Jeritan Malam Part 29 : Kejadian Setelah Pembuktian

0
89
malesbanget.com

Minggu setelah semua kejadian pembuktian itu, gangguan demi gangguan masih saja terjadi, fenomena yang terjadi sepertinya tidak bisa lagi membedakan mana siang atau pun malam, kejadian-kejadian aneh silih berganti kami alami, mungkin seharusnya kamu mempunyai keberanian untuk menghadapi semua fenomenan aneh itu. Sudah cukup rasanya kejadian-kejadian aneh yang menimpa kami selama perjalanan menembus hutan. Bagi kami untuk menanamkan sebuah rasa keberanian dan mempunyai sebuah gambaran tentang sosok goib yang wujudnya mungkin tidak akan jauh berbeda antara makhluk goib yang selalu menunjukan eksistensinya di mess dengan apa yang kami temui selama perjalanan pembuktian.

Akan tetapi kenyataan yang terjadi sepertinya kepercayaan diri kami yang akan dengan mudah menghadapi semua fenomena-fenomena aneh itu hanyalah sebuah kekeliruan, hari-hari kami masih saja di liputi rasa ketakutan yang mencekam. Tangan minto sambil membanting pintu hingga menimbulkan suara yang mengagetkan, aku dan indra yang sudah sedari sore sudah terlebih duli tiba di mess hanya bisa terpaku menyaksikan kelakuan minto dari ruang tengah.

Ada sebuah amplop coklat terlihat dalam genggaman tangan minto raut wajah minto penuh dengan kemarahan seakan-akan menjadi gambaran isi berita di dalam amplop coklat itu. Aku mengambil surat dari genggaman minto, perlahan aku membuka dan membaca isi surat itu, belum sempat mulut aku berbicara untuk merespon surat ini, indra yang semula terlihat tidak peduli, melangkahkan kakinya ke dalam kamar dan kembali lagi dengan sepucuk amplop berwarna sama dengan yang di miliki minto.

Karena kesalahan kecil yang kita buat dengan enggak masuk beberapa hari saja sudah mendapat surat peringatan seperti ini, seakan-akan mereka lupa dengan jasa kita yang terkadang enggak mengenal waktu dalam bekerja. Indra kembali menghempaskan tubuhnya lagi ke kursi dan melemparkan surat yang berada dalam genggaman tangannya ke lantai. Indra pun jadi malas dengan perlakuan perusahaan seperti ini, minto menyulut rokok, tatapan matanya terlihat menatap aku dengn sebuah tanda tanya besar apa aku megalami hal sama seperti mereka.

Indra tersenyum mendengar pertanyaan mito sesekali tatapan matanya mencoba meminta persetujuan aku untuk memberitahukan suatu hal yang belum minto ketahui. Aku hanya terdiam tanpa menolak ataupun menyetujui inisiatif indra untuk memberitahukan minto. Namun aku sendiri justru mendapat promosi dan kenaikan jabatan. Minto pun bicara jika sungguh tidak enak masuknya sama tapi nasibnya beda, jika menurut aku ini sangat aneh. Mencoba menghubungkan semua kejadian ini dengan ritual yang pernah aku lakukan.

Dan minto bilang aku perhatikan perubahan dari wanita-wanita yang bekerja di kantor kita yang dulunya tidak peduli setengah mati , kini ada beberapa yang mendadak nawarin kamu makan bareng bahkan ada yang bawain kamu sarapan pagi. Aku pun mencoba mengingat kembali kejadian-kejadian yang indra sebutkan tadi, jika aku berfikir negative aku akan menghubungkan semua kejadian itu dengan ritual mistis yang pernah aku jalani, tapi aku mencoba membaung semua pikiran negative itu dengan sebuha kalimat bahwa semuanya itu hanyalah faktor kebetulan semata.

Seketika aku bicara jika indra dan minto hanya ingin menggiring pikiran aku untuk percaya bahwa semua kejadian-kejadian yang menimpa aku adalah buah dari semua ritual mistis yang aku lakukan dan pada akhirnya kalian akan mempertanyakan kebenaran tumbal-tumbal itu. Aku berusaha membuka mata mereka dan bilang ini sudah 2 minggu semuanya itu berlalu, apakah ada tanda-tanda yang mengarah bahwa ritual yang aku jalani akan memakan tumbal, lebih baik kita melihat kenyataan yang ada dari pada hidup dalam berandai-andai. Ingin rasanya aku memberikan sebuah argument yang bisa membuat mereka berfikir lebih jernih dan membuang semua kecemasan yang masih menghantui mereka.

Sejujurnya aku sudah enggak kerasan kerja di tempat ini, mungkin seminggu kedepan aku akan mengajukan pengunduran diri, apapun alasan pengunduran diri ini, aku enggak akan beralasan semua karena gangguan-gangguan goib yang aku alami selama di mess ini. Terlihat indra dan minto munundukan wajahnya, mungkin mereka tidak menyangka aku akan memngambil keputusan seperti ini. Raut wajah indra menampakkan penyesalan karena telah berulang kali menanyakan pertanyaan yang sama tentang kebenaran tumbal. Aku pun bilang jika aku ingin merintis usaha bersama mereka, dulu orang tua aku menawarkan aku untuk melanjutkan usaha mereka.

Begitu surat pengunduran diri kita setujui aku mau pulang ke rumah orang tua aku dulu, sekalian meminta izin mereka, senyum sumringah muncul dari wajah minto seolah menggambarkan keinginan untuk secepatnya meninggalkan mess ini. Tepat kurang 2 bulan, setelah surat pengunduran diri kami ajukan, waktu yang kami nanti-nantikan akhirnya tiba, surat pengunduran diri yang kami ajukan hampir bersamaan akhirnya mendapat persetujuan manajemen perusahaan, walau aku harus menyisakan satu hari lebih lama tinggal di mess ini untuk menunggu kedatangan mas kamil yang akan melakukan kunjungan kerja, bagaimana pun aku harus berpamitan dengan orang yang telah berjasa memberikan aku sebuah pekerjaan.

Saat itu aku bermimpi buruk melihat indra dan minto kecelakaan dan tidak lama mas dikin membangunkan aku dan aku tebangun dengan meliahat sosok mas dikin. Kisah ini masih berlanjut di part berikutnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here