Jeritan Malam Part 12 : Kunjungan Wulan 2 Ke Mess Yang Tidak Diharapkan

0
95
malesbanget.com

Setelah berganti pakaian aku mendapati wulan sudah duduk di ruang tamu bersama mas dikin, minto dan indra, terlihat dingin, sangat dingin, melebihi hembusan angin dingin yang selalu berhembus mengiringi kejadian-kejadian aneh di rumah ini. Tampak perubahan dari raut muka wulan dan aku, sudah cukup menyadarkan indra dan minto bahwa ada sesuatu yang terjadi antara aku dan wulan.

Akhirnya indra dan minto meninggalkan kami mencari makan sambil mengajak mas dikin. Belum sempat meminta maaf terlihat tangan wulan memberikan isyarat agar aku tidak meneruskan ucapannya. Wulan marah karena aku menyia-nyiakan hubungan kami. Wulan kecewa karena aku merusak kepercayaannya. Aku bilang kepada wulan jika aku khilaf. Akhirnya wulan memutuskan untuk pulang dan wulan kecewa sekali hingga ia memutuskan aku. Wulan bilang sudah mempunyai firasat yang buruk tentang aku dan ternyata terbukti semua. Saat itu aku coba untuk wulan berfikri ulang dengan semua keputusannya dan berharap ada keajaiban yang menyelamatkan hubungan ini, tetapi segala bujuk rayu aku hanya berubah kekecewaan, wulan tetap dengan keputusannya.

Keinginan aku untuk mengantarkan wulan terakhir kalinya berubah menjadi kekecewaan. Wulan menampik semua tawaran yang aku berikan, setelah membereskan semua barang bawaannya akhirnya wulan pergi meninggalkan aku tanpa pernah bisa aku hubungin kembali. Setelah kepergian wulan dari hidup aku, aku merasa kehilangan keyakinan. Ini merupakana momen terendah dalam kehidupan aku, dimana kehilangan kepercayaan diri. Indra dan minto menenangkan aku dan memberitahukan semua pasti ada hikmahnya. Tetapi semua sia-sia yang ada di dalam benak aku sekarang adalah perasaan dendam kepada hesti yang telah membawa aku dalam malapetaka ini, perasaan benci aku pada kehidupan ini yang telah membawa ku terjebak dalam rangkaian peristiwa di mess ini.

Seketika aku bilang pada indra jika aku menyerah dan ingin berhenti kerja, terlihat wajah tidak percaya minto dan indra mendengar keputusan aku. Tapi sebelum meninggalkan mess ini aku ingin tau latar belakang mess tua ini begitu juga dengan sosok hesti yang sudah membawa kehancuran buat aku. Berharap dukungan dari minto dan indra, sepertinya minto dan indra mengerti dengan apa yang aku harapkan.

Terlihat antusias indra dan minto mendengar rencana aku untuk menyibak mess itu. Dan aku memulai ini dari penghuni lama mess ini yaitu mas dikin. Akhirnya kami memanggil mas dikin dan mas dikin berlari. Mas dikin kami suruh duduk dan akhirnya kami menanyakan tentang kejadian masa lalu mess ini. Namun mas dikin agak lupa dan mencoba untuk mengingat-ingat kejadian itu. Lalu tidak lama mas dikin berkata jika dirinya merupakan generasi kedua pengurus mess dan sebelumnya pengurus mess ini adalah bapak mas dikin. Akan tetapi bapak nya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Menurut mas dikin sejarah mess ini dulu nya adalah dalam proses pembangunannya lama hingga akhirnya terlihat menjadi agak luas seperti ini. Pada saat proses pembangunan di temukan beberapa kerangka manusia dan hewan di sekitar lokasi dan para pekerja yang membangun tidak menyadari keberadaan kuburan ini karena tidak ada tanda yang menandakan bahwa di lokasi itu ada kuburan.

2 kerangka manusia dewasa tanpa kepala dengan kondisi, 1 kerangka dengan sebuah gagang cambuk menemaninya dan yang satu lagi dengan sebuah rantai di bagian kerangka kakinya. Selain itu ada juga beberapa kerangka hewan entah anjing atau kucing. Setelah proses pemindahan kerangka, kejadian-kejadian aneh mulai sering terjadi di mess ini dan pekerja yang membangun pun pernah di ganggu dalam bentuk-bentuk mimpi karena ketidaksempurnaan mereka memindahkan kerangka.

Ada seseorang yang mengetahui banyak tenatan sejarah ini tempat ini lebih detail daripada yang saya ketahui. Menurut mas dikin namanya mbah warsono, orang tua yang ahli kanuragan, dulu dia tinggal di sekitar sini tapi entah kapan pindahnya, menurut informasi mbah warsono pindah dan tinggal di sekitar hutan. Aku sangat yakin mbah warsono adalah sosok yang bisa menyikap semua tabir misteri mess ini.

Ketika aku membahas hesti teman-teman aku langsung memperingatkan aku agar tidak terlalu jauh berhubungan dengan wanita itu. Tidak lama aku kembali ke kamar untuk mengambil kujang atau keris dan menyerahkan pada minto. Minto penasaran dengan benda yang aku berikan dan mengaguminya sesaat. Indra pun terkagum karena ternyata aku mempunyai benda pusaka seperti itu. Mas dikin pun bilang seperti nya pusaka sakti ya, mungkin ini yang di maksud orang pintar itu, bahwa pak reza menyimpan benda pusaka. Kini mas dikin mencoba mengulang apa yang pernah di kata kan orang pintar pada waktu itu kepadaku. Tapi semua akan aku buktikan tentang hesti itu. Nah kelanjutannya baca terus di part berikutnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here