Ibuku Mengandung Anak Suamiku

0
15

Hai, namaku Jennie.

Aku tinggal bertiga dengan ibu dan kakak perempuanku, ayahku sudah pergi meninggalkan kami sejak aku kecil. Sejak itu ibuku jadi single parent.

Tapi, walaupun ibu harus bekerja keras sendiri, dia tetap mendidik aku dan kakakku dengan baik, dia juga selalu berusaha mencukupkan semua kebutuhan kami.

Hubunganku dengan ibu, seperti hubungan antara dua sahabat perempuan, diantara aku dan kakakku, ibu paling dekat denganku.

Aku tidak pernah merasa risih saat harus bercerita tentang masalahku padanya, dan dia juga tidak malu menceritakan semua masalahnya padaku.

Ibu tahu semua masalah percintaanku dan aku tahu semua masalah ibu dan teman-temannya.

Dan hari ini, aku sedang menceritakan perkembangan hubunganku dengan Rico.

Rico itu pacarku sejak jaman kuliah. Aku dan dia teman sekelas, dan kami terjebak cinta lokasi. Kami saling suka dan memutuskan untuk pacaran.

Sangat klise memang, tapi aku menyukainya.

Kemarin Rico melamarku. Dan tanpa banyak berpikir, i said yes. Apalagi yang perlu aku pertimbangkan? Aku mengenal Rico cukup lama, dan aku tahu dia orang yang baik, dan pastinya dia juga mencintai aku. Aku yakin kehidupan rumah tanggaku akan baik-baik saja. Walaupun dulu, aku pernah merasa skeptis dengan sebuah pernikahan, tapi bersama Rico aku yakin aku bisa.

Seperti sudah menjadi suatu yang wajar dan mendarah daging, bahwa akan selalu ada masalah-masalah pra nikah. Sebelum kata ‘SAH’ terucap, belum lengkap rasanya jika kami berdua tidak terbentur masalah.

Kami terbentur dengan biaya yang cukup besar untuk melangsungkan pernikahan kami. Aku dan Rico sudah berpikir untuk menggelar pesta yang biasa-biasa saja, tetapi bahkan pesta yang biasa juga menghabiskan cukup banyak dana.

Aku sempat mendiskusikan dengan Rico bahwa mungkin aku akan pinjam bank, tapi Rico tidak setuju.

Karena aku tidak mungkin menyusahkan ibu, aku memendam masalah ini, aku belum menceritakannya pada ibu, mungkin kalau ibu tahu dia juga akan menolak untuk mengajukan pinjaman di bank.

Tapi, karena aku dan Rico buntu, aku memutuskan untuk menceritakan masalahku pada ibu. Mungkin ibu bisa memberi solusi.

Saat aku menceritakan semua masalahku, dan juga menyebutkan rincian biaya yang harus aku dan Rico keluarkan untuk pernikahan kami, ibu memelukku, lalu berkata, ‘Ibu akan membiayai semua pernikahanmu’, saat itu aku merasa senang sekaligus tidak enak. Yang mau nikah kan aku dan Rico, kenapa ibu yang mengeluarkan uang, awalnya aku menolak bantuan ibu, tapi ibu memaksaku bahwa ia tidak apa-apa jika harus mengeluarkan uang untuk biaya pernikahanku.

Baiklah, aku lega dan senang saat itu, karena kata ibu, ‘seorang ibu akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan anaknya’. Saat mendengarnya aku benar-benar terharu.

Setelah masalah biaya pernikahan terpecahkan, aku dan Rico mulai berburu semua kebutuhan pesta pernikahan, dari gaun sampai dekorasi.

Aku benar-benar merasa berterima kasih pada ibuku, dia wanita terbaik yang pernah aku punya dan aku sangat menyayanginya.

Saat hari H, aku dan Rico mengucap janji setia dan acara yang kami gelar berlangsung meriah. Aku benar-benar merasa seperti orang paling bahagia sedunia. Semua orang yang hadir mendoakan pernikahan kami.

Setelah selesai dengan semua hiruk pikuk pesta pernikahan, aku dan Rico berencana untuk bulan madu.

Saat itu, aku mengatakan keinginanku mengajak ibu untuk bulan madu bertiga, sebagai ungkapan rasa terima kasihku padanya karena sudah mau mendanai biaya pernikahanku dengan Rico yang tidak sedikit.

Ibu menerima permintaanku. Akhirnya kami pergi bertiga dan bersenang-senang bersama. Rico dan ibu sangat cepat akrab.

Setelah pergi bulan madu bertiga, kehidupan pernikahanku masih normal.
Hubungan ibu dan Rico juga sangat baik. Mereka selalu terlihat akrab dan sering aku temui mereka sedang tertawa bersama.

Tapi, setelah delapan minggu pernikahanku, Rico berubah.

Dia mulai sering pulang terlambat. Setiap libur dia juga akan lebih memilih pergi selama berjam-jam sendiri tanpa mengajakku, tidak hanya itu dia juga sangat asyik dengan telponnya sendiri. Sikapnya sudah tidak semesra dulu. Dan tampaknya sudah tidak peduli denganku.

Aku mulai takut, kalau dia selingkuh dengan perempuan lain di luaran sana, tapi semoga itu hanya pikiran negatifku. Aku percaya suamiku tidak akan mengkhianati kepercayaanku, ketakutanku pasti karena efek aku sering membaca berita perselingkuhan.

Tapi sepertinya aku harus menarik semua ucapanku barusan.

Rico ternyata selingkuh dan yang paling mengecewakan adalah dia berselingkuh dengan ibu kandungku.

Kukira hubungan baiknya dengan ibu hanya sekedar hubungan mantu dan mertua, tapi ternyata lebih dari itu. Siapa sih yang bakal berpikir bahwa akrab dengan mertua itu sesuatu yang aneh? Bukankah itu malah bagus? Aku awalnya juga berpikir bahwa keakraban mereka adalah keakraban yang wajar, tapi yang sebenarnya terjadi, keakraban mereka karena mereka saling menyimpan rasa.

Awal mula aku mengetahui hubungan spesial antara suamiku dan ibu adalah saat kakakku meminjam hp ibu untuk menelpon rekannya, tapi saat membuka menu, dia menemukan chat mesra antara ibu dan Rico.

Isi dari chat itu terlalu mesra untuk hubungan mantu dan mertua.

Saat membacanya saja, aku merasa duniaku berakhir.

Aku langsung berlari menghampiri ibu, saat itu dia sedang duduk menonton TV.

Apakah aku akan jadi anak durhaka, jika aku melabrak ibuku sendiri dengan alasan perselingkuhan yang dia lakukan dengan suamiku, suami dari anak kandungnya?

“Ibu, bisa jelaskan padaku ada hubungan apa dengan Rico?” tanyaku penuh amarah.
“kamu ngomong apa sih? Ibu nggak paham,” jawab ibuku.
“Rico selingkuh, dan dia selingkuh dengan ibu!” teriakku.
“Kamu gila!” balas ibu
“Siapa yang gila, bu? Aku atau ibu yang gila? Apa ada sih ibu yang tega merebut suami anak kandungnya sendiri?”

Saat itu tangisku mulai pecah.

Ibu terdiam, tidak berkata apa-apa.

Tak lama kemudian Rico muncul dan menatapku bingung.

“Ada apa ini?” tanyanya
“Bawa kesini Hp-mu. Aku mau lihat!” bentakku pada Rico, aku terlalu marah dan kecewa.
Rico pucat pasi. Dia juga tidak menyerahkan Hp-nya padaku.
“Mau apa?” tanya Rico
“Aku mau lihat bukti kemesraanmu dengan ibu!” teriakku habis sabar

Rico tetap pada pendiriannya.

ibu masih berusaha menyangkal bahwa dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Rico.
Tapi, yang tak kuduga. Rico membuka mulutnya dan berkata bahwa dia memang sudah tinggal bersama dengan ibuku. Itu adalah kejujuran paling menyakitkan yang pernah aku terima. Dua orang yang paling aku cintai tega menyakitiku dengan cara paling sadis yang pernah aku tahu.

Melihat Rico yang sudah berani mengungkap semuanya, ibuku akhirnya mau mengaku bahwa dia juga sedang mengandung anak dari suamiku dan mereka memutuskan untuk segera menikah.

Ya, Tuhan… apa-apaan ini! Sejak kapan mereka bermain di belakangku?

Aku tidak habis pikir, bagaimana mungkin seorang ibu tega melakukan pengkhianatan pada anak perempuannya sendiri?

Sejak pengakuan mereka berdua, hubunganku dengan ibu memburuk, tapi itu cukup baik untukku. Aku perlu waktu untuk menerima kenyataan itu. Dan hubunganku dengan Rico, jelas aku mengakhirinya, aku tidak mungkin meneruskan hubunganku dengannya. Dan lagi, dia akan menikah dengan ibuku. Akan sangat menjijikkan bukan, kalau aku meneruskan hubunganku dengannya?

Rico mungkin laki-laki paling brengsek yang pernah aku temui.

Tapi yang berselingkuh dengannya adalah ibuku, bagiku seorang ibu harusnya mencintai dan melindungiku di atas segalanya. Tapi apa? Dia malah mencuri suamiku, menghancurkan pernikahan dan mimpi-mimpi kecilku. Akan sulit bagiku untuk memaafkan keduanya.

Dan semoga kisahku menjadi pelajaran bagi semua orang untuk lebih berhati-hati, menjaga pasangan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here