Delapan Blunder Fatal Wasit yang Sampai Membuat Sang Wasit Meminta Maaf

0
113

Wasit akan selalu melakukan kesalahan mengingat ia cuma manusia biasa. Berikut barisan pengadil yang melakukan kesalahan begitu fatal, yang bahkan membuat dirinya harus melayangkan permohonan maaf…

# Tom Henning Ovrebo: Chelsea v Barcelona, Semifinal Liga Champions 2008/09

Wasit asal Norwegia menjalani malam yang sangat kelam di Stamford Bridge. Ia menolak empat klaim penalti Chelsea, termasuk tekel Dani Alves terhadap Florent Malouda di dalam kotak tapi cuma ia beri tendangan bebas. Yang paling diingat, Michael Ballack sampai mengkonfrontasinya sepanjang lapangan setelah ia luput melihat bola yang mengenai tangan pemain Barcelona. Seusai pertandingan, ia menerima ancaman pembunuhan dari fans Chelsea. Lama kemudian, ia berkisah, “Itu bukan hari terbaikku, tentu saja. Ada beberapa kejadian handball. Tapi kesalahan-kesalahan bisa dilakukan oleh wasit, kadang oleh pemain atau pelatih. Aku memahami orang-orang berpikir berbeda terhadap keputusanku saat itu.”

# Bobby Madley: Everton vs Newcastle, Liga Inggris 2018

Bek Everton Phil Jagielka terlihat jelas menyentuh bola dengan tangannya tetapi wasit Bobby Madley tak melihatnya. Ketika dirubung oleh pemain-pemain Newcastle, ia bergeming, mengaku tak melihat insiden tersebut. Segera setelah permainan berlanjut, ia berteriak, “Aku tak melihatnya, maaf. Aku tak melihatnya, Aku sudah bilang maaf!” Kalimat terakhir ini ia ucapkan dengan mimik melotot…

# Jon Moss: Bournemouth vs Southampton, Liga Inggris 2017

Ada sebuah insiden menentukan kala bek Bournemouth Adam Smith terlihat terjatuh di kotak penalti setelah disentuh sayap Southampton Sofiane Boufal. Alih-alih menunjuk titip putih, Moss memutuskan mengkartu kuning Smith karena dianggap melakukan simulasi. Setelah pertandingan, sebuah pengakuan diungkapkan oleh Smith, “Wasit tidak membantuku, ia memberi kartu kuning kelimaku pada musim ini. Aku berbicara padanya setelah itu dan dia minta maaf, berkata bahwa itu seharusnya penalti.”

# Andre Marriner: Chelsea vs Arsenal, Liga Inggris 2014

Tendangan Eden Hazard ditepis ke luar gawang dengan tangan oleh Alex Oxlade-Chamberlain, tapi kartu merah yang seharusnya diterima Ox malah diarahkan ke Kieran Gibbs. Laga berakhir dengan skor 6-0 untuk Chelsea beserta penyesalan wasit Andre Marriner. Komite Wasit Liga Inggris terpaksa mengeluarkan pernyataan, “Kesalahan mengidentifikasi sangat jarang ditemukan. Andre kecewa ia gagal mengenali pemain yang tepat.”

# Tony Chapron: Paris Saint-Germain, Ligue 1 2018

Sangat jarang kita melihat wasit mencoba menyakiti seorang pemain, tapi itulah yang terjai dalam pertandingan ini. Pemain Nantes Diego Carlos tak sengaja menubruk wasit Tony Chapron, yang membuat sang pengadil tersungkur. Reaksi sang wasit mengejutkan, dia terlihat memancal sang pemain, sebelum memanggilnya kembali, lalu mengeluarkan kartu kuning kedua untuknya. Chapron mengungkap permohonan maafnya, “Reaksiku yang perlu disayangkan ialah bahwa aku berusaha memasangkan kakiku saat si pemain melangkah. Tindakan bodoh itu tak bisa diterima. Jadi aku ingin memohon maaf terkait kejadian itu.”

# Mike Dean: Manchester United vs Arsenal, Liga Inggris 2009

Dalam sebuah pertandingan sengit di Old Trafford, gol (yang seharusnya menjadi penyama kedudukan) untuk Arsenal yang dicetak Robin van Persie dianulir wasit karena offside. Guna menunjukkan rasa frustasi, Arsene Wenger menendang botol minuman di tepi lapangan, yang sayangnya dipergoki wasit keempat Lee Probert. Ia kemudian meminta wasit utama Mike Dean mengusir Wenger. Pelatih Perancis ini tak sanggup menemukan kursi kosong di tribun, menyebabkan ia harus berdiri di salah satu lorong keluar. Asosiasi Pelatih Liga Inggris membuat pernyataan setelah alga usai, “Situasi tersebut tidak benar dan permohonan maaf akan dikirimkan ke Arsene Wenger. Lee Probert gagal memegang situasi dan menciptakn situasi sulit baru.”

# Howard Webb, Belanda vs Spanyol, final Piala Dunia 2010

Pihak Belanda berencana menggunakan kebrutalan untuk meminimalisir serangan Spanyol. Gelandang bertahan Nigel de Jong yang melakukan tendang an kungfu ke Xabi Alonso di dada, seharusnya mendapat kartu merah. Namun, wasit asal Inggris Howard Webb uma memberinya kartu kuning. Lama sesudah itu di bukunya, Webb mengakui telah membuat kesalahan, “Baru pada jeda babak aku menyadari aksi De Jong seharusnya mendapat kartu merah. Aku merasa bersalah. Aku melewatkan insiden kartu merah di final piala dunia. Benar-benar mimpi buruk.”

# Graham Poll: Australia vs Kroasia, Piala Dunia 2006

Wasit asal Inggris lainnya, Graham Poll, membuat kesalahan dengan mengkartu kuning be Kroasia Josip Simunic tiga kali tanpa mengeluarkan kartu merah. Kesalahan besar ini membuat Poll tak dipilih lagi untuk memimpin pertandingan-pertandingan berikutnya, dan menekankan bahwa kesalahan itu terjadi karena ia salah menuliskan nama di catatannya. FIFA kemudian mengeluarkan pernyataan, “Poll mengatakan dia salah mencatat nama bek Australia Craig Moore saat mengkartu Josip Simunic pada kali kedua. Ia gagal menyadari kesalahan ini.”

Kita mungkin akan lebih jarang menemui kesalahan-kesalahan di atas mengingat alat bantu Video Assistant Referee sudah diberlakukan dalam beberapa kompetisi. Akan tetapi, drama akan sellau ada dalam sepak bola, jadi jangan khawatir sepak bola akan kehilangan jiwanya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here