Jeritan Malam Part 10 : Kunjungan Wulan Ke Mess

0
89
malesbanget.com

Akhirnya minto lega melihat aku sadar sambil mengelus-ngelus telapak tangannya di dada, begitu juga dengan indra dan mas dikin yang tampak lega melihat aku siuman. Wajah orang pintar itu mengisyaratkan sebuah aura kepuasan, ingin rasa nya aku bangkit dan melabraknya tapi kondisi tubuh ini tidak berjalan selaras dengan keinginan, rasa lelah pun begitu yang aku rasakan seperti layaknya orang yang telah berjalan jauh. Orang pintar itu bilang agar member aku minum air putih agar tenaga aku pulih. Setelah itu terlihat mas dikin berbincang-bincang lalu mengantarkan orang pintar itu pamit meninggalkan rumah.

Indra penasaran dengan apa yang terjadi padaku karena aku seperti orang linglung. Aku pun hanya terdiam sambil menyaksikan orang pintar itu pergi, sebenarnya di dalam diam ini aku masih terbayang dengan peristiwa yang baru saja aku alami. Aku sempat berfikir apa ini adalah ilmu hipnotis, dimana sebuah ilmu yang membuat kita kehilangan kesadaran tergantikan dengan imajinasi yang di berikan hipnotis.

Aku bilang pada teman-teman aku pasti kalian melihat aku seperti mayat hidup yang berjalan dan setelah itu aku pingsan. Namun teman aku menampik bahwa dari tadi aku tidak kemana-mana tetapi aku terlihat seperti orang tanpa jiwa, mata aku kosong dan setelah itu aku menjerit dan pingsan. Saat itu pak minto mencoba menjelaskan apa yang dia saksika, aku hanya bisa terbengong mendengar keterangan minto karena sungguh jauh denga apa yang aku perkirakan.

Aku pun tidak peduli dengan keyakinan mereka yang selau beranggapan semua bisa di jelaskan dengan sesuatu yang masuk akal, intinya aku mau tahu apa yang mereka lihat mereka tidak sadar tadi. Aku menjelaskan aku melihat seorang gadis diatas lemari baju kamar kamu dengan tangan memegang kepalanya yang terpisah. Indra pun menghela nafas berat dan baru kali ini aku melihat indra sedepresi itu karena takut.

Aku pun mengajak mereka untuk tidur dan meyudahi pembicaraan ini. Indra pun minta tidur di kamar aku dan sambil bergegas menyusul aku, terlihat mala mini minto mempunyai keberanian yang lebih di banding indra sehingga dia memutuskan untuk tidur di kamarnya. Minto bilang jika kita merupakan orang beragama jadi harus berani karena takut hanya membuat kita semua paranoid. Terlihat jelas rasa percaya diri terpancar dari wajah minto. Aku bangga melihat minto, mala mini minto bisa menepis ketakutannya dengan akal sehat hingga selang 20 menit rasa bangga aku akhirnya luntur seiring teriakan dan ketukan tangan di pintu kamar.

Tidak lama minto datang dan meminta tidur bareng. Teriakan semakin keras karena respon kami telat saat permintaannya belum di dengar hingga akhirnya dengan malas membuka pintu aku bertanya kamu kenapa, wajah kamu pucat gitu? Saat itu minto bilang jika guling yang di peluknya menghembuskan nafas, seketika aku dan indra tertawa. Sudah 2 bulan lamanya kami di terror di mess ini dengan berbagai macam kejadian yang tidak normal, terkadang aku bisa menjelaskan beberapa peristiwa itu dengan penjelasan masuk akal. Namun sebagian besar yang lain tidak bisa aku jelaskan dengan penjelasan yang terasa lebih ilmiah di banding sudut pandang mistis.

Beberapa kali aku coba mencari informasi tentang masa lalu mess ini, namun hanya jawaban kosong yang aku terima, mencoba mencari informasi di kelurahan, aku kawatir terlalu banyak biaya yang keluar hanya untuk informasi yang memuaskan rasa penasaran ini. Sempat ada keinginan untuk berhenti dari kerja ini tapi malu rasa nya karena belum bisa memberika bukti keberhasilan pada orang tua aku. Dan hal itu membuat aku mengurungkan niat aku itu. Opsi kedua yang aku pikirkan adalah aku harus meninggalkan mess itu dengan cara kost di luar, tapi opsi ini kembali gagal karena keterbatasan dana, gaji aku belum mencukupi untuk melakukan itu semua, mengajal indra dan minto pun menemui kata gagal, dengan alasan mengirim uang untuk keluarganya di rumah. Karena perut lapar dan sambil menunggu indra dan minto pulang aku mampir ke rumah makan yang pernah mereka ajak. Segera aku memesan makanan dan mencari posisi enak, setelahnya menyelesaikan makan dan menghisap rokok, akhirnya aku melihat sosok wanita yang aku cari, terlihat hesti memasuki rumah makan dengan pesonanya, aku melihat keramahan wanita ini dengan tebaran senyumnya. Tidak ada yang aneh dari wanita ini, tidak terlihat seperti wanita jahat tapi pada dasarnya wanita ini memang mempunyai daya tarik sendiri selain wajah yang terlihat biasa.

Saat itu dia menghampiri aku dengan aroma tubuh wanginya, akhirnya aku cerita jika aku seorang diri karena di tinggal indra, yanto dan minto bersenang-senang menikmati malam. Hesti pun dengan genitnya mengatakan kasihan padaku. Kami terlibat perbincangan yang cukup lama dan akrab, dari perbincangan ini aku bisa mengetahui tentang rumah makan yang di kelola hesti seorang diri, tentang status hesti sebagai janda tanpa anak, tentang ibunya yang sudah meninggal dan bapaknya yang pergi entah kemana. Kehidupan yang cukup berliku menurut aku. Cerita nya akan berlanjut di part berikutnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here