Ini Dia Jagoan Timnas U-16 Yang Nggak Bisa Diremehin, Masa Depan Indonesia

0
230

Belum lama Ini Indonesia patut berbangga karena berhasil memboyong piala juara pertama di ajang AFF U-16 setelah adu penalty pada pertandingan final melawan Thailand. Kemenangan tersebut nggak terlepas dari usaha pelatih, supporter, dan terutama para pemainnya. Beberapa pemain mulai disorot karena permainannya yang nggak biasa. Berikut daftar jagoan timnas U-16 yang nggak bisa diremehin skill-nya.

Bagas Kaffa & Bagus Kaffi

Kembar bersaudara ini berhasil menjadi ikon baru sepak bola Indonesia. Duet maut antara duo bersaudara ini mampu menghasilkan peluang-peluang cantik saat bermain. Mereka adalah Amiruddin Bagas Kaffa dan Amiruddin Bagus Kahfi yang sama-sama lahir pada 16 Januari 2002. Bagas Kaffa merupakan bek kanan yang tak tergantikan, sementara bagus kahfi adalah striker andalan Indonesia. Dua bersaudara ini menunjukkan kekompakannya saat mencetak gol ke-8 Indonesia.

David Maulana

Dipercaya sebagai kapten timnas, anak medan kelahiran 25 Februari 2002 ini berhasil mengatur ritme serangan tim asuhan coach Fachry Husaini. Pantas saja memang, ia pernah tercatat sebagai pemain terbaik Turnamen Jenesys di Jepang saat Indonesia berhasil menebas Vietnam dengan skor 1-0. Peran David Maulana seperti Evan Dimas di timnas U-19, apalagi nomor punggung yang dikenakan keduanya sama yaitu nomor 6.
Sutan Zico

Pemilik nama lengkap Sutan Diego Armando Ondriano Zico ini pernah mengikuti FC Bayern Youth Cup di tahun 2017. Ia juga berhasil mencetak 5 gol di kualifikasi piala Asia. Sutan Zico adalah targetman andalan timnas, karena gol-gol cantik yang terlahir dari kakinya banyak dicetak hanya dengan sekali sentuhan saja.

Rendi Juliansyah

Rendi Juliansyah adalah pemain bola serba bisa. Rendi sebenarnya adalah seorang striker, namun menjelang piala AFF posisinya berubah menggantikan Hamsa Lestaluhu yang sedang cedera. Ia dipercaya sebagai pemain gelandang dan penyerang sayap. Skill bermainnya memang nggak bisa dianggap remeh, buktinya ia berhasil mencetak 8 gol sekaligus menjadi top skor Liga Kompas Gramedia di tahun 2016.

Kemenangan mereka kemarin tentunya diiringi dengan air mata antara tangisan haru dan bangga, rasanya mereka sangat puas bisa ‘membalasakan dendam’ senior seperjuangan yaitu timnas U-19 yang gagal membawa gelar juara sebelumnya. Sebagai bibit-bibit unggul dalam sepak bola Indonesia, mereka butuh perhatian agar mendapat pelatihan dan pengalaman yang lebih baik untuk karir mereka dan tentunya masa depan tim garuda muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here