Jeritan Malam Part 16 : Sebuah pembuktian Ke Empat Dan Teruangkapnya Sejarah Mess

0
31
malesbanget.com

Melanjutkan cerita sebelumnya, dimana minto dan indra mengatakan jika dirinya sudah mengetahui hal sebenarnya dari jam 9 malam saat di luar pagar, tapi sesuatu menghentikan langkah mereka. Aku lihat seorang bapak tua di teras depan, dari cara berpakaiannya seperti pakaian yang ada lukisan yang di dinding, semula aku pikir itu tamu atau mungkin kerabar dari seseorang di antara kita. Dia terlihat bapak itu berjalan mondar-mandir di teras seperti orang bingung, saat itu aku putuskan untuk mengajak minto membuka pintu pagar dan menghampiri bapak itu. Sebelum tangan aku sempat membuka pintu pagar, aku melihat seekor kucing yang berjalan mendekati bapak itu dan ketika kucing itu tepat berada di kakinya, dalam sekejap bapak itu terlihat menginjak tubuh kucing itu. Di saat kucing itu sudah tidak berdaya, terlihat tanganya mengangkat kucing itu dan kembali menghantamnya ke lantai teras berulang kali.

Di saat aku merasa kejadian ini janggal, ini tidak benar, pasti ini bukan manusia dan akhirnya aku mengurungkan niat aku untuk membuka pintu pagar dan memutuskan tetap berada di luar dengan harapan ada seorang dari kalian yang keluar rumah. Di saat ini aku merasa heran dengan minto yang terlihat serius ikut mendengarkan, kenapa hanya indra yang terlihat begitu detil menjelaskan apa yang di lihatnya.

Saat itu minto tidak melihat semua itu, justru aku bingung tingkah laku indra yang menahan dirinya membuka pintu pagar, dari cara pandang indra, rasa takut di wajahnya cukuplah membuat aku ikut merasakan takut. Akan tetapi kejadian kedua, aku ikut merasakan apa yang di lihat indra, dimana sekilas aku melihatnya. Aku bisa memastikan memang ada sesuatu di belakang kalian. Dengan menahan sakit di kaki aku pun berkata apa maksud perkataan dari mereka?

Minto pun mengalihkan pembicaraan dengan menyuruh aku berobat karena melihat aku kesakitan. Dan aku pun mengakui rasa sakit ini sangat menyiksa hingga aku merasa panas dingin di tubuh ini. Aku sama indra melihat ketika mas dikin menyikap gorden jendela ruang tamu, begitu juga ketika kamu terlihat ikut melihat keluar dari balik jendela itu, tapi ketika waktu yang sama aku juga melihat seperti ada bayangan hitam di belakang kalian.

Aku coba meyakinkan diri dengan yang aku lihat hingga akhirnya indra meyakini apa yang aku lihat tidak salah karena indra juga melihat sosok bayangan itu. Aku coba untuk berteriak memanggil kalian, tapi mata dan telingan kalian seperti buta dan tuli untuk sadar kehadiran kami. Dengan mengompres kaki aku indra menanyakan hasil pembuktian aku.

Aku pun menyuruh indra melihat kaki aku apakah ada bekas luka baru? karena saat itu aku takut ini akan infeksi karena kejadian semalam dan mata indra mencoba melihat setiap bagian kaki aku yang tampak memerah dan panas, terlihat indra menggelengkan kepalanya. Dan seketika indra dengan tegas mengatakan bahwa aku harus mengakui jika ini perbuatan penunggu mess ini. Aku pun hanya terdiam tanpa berniat untuk menyetujui atau menolak pendapat indra. Saat itu mas dikin terlihat mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, terlihat kujang yang aku buang semalam sudah berada dalam genggaman tanganya. Benda tersebut sudah terbungkus kembali dalam kain yang bertuliskan rajah. Mas dikin pun meminta maaf pada mas dikin karena sudah mengambil benda ini dan meletakkan kembali kujang di atas meja, aku hanya diam dan mencoba menahan keinginan untuk membicarakan apa yang terjadi dengan aku di kamar ini. Minggu depan aku akan mencoba bereskan semua masalah yang berhubungan dengan mess ini, dan nanti indra minta tolong yanto mengurus izinnya, soalnya dia kenal dengan manajemen perusahaan. Terlihat indra setuju, akhirnya kami sepakat ide tersebut.

Tepat jam 11 pagi seorang dokter akhirnya tiba di mess, tampak terlihat minto sudah teramat akrab dengan dokter itu. Setelah terlibat pembicaraan dengan dokter tersebut, minto meminta agar di lakukan pemeriksaan. Ada raut kebingungan di wajah dokter itu walaupun coba di sembunyikan dalam profesionalismenya sebagai dokter. Dokter mendiagnosa sementara jika ini merupakan sejenis virus atau alergi terhadap sesuatu. Hampir sepanjang malam rasa sakit ini benar-benar menyiksa, obat yang aku minum tidak memberikan kesembuhan sama sekali, setelah hampir 2 hari lamanya aku masih bergelut dengan rasa sakit, akhirnya aku memutuskan untuk setuju dengan pemikiran indra untuk tidak ada salahnya meminta haji mustofa yang dulu pernah memberikan bantuan di saat indra mengalami apa yang disebut kerasukan.

Setelah haji mustofa mengusap kaki aku dengan doa-doa, esok harinya kaki aku sudha normal kembali. Tepat jam 7 malam akhirnya indra dan minto datang, tanpa mengganggi lama, berbekal alamat yang di bawa minto akhirnya kami berangkat menuju kawasan hutan lama, berbekal alamat yang di bawa minto akhirnya kami berangkat menuju hutan. Ini perjalanan teraneh dalam hidup aku, perjalanan untuk sebuah pembuktian bahwa hidup berdampingan dengan alam goib. Tidak lama dari samping mobil kita terlihat motor hesti.

Hampir 40 menit lamanya kami ikuti hesti akhirnya kami masuk lokasi jalan sepi dengan hamparan pohon jati. Karena jalan setapak maka kami putuskan berjalan kaki. bersambung di selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here