Jangan Gampang Ngaku Sudah Dewasa Padahal Masih Gagap Mengatasi 5 Hal Ini

0
78

Dianggap masih anak kecil kadang membuat sesak nafas, namun masalah dewasa tidaknya seseorang memang tak selalu berkaitan dengan umur. Banyak anak belasan tahun ternyata memiliki pola pikir yang tidak berbeda jauh dengan mereka yang sudah berumur puluhan tahun. Kira-kira apa penyebab kondisi semacam ini? Kamu yang merasa sudah cukup dewasa baiknya jangan besar kepala dulu sebelum tahu karakter orang yang dewasa sebenarnya seperti apa.

Jadi ternyata menurut sebuah riset seseorang akan dikatakan dewasa manakala sudah cukup cerdas dan bijak mengatasi masalah-masalah semacam ini:

1. Galau level akut saat diputus pacar,
Hanya anak kecil yang akan menangis berderai-derai kemudian galau tingkat akut ketika diputus oleh pacar. Kedewasaan kamu akan langsung nampak ketika menentukan sikap bagaimana menanggapi kata putus dari sosok yang kamu cinta. Jadi jangan ngaku-ngaku sudah dewasa kalau ternyata masih galau bukan main manakala si pacar melontarkan kata putus. Padahal di sekitar masih banyak orang yang sayang dan mencintai kamu, jadi jangan galau berkepanjangan.

2. Gampang percaya dengan broadcast provokatif,
Dunia memang sudah canggih bahkan anak kecil belum mencicipi bangku sekolah sudah pintar memainkan gadget masa kini. Keberadaan media informasi digital memang sukses memberikan banyak informasi dari berbagai bidang dengan cepat dan akurat. Tinggal main klik maka berita apapun bisa tersebar dalam hitungan detik. Namun untuk mengetahui parameter kedewasaan bisa dilihat dari sikap kamu menanggapi berita yang didapat, kalau asal broadcast saja tentu belum bisa disebut dewasa.

3. Tak sudi mengakui kesalahan dan sibuk mencari kambing hitam,
Definisi dewasa memang banyak dan salah satunya adalah sikap kamu manakala melakukan kesalahan. Kedewasaan seseorang terbukti dari mentalnya untuk mengakui kesalahan yang dilakukan dan berusaha bertanggung jawab. Kalau kamu malah memutuskan berkelit dan sibuk mencari kambing hitam, yang ada kamu dicap anak kecil selamanya. Jadi, belajar deh dari sekarang supaya semakin dewasa dan bijak dengan mengakui kesalahan secara berani.

4. Pekerjaan selalu berakhir dengan keteteran,
Orang dewasa adalah mereka yang sudah menganggap waktu sebagai uang sehingga tidak ada kegiatan malas-malasan di kasur sepanjang hari. Kalau memang kamu sudah dewasa dijamin akan berusaha produktif, sehingga meski masih belia dijamin punya segudang kesibukan dan seabrek prestasi. Ya karena itu tadi kamu tidak punya waktu cukup untuk bersantai, bergosip yang tidak jelas, dan tahunya enak saja. Sehingga pekerjaan kamu akan beres tepat pada waktunya.

5. Lebih suka bicara di belakang untuk hal-hal yang dibenci,
Namanya hidup pasti bersosialisasi, bahkan sejak kamu masih bayi pun akan bersosialisasi dengan sesama bayi. Proses bersosial ini ternyata membuat kamu akrab dengan kondisi tidak suka dengan seseorang, tidak suka dengan pendapat seseorang, atau tidak suka dengan penampilan seseorang. Wajar memang, namun menjadi aneh dan kekanakan kalau rasa tidak suka ini tidak logis kemudian lebih memilih ngomong di belakang. Sampaikan di depan saja, sehingga bisa saling mengingatkan dan kamu pun sukses mencegah adu mulut.

Tak dapat dipungkiri bahwa ketika dicap dewasa maka hati akan berbunga, rupanya menjadi dewasa itu tidak mudah. Jangan menganggap karena umur sudah paling tua lantas merasa sudah paling bijak dan dewasa karena bisa jadi kamu masih kekanakan menghadapi masalah di atas. Jadi silahkan kroscek bagaimana sikap kamu menyelesaikan masalah yang disebutkan di atas, kalau memang dewasa pasti bisa lebih bijak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here