Chanathip Songkrasin: Messi Thailand yang Berjaya di Liga Jepang

0
78

Ia berkaki kidal dan berpostur lebih pendek dari pemain terpendek Eropa mana pun yang Anda kenal. Beberapa inchi lebih pendek daripada Lionel Messi, ia mendapat label “Messi Jay” dari penggemar dan media di Thailand. Indonesia sendiri sudah pernah menjadi korban pemain mungil ini. Anda bisa bertanya ke Dedi Kusnandar, bagaimana kesehatan mentalnya setelah dikolongi pemain seukuran adiknya di Stadion Rajamangala.

Chanathip Songkrasin memiliki lebih banyak jumlah pertandingan dibanding angka tinggi dirinya dalam centimeter. Bila Messi masih saja belum mempersembahkan trofi untuk negaranya, Chanathip sudah membuat publik Asia Tenggara bertekuk lutut. Ia menjuarai Piala AFF dua kali berturut-turut pada 2014 dan 2016, di mana ia juga menyabet gelar pemain terbaik di dua gelaran terakbar Asia Tenggara tersebut.

Di level klub, ia sudah menaklukkan Liga Thailand dan mem-bully banyak lawan kala mengantar Muangthong United ke 16 besar Liga Champions Asia 2017. Sebentar, kita sudah membahas gilang gemilang karier Chanathip, tapi sadarkah kita baru membahasnya hingga ia berusia 23 tahun?

Pada pertengahan musim 2017, Consodale Sapporo yang lama menaruh minat padanya mengumumkan kepindahannya ke klub Liga Jepang itu dengan status pinjaman hingga akhir musim ini. Saat ia datang, ia dipresiksi akan bergulat di zona degradasi. Namun perjalanan Sapporo di musim itu di luar dugaan berkat kontribusi Chanathip mantan penyerang Inggris Jay Bothroyd.

Satu assis dalam 16 pertandingan—hanya di musim debut-mungkin bukan statistik yang bagus, tapi Chanatip memberi dimensi kecepatan melalui kecepatannya, mengibuli lawan melalui dribelnya, atau ketika mempertahankan penguasaan dalam situasi sulit.

Gol pertamanya dicetak melalui diving header di pekan kedua Liga Jepang saat melawan Cerezo Osaka. Hingga akhir pekan ini, ia mampu melesakkan empat gol dan satu assis dalam 24 pertandingan. Perannya di lini serang Sapporo semakin diakui di Jepang. Liga Jepang sangat mungkin hanya menjadi batu loncatan baginya sebelum menuju puncak sepak bola dunia: Eropa.

Sudah menjadi rahasia umum bagi pesepak bola Asia bahwa jika Anda sudah sanggup bermain konsisten di Liga Jepang, Anda bisa dikatakan hampir matang untuk mengadu nasib di Eropa. Mungkin Inggris? Well, tiga ekspor terbaru Jepang ke Inggris yang relative sukses ialah sebagai berikut: Shinji Okazaki, Maya Yoshida, dan Shinji Kagawa.

Okazaki mematangkan diri selama enam tahun di Liga Jepang, sementara Yoshida dan Kagawa butuh tiga tahun sebelum terbang ke Eropa. Chanathip menghabiskan waktu satu setengah tahun di Jepang terhitung berakhirnya musim ini. Dengan usia masih 25 tahun dan kontrak permanennya di Sapporo baru akan dimulai pada musim depan, Thailand tampaknya akan melihat talenta emasnya berkilau di Eropa, tiga atau empat tahun lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here