Cinderella dan Sepatu Kaca

0
30

Cinderella dan Sepatu Kaca

Di sebuah negeri, hiduplah seorang gadis bernama Cinderella dengan kedua orang tuanya. Gadis itu sangat cantik dan baik hati. Ayah ibunya sangat menyayangi Cinderella. Mereka adalah keluarga yang sangat bahagia.

Namun, pada suatu hari Ibu Cinderella jatuh sakit. Cinderella berusaha sebaik mungkin merawat ibunya. Ayah Cinderella sudah mengundang banyak tabib dari berbagai penjuru negeri untuk menyembuhkan istrinya. Tapi, ibu Cinderella sudah tidak dapat diselamatkan lagi.

Cinderella sangat sedih. Setiap hari dia pergi ke makam ibunya dengan membawa serangkaian bunga. Hampir setiap hari Cinderella menangis mengingat ibunya, membuat ayahnya bersedih. Apalagi, pekerjaan ayahnya selalu menuntut ayah Cinderella untuk bepergian ke luar kota. Ayah Cinderella khawatir akan putrinya, maka ia memutuskan akan menikah lagi. Agar Cinderella tidak kesepian lagi.

Singkat cerita, ayah Cinderella menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki dua anak gadis. Cinderella cukup senang, dia merasa tidak kesepian lagi. Apalagi dia sekarang memiliki dua saudara perempuan.

Di awal perkenalan dengan Cinderella, ibu tiri dan dua saudaranya sangat baik padanya. Namun, setelah berjalan beberapa bulan, sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka hanya bersikap baik jika ada ayah Cinderella, jika tak ada ayahnya, Cinderella akan dimarahi dan disuruh-suruh mengerjakan pekerjaan rumah.

Cinderella selalu sedih jika ayahnya pergi ke luar kota dalam jangka waktu yang cukup lama. Ayahnya tak pernah tahu bagaimana ibu tirinya bersikap padanya jika dibelakang ayahnya.

Di rumah itu, semua pekerjaan rumah dia yang mengerjakan. Dari memasak sampai membersihkan rumah. Sedangkan kedua saudara tirinya hanya duduk manis menonton Cinderella mengerjakan itu semua sambil tertawa-tawa senang ketika melihat ibu mereka memarahi Cinderella.

‘Ayo Cinderella, kerjakan yang benar,” bentak ibu tirinya.
“Tapi, aku lapar bu. Aku belum makan,” kata Cinderella.
Cinderella sering tidak diberi makan, karena kedua saudaranya selalu menghabiskan semua makanan yang ada. Dia hanya boleh makan jika ada sisa.

Kamarnya yang dulu pun direbut oleh kedua saudaranya. Kini ia tidur di sebuah ruangan sempit dan kotor. Semua miliki Cinderella telah direbut oleh dua saudari tirinya.

Melihat keadaan Cinderella, hewan-hewan kecil yang tinggal di sekitar rumah Cinderella merasa kasihan. Tikus dan burung kecil datang menghibur Cinderella dan menjadi teman bagi Cinderella kala Cinderella kesepian. Cinderella cukup terhibur. Tak jarang kedua hewan kecil itu membawakan Cinderella makanan dan menjahili dua saudarinya yang jahat.

Suatu hari ketika Cinderella berbelanja di pasar. Dia mendengar pengumuman bahwa ada acara pesta dansa akan diselenggarakan di istana akhir pekan ini, semua warga kerajaan diundang terutama semua para gadis. Pesta dansa itu diadakan untuk mencarikan pangeran seorang istri. Semua warga mendengar dengan antusias dan mulai mendengungkan hal-hal berbau pesta. Untuk para gadis mereka saling menyombongkan diri bahwa salah satu dari mereka pasti akan dipilih oleh pangeran.

Cinderella belum pernah melihat istana. Dia juga cukup antusias dengan acara tersebut. Dia sangat ingin melihat istana dan berjumpa dengan banyak orang. Dia berjalan penuh semangat menuju rumahnya. Dia teringat dia masih memiliki gaun milik ibunya, karena semua gaun indah milknya juga diambil oleh dua saudari tirinya.

Akhir pekan pun tiba.

Cinderella diminta ibu tirinya untuk membantu kedua anak gadisnya bersiap-siap.

Kedua saudarinya benar-benar membuat Cinderella tidak memilki waktu memikirkan persiapan dirinya.

“Oh, Pangeran pasti akan memilihku. Ayo Cinderella kau harus membuatku tampak cantik” kata salah satu saudari Cinderella.

Dan mulailah kedua saudarinya mulai meributkan pilihan pangeran. Setelah selesai membantu dua saudarinya, Cinderella meminta ijin pada ibu tirinya.

“Ibu, aku juga sangat ingin pergi ke sana. Bolehkah aku ikut pergi?”
“Tidak. Kau tidak boleh pergi. Lagipula kau akan pergi dengan apa. Gaunmu sangat kotor. Kau akan mempermalukan kami,” kata ibu tiri Cinderella.

Seperti biasa dua saudarinya menertawakan nasib Cinderella.

Cinderella menangis tersedu-sedu. Sesampainya di kamarnya, dia membuka lemari bajunya. Dia melihat gaun milik ibunya. Sayangnya, gaun itu sudah rusak dan banyak bagian yang rusak.

“Bagaimana ini. Tidak akan selesai walaupun aku jahit sampai besok pagi,” kata Cinderella sedih.

Dua teman kecilnya ikut bersedih dengan kejadian yang menimpa Cinderella. Cinderella menangis terisak-isak. Dia benar-benar sangat ingin pergi.

Tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang berkilauan di depan matanya.

Seorang wanita cantik dan berpakaian indah menatap penuh kasih pada Cinderella.

“Apa yang terjadi anakku. Kenapa kau menangis?” tanya wanita penuh cahaya itu.
“Siapa kau?” Cinderella masih sangat terkejut, dia tidak menjawab pertanyaan wanita cahaya itu.
“Aku adalah ibu peri sayangku. Sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kau sangat bersedih?”
“Aku ingin ke pesta dansa, tapi aku tak memiliki gaun,” terang Cinderella.
“Tenang anakku, aku akan membuatmu mengenakan gaun paling indah.” Kata ibu peri.

Dengan lambaian tongkatnya, ibu peri mengubah gaun lusuh Cinderella menjadi gaun terindah yang pernah ada.
“Tapi dengan apa aku akan ke istana? Dan kedua saudariku pasti akan mengenaliku,” kata Cinderella.

Dan simsalabim. Lambaian tongkat ibu peri mengubah labu menjadi kereta. Tikusnya menjadi kuda yang sangat gagah. Dan burungnya menjadi seorang kusir. Lambaian terakhir, wajah Cinderella berubah menjadi sangat cantik dan hampir tidak dapat dikenali.

“Berangkatlah anakku. Dan ingatlah satu pesanku. Kembalilah sebelum tengah malam. Semua keajaiban ini akan menghilang saat tengah malam,” kata ibu peri.

Berangkatlah Cinderella ke istana.

Di istana, semua mata tertuju padanya. Semua orang terpesona, bahkan kedua saudarinya pun melongo melihat kecantikannya.

Pangeran yang sejak awal acara malas berdansa pun berdirimenyambut Cinderella. Dia benar-benar terpukau pada Cinderella.

“Hai, gadis cantik. Maukah kau berdansa denganku?”
Cinderella mengangguk. Kini mereka berdansa di tengah-tengah pesta. Semua orang menyingkir memberikan kesempatan pangeran berdansa dengan Cinderella.

Terlalu asyik berdansa dengan pangeran, Cinderella hampir lupa bahwa ia harus segera kembali pulang. Maka ktika ia melihat jam dinding tua milik istana, dia bergegas meninggalkan pangeran.

“Maafkan aku, aku harus segera kembali,” kata Cinderella kemudian dia berlari.

“Hei, aku belum tahu siapa namamu!” teriak pangeran.

Cinderella terus berlari secepat ia bisa. Sampai ia terjatuh dan sepatunya lepas. Namun, Cinderella tak peduli. Dia terus berlari menuju kereta. Kereta melaju dengan cepat menuju rumah.

Dia bernafas lega. Namun, dia sangat sedih. Sepatu kacanya lepas satu. Semua keindahan malam ini lenyap sudah.

Keesokan harinya, kerajaan dihebohkan dengan pangeran yang mencari sosok gadis pemilik sepatu kaca yang ia temukan. Ia akan menikahi gadis pemilik sepatu kaca tersebut. Dia dan pengawal kerajaan mencari sosok gadis di setiap sudut kerajaan, semua warga kerajaan ia datangi. Semua gadis mencoba memakai sepatu kaca itu. Namun, tak ada yang pas dengan kaki mereka.

Tibalah, mereka di rumah Cinderella. Kedua saudari tiri Cinderella mencoba sepatu itu. Tapi tidak ada yang cocok, ibu mereka bahkan sangat memaksa kaki mereka agar mau masuk.

“Apakah kalian memiliki anak gadis lain?” tanya pangeran.
“Tidak. Aku hanya memiliki dua orang putri!” jawab ibu tiri Cinderella.
Namun, sayangnya kebohongan mereka tidak berlangsung lama. Karena saat itu Cinderella keluar dari kamarnya dan membawa pasangan sepatu kaca yang dipegang pangeran.

“Bolehkan aku mencobanya. Pasangannya hilang saat pesta,” kata Cinderella.

Pangeran merasa yakin bahwa Cinderella adalah gadis di pesta itu. Namun, dia tetap memasangkan sepatu itu pada kaki Cinderella. Ternyata sangat pas.

“Siapa namamu?” tanya pangeran.
“Aku Cinderella pangeran,” jawab Cinderella.
“Maukah kau menikah denganku?”
“Iya. Aku mau pangeran,” jawab Cinderela bahagia.

Dan Cinderella pun menikah dengan pangeran. Seluruh warga kerajaan merayakan kebahagiaan mereka berdua.

Singkat cerita, ayah Cinderella pun jadi tahu bahwa istri dan anak tirinya sudah memperlakukan putrinya dengan sangat buruk, maka mereka bertiga diusir dari rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here