aku langsung keluar kamar mandi.

Ketika aku lihat orang yang lebih tua aku mengira mas dikin, saat itu aku meletakkan kunci di atas meja makan, mendengar teguran aku, segera mas dikin datang dan menyodorkan tangannya. Lalu tidak lama aku langsung pergi ke kamar, terdengar lagi suara mas dikin di luar kamar. Dia ijin mau membeli keperluan dapur dan dia bilang kunci serep dia taro di meja makan. Segera aku pakai pakaian dan mengambil tas laptop yang semalam masih aku letakkan di lantai. Saat aku ambil aku membuka resleting di bagian depan dan mendapati sebuah benda kecil yang terbungkus kain hitam dengan tulisan rajah arab yang aku sendiri tidak tahu. Segera aku buka kain hitam itu dan mendapati keris kecil atau lebih mirip kujang kecil. Benda itu hanya sebesar jari telunjuk aku. Tapi terlihat tua dan unik. Aku berfikir siapa yang menaroh ini, pikiran aku teringat bapak yang hoby mengoleksi barang antic. Perasaan aku mengatakan mungkin benda ini sengaja di taro bapak di dalam tas ini tapi untu apa. Saat itu aku coba menerka-nerka.

Tapi karena sudah kesiangan aku tidak ambil pusing. Aku mengeluarkan benda itu dalam tas aku dan meletakkannya di bawah baju di dalam lemari dan segera menuju ke meja makan untuk sarapan. Baju sudah rapi, perut kenyang dan tas sudah siap saat nya berangkat dan menunggu imron di luar. Aku segera ambil kunci serep yang ada di atas meja dan melangkahkan kaki kea rah pintu. Saat kunci pintu sudah masuk dalam lubangnya dan kunci mulai terbuka di saat itu juga terdengar suara yang hampir menyerupai bantingan.

Aku merasa kaget dan mencoba mencari tahu asal suara itu. Dengan langkah kaki aku gerakan perlahan, aku menuju arah kamar aku dan tidak dapat apa-apa di dalam kamar. Pada saat di dalam kamar aku dapati suara pintu stenlis yang terbanting dan aku sangat yakin jika suara itu berasal dari arah kamar mandi. Segera aku keluar kamar dan melangkahkan kaki ke kamar mandi, langkah kaki aku berjalan dengan sangat perlahan. Ada kekawatiran akan adanya orang masuk rumah, tangan aku segera mengambil sebuah hiasan ukiran kayu yang ada di ruang tengah. Buat aku cukup benda ini sebagai senjata pembela diri selain kekuatan ilmu utama aku yaitu kabur berlari dan berteriak minta tolong.

Aku merasa sial karena ini hari pertama aku bekerja dan dengan rasa takut aku segera melihat pintu kamar mandi yang terbuka, dalam pikiran aku aku telah menutupnya dengan menggunakan grendel dari luar kamar mandi tapi sekarang terbuka lagi. Aku terdengar bernada suara tinggi karena efek takut, tangan kiri aku mendorong pintu perlahan dengan tangan kanan menggenggam erat hiasan ukiran kayu, perlahan pintu mulai terbuka di iringi hembusan angin dingin yang menerpa wajah aku. Kini aku melihat ruangan di dalam kamar mandi kosong melompong, aku coba memperhatikan langit-langit kamar mandi dan semua masih terlihat normal.

Hingga akhirnya mata aku menangkap sebuah perubahan yang terjadi di kamar mandi, seperti plastic yang semula aku letakkan di atas sumur kini tampak sudah berada di lantai tanpa ada satu pun pakaian kotor yang berhamburan dari bak plastic itu. Pikiran aku langsung berasumsi bahwa plastic ini jatuh dalam posisi tidak terbalik sehingga pakaian itu tidaj berhamburan keluar. Dan penyebab jatohnya mungkin ada hewan seperti tikus yang mendorong bak plastic itu. Akhirnya aku putuskan mengisi air rendaman ke dalam bak plastic itu tapi kembali aku di kejutkan dengan bocornya bak plastic itu.

Tanpa terasa hari sudah beranjak sore hingga waktu tiba waktunya untuk pulang. Ini adalah hari untuk pertama kalinya aku mengetahui angkot yang biasa melewati mess, dalam perjalanan tidak henti-hentinya indra dan minto menjelaskan obyek yang kami lalui, hingga akhirnya kami sudah tiba di depan mess, tampak cahay redup lampu bagian depan rumah sedikit mengurangi gelapnya malam.

Setelah membaca beberapa halaman buku aku pun pergi ke kamar mandi 2 atau 3 menit dan akhirnya aku pun kembali ke kamar. Nah, kelanjutan ceritanya akan di sambung di part berikutnya. Dan masoh terinspirasi dari kaskus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here