Jeritan Malam Part 1 : Sebuah Kabar Indah Tentang Masa Depan

0
82
siopung.com

Juli 2007 irama langkah aku bergegas cepat meninggalkan sebuah toko buku dan menuju ke stasiun kereta. Kebetulan hari ini sehabis berkunjung ke rumah seorang teman, aku mampir ke sebuah toko buku untuk membeli beberapa buah buku yang aku butuhkan untuk sekedar menjadi bahan bacaan peneman hari aku setelah kuliah. Di saat kesibukan mata aku mencari-cari buku yang mungkin bisa menjadi bahan bacaan aku. Sebuah telepon panggilan masuk, dimana sebuah panggilan yang sama sekali tidak terduga dan akan menjadi awal hidup aku memasuki dunia kerja.

Aku pun pun di telepon oleh seorang wanita dan berbicara di telepon dengan wanita ini. Wanita itu bernama indri yang bekerja di PT.xxx meminta aku untuk hadir ke perusahaan mereka untuk mengikuti proses seleksi penerimaan kerja. Itu merupakan kabar bagus tapi kembali aku berfikir dan mencoba mengingat kembali surat-surat lamaran yang pernah aku kirim. Aku masih bisa mengingat perusahaan-perusahaan yang pernah aku lamar. Menurut aku perusahaan ini tidak termasuk di dalam daftar perusahaan yang masuk dalam list surat lamaran kerja yang aku lamar.

Aku bingung tapi tidak terlalu memikirkannya yang penting aku jalanin dulu saja. Dan hingga akhirnya aku tidur di kursi kereta yang mengantarkan aku ke stasiun bogor. Mama aku menegor aku tumben aku sudah rapi dan aku sudah menyiapkan makanan sendiri. Aku pun bilang jika hari ini aku ada panggilan kerja. Mama aku pun tersenyum senang dan mendoakan aku selalu agar di mudahkan dalam wawancara nanti. Bapak aku tidak sengaja mendengar dan menyuruhku agar di antar supir bapak agar tidak telat. Aku pun bilang pada bapak bahwa aku sendiri saja biar tahu jalan.

Setelah menyelesaikan sarapan dan pamit segera aku pergi menuju perusahaan tempat aku akan melakukan tes wawancara. Pada pukul 7.30 sedangkan jadwal wawancara yang akan aku lakukan pukul 11 jadi cukup waktu tempuh yang akan aku habiskan untuk menuju perusahaan itu. Kereta merupakan salah satu pilihan aku untuk mempersingkat jarak tempuh itu. Dan tepat jam 10 kurang 15 akhirnya aku tiba di perusahaan itu, sebuah lokasi perusahaan yang terletak di Jakarta selatan.

Setelah menuju ke bagian resepsionis dan memberitahukan maksud kedatangan aku, akhirnya aku di persilahkan duduk di sebuah ruang tunggu. Ketika itu waktu luang aku manfaatkan untuk mencoba membaca dan kembali mengingat materi kuliah yang pernah aku pelajari. Tidak lama aku di suruh ikut oleh seorang salah satu karyawan wanita disana. Aku pun masuk ke dalam salah satu ruangan dimana aku akan wawancara. Wanita itu bilang agar aku duduk dan menunggu usernya. Saat itu ada rasa tegang ketika pertama kali melaksanakan proses penerimaan kerja di tambah aku masih terasa asing dengan perusahaan ini. Akhirnya rasa tegang itu sirna seiring sosok yang aku lihat memasuki ruangan. Aku pun kaget ternyata itu mas kamil, dengan heran aku melihat sosok yang tersenyum di hadapan aku. Mas kamil adalah senior aku yang telah lulus satu tahun lebih cepat dari aku. Aku pun kaget dan bilang pada mas kamil seinget aku, aku belum pernah melamar ke perusahaan ini, mas kamil pun kembali tersenyum.

Hingga akhirnya mas kamil menceritakan sejarah dan bergerak di bidang apa perusahaan tempat kerjanya itu bergerak. Kebetulan dia sudah memegang posisi penting di perusahaan itu dan merekomendasikan aku untuk mengisi sebuah tempat dalam departemen nya yang kosong. Mas kamil pun bertanya bagaimana dan dia sambil memperhatikan aku. Karena posisi kerja nya di luar Jakarta aku pun harus berdiskusi dulu pada orang tua aku. Akhirnya mas kamil bilang jika aku sudah dewasa dan harus bisa ambil keputusan sendiri. Jangan sampai kesempatan yang sudah ada di sia-siakan karena ragu, ucap mas kamil. Mas kamil bilang jika aku berminat, sekarang juga dia akan minta bagian hrd mengurus surat kontrak nya karena aku memang lagi butuh cepat. Aku pun berfikir lama sambil menimbang semua omongan mas kamil antara ingin bekerja dan restu orang tua. Namun setelah aku pikirkan akhirnya aku memutuskan untuk menerimanya. Aku yakin pasti orang tua akan setuju karena ini niat yang baik untuk sebuah pekerjaan yang baik.

Akhirnya aku bilang ke mas kamil baik mas saya terima. Senyuman sumringah pun terlihat dari wajah mas kamil. Tidak lama mas kamil langsung ke bagian HRD untuk suratnya. Setelah tanda tangan kontrak, aku pun langsung meninggalkan perusahaan dengan langkah kemenangan. Aku langsung bilang ke mama jika aku di terima kerja dan bapak member selamat sambil tertawa, mama pun memeluk aku. Namun kegembiraan itu tidak lama saat aku bilang penempatan kerja aku. Bapak pun bilang kenapa tidak nerusin usaha bapak saja? Saat aku menjelaskan aku ingin mandiri dan karena masa depan yang bagus akhirnya bapak dan mama memberi ijin.

Aku pun tiba di stasiun dan aku berpamitan pada wulan pacar aku. Terlihat wulan berat melepas aku pergi. Aku pun tidak lama berangkat dan berdoa dalam hati semoga aku bisa sukses. Nah, cerita lanjutannya baca terus di part selanjutnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here