Demi Sahabatku Aku Rela Makan Mie Instan Sebulan

0
7

Setiap orang pasti punya yang namanya sahabat, iya kan? Aku juga punya, aku punya beberapa sahabat.

Dan menurutku, peran sahabat itu sangat penting. Karena sahabat itu biasanya akan selalu ada saat kita sedih ataupun senang.

Tapi, dulu, ada orang bijak yang berkata padaku, bahwa orang yang punya kemungkinan membuatmu sakit hati adalah orang yang paling dekat denganmu. tapi, aku tidak percaya dengan kata-kata itu, mana ada sih, sahabat yang mau jahatin sahabatnya, iya kan?

Sahabat-sahabatku ini orang-orang yang baik hati. Mereka sangat spesial untukku. Mereka selalu bersamaku, jadi mustahil kalau mereka akan menyakitiku kan?

Di sekolah, aku tergabung dalam satu geng cewek yang semuanya anak populer. Mereka semua adalah anak dari kalangan orang berada. Keberadaanku baru diakui jika aku bersama mereka. maklumlah, aku adalah orang dari kalangan yang biasa-biasa saja.

Bisa bergabung dengan mereka saja aku sangat bersyukur. Walaupun aku harus melakukan banyak hal agar mereka mau menerimaku.

Semua sahabatku selalu merayakan ulangtahun mereka dengan acara yang mewah. Dan menurutku, untuk orang-orang seperti mereka, hadiah yang pantas adalah hadiah-hadiah yang bermerek dan mahal.

Karena kupikir, mereka semua orang kaya, mereka pasti bisa mengenali barang-barang murah. Aku tidak mau menanggung malu diejek mereka karena memberi barang murah, walaupun kadang aku harus mengorbankan jatah uang jajanku.

Jadi setiap salah satu dari mereka aku akan jadi orang yang paling antusias dan bersemangat mencari kado.

Dan hari ini aku sedang sibuk rebahan sambil memikirkan kado apa yang akan aku berikan pada salah seorang sahabatku, sebulan lagi dia akan berulang tahun.

Momen ulang tahun itu menurutku sangat penting. Terlepas itu adalah perayaan ulang tahun ke 17, 20, 21, 25, atau berapapun, menurutku semua itu penting. Jadi dia berhak atas kado yang istimewa dariku.

Pusing, tidak menemukan ide akan membeli kado apa, aku memutuskan untuk berjalan-jalan ke mall. Barangkali aku bisa dapat inspirasi kado apa yang akan aku beli.

Singkat cerita, saat aku tiba di mall, aku berkeliling mall sendirian. Setelah berjam-jam aku muter-muter, dan rasanya kakiku mau copot, akhirnya mataku tertuju pada satu tas yang sangat bermerek.

Tas berwarna hitam dan ukurannya kecil mungil. Kupikir sahabatku akan menyukainya. Karena dia selalu memakai tas yang berukuran mungil kemana-mana. Tapi, hatiku mencelos saat aku melihat bandrol harga tas kecil itu. Harganya sangat mahal. Dan aku tidak punya uang sebanyak itu.  Tapi itu sepertinya masih bisa aku atasi.

Untuk mendapat uang sebanyak itu, paling tidak aku harus menabung selama sebulan, itu artinya aku harus berhemat uang jajan.

Lagipula aku sudah biasa memberi sahabat-sahabatku kado barang mahal. Harapanku sih supaya sahabat-sahabatku nanti merasa senang dan kelak saat aku ulang tahun mereka juga akan memberiku sesuatu yang spesial juga.

Dan untuk membelikan sahabatku kado terbaik dan mahal aku harus rela hemat uang jajan, itu adalah solusi satu-satunya yang aku punya untuk mengumpulkan uang. Jadi aku putuskan untuk makan mie instan selama sebulan penuh.

Hari pertama sampai ketujuh aku masih semangat. Tapi memasuki minggu kedua, aku mulai tergoda untuk membeli makanan yang lebih baik, tapi aku berhasil menahan diri. minggu ketiga, aku mulai bosan. Tapi aku tetap memaksa diriku, walaupun aku merasa kondisi fisikku seperti semakin menurun. Mungkin karena setiap hari aku makan mie instan, jadi aku agak kurang bersemangat.

Tapi  masuk minggu keempat, aku mulai bersemangat lagi. Aku akan berhasil membeli tas mahal itu untuk sahabatku.

Tapi kondisi tubuhku semakin buruk, hanya saja aku mengabaikannya.

Kukatakan pada diriku sendiri bahwa sebentar lagi aku akan makan dengan normal lagi, tenang saja.

Dan saat uangku sudah terkumpul, aku pergi ke mall lagi untuk membeli tas itu. Beruntungnya aku, tas itu belum dibeli oleh orang lain. Aku menyerahkan semua tabunganku selama satu bulan penuh pada kasir saat aku mengatakan akan membawa pulang tas itu.

Dengan perasaan senang aku kembali pulang ke rumah dengan menenteng satu tas yang sudah terbungkus rapi dengan kado.

Dan malamnya saat aku mengecek HP, ada pesan yang masuk dalam grup whatsapp geng-ku, iya, kami punya grup sendiri, dan aku masuk di dalamnya. Temanku yang besok akan berulang tahun mengatakan pada kami semua, untuk tidak datang terlambat.

Setelah membalas ‘oke’ aku segera tidur. Besok pasti sahabatku akan senang dengan kado yang aku kasih, pikirku begitu.

Keesokan harinya, aku bersiap-siap untuk pergi ke pesta. Aku memakai pakaian terbaikku. Dan tidak lupa menenteng paperbag berisi kado spesial untuk orang spesial.

Aku berencana berangkat ke acaranya dengan naik bus. Iyah, untuk lebih menghemat ongkos.

Di dalam bus untuk menghilangkan rasa bosan, aku memainkan Hp-ku. Sayangnya, perjalanan menuju pesta cukup macet dan itu membuat bus yang aku tumpangi bergerak lambat.

Ya, Tuhan… acaranya sebentar lagi akan dimulai, dan aku masih di jalan terjebak macet.

Tapi, aku mencoba untuk tenang, karena pikirku pasti sahabatku tidak akan marah hanya karena aku datang terlambat kan? Apalagi aku sahabatnya.

Sesampaiku di rumah sahabatku, aku langsung berlari masuk. Nafasku ngos-ngosan. Aku langsung menuju ruang pesta dan menemukan sahabatku sudah meniup lilin dan memotong kue.

Yah, aku terlambat. Tapi tak apa, aku hanya perlu berjalan ke sana dan minta maaf.

Aku berjalan dengan percaya diri mendekati sahabatku dan semua teman geng-ku yang lain, tapi… ada yang salah, mereka menatapku dengan tatapan marah.

Belum sempat aku mengatakan apa yang baru saja terjadi, temanku yang berulang tahun langsung marah-marah karena aku terlambat. Dia juga bilang bahwa aku tidak berguna dan untuk apa aku datang saat acara sudah dimulai, harusnya aku tidak datang terlambat. Dan dia memarahiku di depan banyak orang.

Aduh, rasanya aku sangat malu.

Apakah marah-marahnya tidak bisa nanti-nanti, jujur saja aku sangat malu, ditambah lagi semua orang yang hadir dalam pesta juga memandangku.

Aku berusaha menjelaskan kenapa aku bisa terlambat. Tapi dia tidak menerima alasanku, dia tidak peduli. Katanya aku sudah merusak acaranya.

Aku langsung menyerahkan kadoku dan bergegas pergi. Aku sangat malu dan sakit hati, bagaimana mungkin seorang sahabat tidak bisa memaafkan sahabatnya karena masalah sepele.

Aku hanya datang terlambat, tapi kesalahanku seperti setara dengan orang yang telah berkhianat.

Sampai di rumah aku mengunci diriku di kamar, aku menangis. Aku benar-benar sakit hati. aku selalu memberikan yang terbaik untuk semua sahabatku. Menyiapkan kejutan dan selalu memikirkan kebahagiaan mereka.

Selama menangis, aku merenungi semua sikap teman-teman dekatku, aku mengingat-ingat perlakuan mereka saat aku ulangtahun. Semakin kuingat, semakin sakit, karena aku baru sadar mereka tidak pernah memperlakukan aku sebagaimana aku memperlakukan mereka.

Aku benar-benar bodoh.

Aku selalu memberikan barang mahal untuk teman-temanku, tapi aku selalu memberikan barang murah untuk orangtuaku. Ya Tuhan… aku sangat menyesal.

Aku menyesal karena terlalu mementingkan kebahagiaan orang lain, dan bodohnya aku banyak membelikan hadiah untuk orang-orang yang tidak pernah peduli denganku.

Setelah acara ulang tahun itu, aku sempat jatuh sakit. Kata dokter karena aku konsumsi mie instan secara terus menerus selama sebulan, akibatnya pencernaanku agak terganggu. Tapi, aku masih dalam kondisi yang bisa disembuhkan. Aku hanya perlu mengkonsumsi makanan-makanan sehat.

Dan sejak kejadian itu, aku jadi lebih tahu mana yang harus aku prioritaskan. Aku menjauh dari mereka. Aku keluar dari grup whatsapp yang mereka buat, kupikir tidak apa-apa aku tidak tergabung dalam geng populer asal aku bisa mendapatkan sahabat yang bisa tulus dan peduli padaku.

Dan yang terakhir, aku jadi sadar kalau ungkapan bahwa sahabat bisa menjadi orang yang paling bisa menyakitimu itu benar, walaupun tidak semua orang seperti itu. Semoga kamu bisa memetik pelajaran dari ceritaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here