Jeritan Malam 2 Episode Terakhir : Akhir Dari Kisahku

0
82
malesbanget.com

Haji mustofa pun mengatakan jika semua itu terjadi atas kehendak Allah dan terkadang tipu daya setan selalu berusaha menyesatkan umat manusia. Setelah mengakhiri wejangannya kumpulan benda-benda antic koleski bapak kini terlihat mulai dimasukan ke dalam lubang yang telah di gali sebelumnya. Untuk terakhir kalinya aku menyaksikan semua benda-benda itu hingga akhirnya semua benda itu menghilang seiring dengan timbunan tanah yang mulai menutupi lubang-lubang yang ada. Setelah itu tidak lama semua kejadian itu, kami pun kembali dan berpamitan dengan haji mustofa. Dimana haji mustofa pun meminta aku agar selalu mendekatkan diri kepada Allah dan tidak meninggalkan solat juga mengaji.

Setibanya di tempat kota kelahiran aku aku pun menyetujui rencana yang sudah mama aku rencana kan dari jauh-jauh hari untuk menikah dengan andira. Dan di situ kami pun mulai menentukan tanggal dan hari pernikahan aku dengan andira. Dan tidak lama aku dan mama sudah menentukan tanggal pernikahan aku dengan andira. Tidak lama berselang akhirnya aku melangsungkan pernikahan dengan andira dengan bercampur aduk perasaan yang tidak menentu baik perasaan takut, senang maupun sedih. Karena masih seringnya bayangan-bayangan kelam di masa lalu menghantui aku dan membuat aku parno untuk melangkah ke hidup yang baru. Namnu tidak lama dedi meyakinkan aku bahwa aku harus memasrahkan semua itu kepada Allah dan tidak lupa selalu mengingat nya dimana pun dan kapan pun. Saat semangat yang di berikan aku pun semakin yakin dengan semuanya.

Mama menangis dan bahagia dengan isak tangisnya begitu aku selesai izab Kabul, kedua mata mama kini terlihat normal menatapa kebahagiaan yang aku rasakan. Aku pun bahagia karena bisa mengabulkan keinginan mama walaupun dalam kenyataannya aku memang mencintai andira. Dan hari ini merupakan hari yang sudah genap tujuh bulan aku melalui semua kejadian-kejadian buruk itu, semua berjalan begitu sempurna tanpa ada satupun gangguan-gangguan jahat yang aku ataupun orang-orang terdekat yang aku alami. Hingga akhirnya aku menyetujui proses pernikahan itu, sungguh ini merupakan hari berbahagia dalam perjalanan hidup aku. Ucapan-ucapan selamat yang datang silih berganti sepertinya akan menjadi akhir dari semua tangis dan duka yang selama ini mengisi kehidupan aku. Tapi dibalik semua kebahagiaan itu tidak aka nada satupun yang akan mampu menggantikan kedudukan orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan aku.

Dedi pun memeluk aku dan mengucapkan selamat pada aku. Dengan hangat aku membalas pelukan dedi, ini bukanlah sebuah pelukan terakhir, masih aka nada lagi pelukan-pelukan kami lainnya yang akan mengisi perjalanan persahabatan ini hingga akhirnya sebuah rangkulan perpisahan akan memisahkan kami dalam sebuah takdir yang dinamakan kematian. Setahun sudah prosesi yang membahagiakan itu berlalu, momen-momen membahagiakan itu kembali singgah dan member warna dalam perjalanan hidup aku. Samar-samar di dalam kegelisahan yang aku rasakan, terdengar sebuah suara tangisan yang memecah keheningan malam. Suara tangisan yang terdengar begitu lepas begitu indah dan begitu memanjakan pendengaran ini.

Bidan pun mengatakan bahwa anak pertama aku terlahir wanita. Sungguh bagaikan sebuah kabar terindah dari berbagai macam kabar yang pernah aku terima selama ini. semua bagaikan dalam mimpi dan tidak pernah terpikirkan oleh aku bahwa pada akhirnya aku akan sampai titik ini, titik dimanan aka nada seorang anak kecil yang memanggil aku sebagai seorang ayah. Aku pun mengatakan pada andira jika anak kita adalah perempuan dan andira dengan penuh rasa haru begitu tergambar kebahagiaan di wajahnya. Malam ini hidup kita terasa semakin sempurna dengan hangat aku kecup kening andira, tidak ada lagi kesunyian di rumah ini dan rumah ini akan kembali ramai dengan terlahirnya sesosok bayi mungil yang akan memberikan sentuhan keceriaan dengan suara lengkingan tangisnya.

Andira pun dengan garis-garis kelelahan begitu tergambar jelas di wajah nya meminta aku mencari nama untuk anak kami. Seiring malam yang mulai beranjak ke titik kesempurnaannya, aku hanya bisa terpaku menatap andira dan bayi mungil yang kini mulai terbuai dalam mimpi indahnya. Akhirnya diantara kesunyian yang mulai menyelimuti kegelapan malam, samar-samar aku kembali mendengar sebuah suara, sebuah suara yang sudah teramat lama tidak aku dengar keberadaannya di rumah ini, sebuah suara yang telah menjadi momok menakutkan dalam kehidupan aku. Dan ketika berbagai macam pertanyaan kembali bermain-main dalam pikiran aku, ketika itu juga semua kisah ini berakhir dengan sebuah tanda tanya besar. Dan semua ini aku anggap menjadi kegelapan malam menyimpan semua misteri itu. Dan semoga akhir cerita ini bisa menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi kita semua. Dan semoga banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kisah sederhana ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here