Cermin Ajaib

0
36

Cermin Ajaib

Tersebutlah dua orang sahabat bernama Ray dan Karen. Ray dan Karen tinggal bersebelahan. Mereka bersahabat sangat dekat. Dua anak kecil itu selalu menghabiskan waktu bersama.

Suatu hari saat musim salju tiba, Ray dan Karen memilih menghangatkan diri di dalam rumah bersama nenek Ray. Lalu Ray dan Karen meminta nenek Ray untuk menceritakan sebuah kisah.

Menuruti permintaan cucu dan teman cucunya, nenek Ray pun bercerita. Nenek Ray menceritakan kisah seorang ratu salju si penyihir jahat. Ratu Salju yang dapat membekukan hati orang-orang. Orang-orang yang hatinya dibekukan oleh sang ratu salju akan berubah menjadi berperangai buruk terhadap sesamanya. Mendengar penuturan neneknya, Ray bangkit berdiri.

“Aku akan melawan ratu salju. Aku akan mencairkan ratu salju sehingga ia menjadi ratu encer,” kata Ray semangat.
Karen dan nenek Ray tertawa mendengar ocehan Ray. Saat mereka sedang tertawa ada suara tawa orang lain yang tidak mereka kenali.

“Tunggu sebentar. Ada suara tawa yang lain. Apakah nenek dan Karen tahu suara siapa itu?” tanya Ray. Nenek Ray dan Karen mengangkat bahu mereka tanda mereka tidak tahu. Karen mendekat pada nenek Ray, ia sangat takut. Ray berjalan ke arah jendela dan mengecek luar jendela.

“Tak ada siapa pun,” kata Ray, kemudian Ray berjalan kembali ke tempat duduk.

Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang. Salju dari luar rumah beterbangan masuk. Ray yang sedang berjalan mendadak berhenti. Dia terkena percikan salju yang beterbangan tadi. Seorang wanita menampakan dirinya dan tertawa jahat. Dia menyihir Ray dengan tongkatnya. Pandangan mata Ray mendadak kosong. Kemudia dia menatap Karen dengan tatapan tidak suka dan juga kepada neneknya. Wanita penyihir itu pergi meninggalkan Ray.

Karen terkejut dengan perubahan sikap Ray.

“Ray, kau kenapa?” tanya Karen.

‘Pergi dari sini,” teriak Ray. Karen pun pergi dari rumah Ray. Karen sangat sedih dengan sikap Ray yang tiba-tiba kasar dan dingin.

Keesokan harinya saat Karen mengajak Ray untuk bermain bersama. Namun, Ray masih bersikap seperti tadi malam. Dia masih menatap Karen dengan tatapan tak suka.

“Aku ingin bermain dengan yang lain. Aku bosan hanya menghabiskan waktuku denganmu,” kata Ray ketus.
Karen menunduk sedih. Dia sangat menyayangi Ray. Ray adalah sahabat terbaiknya, dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan mengembalikan Ray seperti saat pertama kali mereka saling mengenal. Apapun caranya.

Karen pulang ke rumahnya.

Sore harinya, Karen mendapat kabar dari nenek Ray bahwa Ray menghilang. Karen sangat terkejut.

Nenek Ray menangis tersedu-sedu.
“Tenang, Nek. Kita pasti akan menemukan Ray,” hibur karen.

Maka dengan segenap keberanian yang Karen punya, Karen memutuskan untuk mencari Ray. Hari pertama musim semi, Karen berangkat mencari Ray. Sebelumnya ia berpamitan dengan kedua orang tuanya dan Nenek Ray.

“Doakan aku,” kata Karen.
“Kami selalu mendoakanmu sayang. Kau gadis kecil yang sangat berani,” kata nenek Ray.
Sebelum pergi nenek Ray memberikan sebuah cermin untuk Karen. Karen tidak tahu cermin itu untuk apa, tapi ia tetap menerimanya.

Berangkatlah Karen mencari Ray. Sepanjang perjalanan ia menanyai banyak binatang dan tumbuhan. Kata para binatang, Ray dibawa oleh Ratu Salju ke istananya, istana es. Karen terus berjalan menuju istana es.

Di tengah perjalanan menuju istana es, Karen harus menyeberangi sungai yang alirannya sangat deras.

‘Wahai sungai bisakah kau membantuku menemukan sahabatku?” tanya Karen pada aliran sungai. Tak lama berselang ada seekor merpati mendekati Karen. Merpati itu memberitahu Karen bahwa ia bisa membantu Karen asal Karen mau memberikan sesuatu pada merpati itu. Lalu Karen menyerahkan liontinnya. Kemudian merpati itu mengatakan jika Karen ingin ke istana es dia harus menyeberangi sungai itu.

Beberapa detik kemudian merpati itu terbang dan masuk ke dalam sungai, setelah merpati itu menghilang sebuah perahu muncul mendekati Karen. Karen segera naik dan perahu itu membawanya menyeberangi sungai.

Setelah sampai Karen melihat banyak bunga warna-warni. Sayangnya, bunga yang cantik warna warni itu tidak menebarkan keharuman bunga seperti yang seharusnya. Saat Karen sedang asyik melihat-lihat buga-bunga yang cantik itu, dia dikejutkan dengan seorang wanita paruh baya. Wanita itu mendekati Karen.

“Maaf, apakah anda melihat seorang anak laki-laki bernama Ray?” tanya Karen

Wanita itu berkata bahwa ia tidak tahu.

“Baiklah kalau begitu, aku akan meneruskan perjalananku. Maaf jika sudah mengganggu,” kata Karen

Karen memutuskan untuk meneruskan perjalanan. Tapi, wanita itu menahan tangan Karen. Dia mengajak Karen ke rumahnya.

Wanita itu bercerita mengenai bagaimana bunga-bunga di taman miliknya tak memiliki wangi bunga. Bunga-bunga di taman miliknya sudah tidak harum selama beberapa tahun. Dan katanya itu karena ulah Ratu Salju.

Wanita itu memberikan banyak makanan pada Karen. Wanita itu menyukai Karen, dia sudah hidup sendirian terlalu lama dan dia merasa kesepian. Datangnya Karen membuatnya merasa tidak kesepian lagi, dia ingin Karen tinggal bersamanya.

Karen merasa bahwa dirinya sudah terlalu lama berada di rumah wanita itu ingin berpamitan. Dia merasa harus melanjutkan perjalanannya lagi. Tiba-tiba wanita itu menahan Karen dan mengatakan pada Karen untuk tinggal sebentar lagi.

Karen merasaa tidak enak hati, akhirnya dia memilih untuk tinggal sebentar lagi. Karen cukup senang, wanita itu sangat menyayangi dirinya. Bahkan wanita itu tak segan-segan untuk menyisir rambutnya. Karen tidak tahu bahwa itu adalah sisir yang sudah disihir dan membuat orang yang rambutnya disisir menjadi lupa ingatan.

Selama berhari-hari Karen berada di rumah itu, dia lupa bahwa dia sedang mencari sahabatnya.

Suatu ketika, dia mengeluarkan sebuah cermin dari kantung bajunya. Cermin kecil itu tiba-tiba membuat ia menjadi ingat siapa dirinya. Dia segera berkemas dan berpamitan. Wanita itu bermaksud mencegah lagi, namun gagal.

Karen sudah berlari menuju sungai dan naik perahu.

“Wahai alam kearah mana lagi aku harus mencari Ray?” tanyanya pada alam sekitar.

Seekor burung kecil berbisik di telinga Karen bahwa Karen harus ke utara.

Dan Karen mendayung perahunya menuju utara. Hingga ia berhenti di ujung sungai. Di ujung sungai, Karen melihat sebuah kapal yang sangat besar. Karen tidak tahu bahwa itu adalah kapal bajak laut. Saat turun dari perahu, Karen langsung disergap oleh beberapa orang. Karen dibawa ke dalam ruangan ketua bajak laut.

Ketua bajak laut itu ternyata seorang wanita.

“Tolonglah. Aku sedang mencari sahabatku. Jangan tahan aku,” Karen memohon-mohon kepada wanita bajak laut itu.

Wanita itu tidak mengabulkan permintaan Karen, menurutnya Karen harus menjadi pelayan di kapalnya. Dia pun mengatakan pada Karen, bahwa Karen harus menjadi pelayan di kapalnya. Karen menangis tersedu-sedu, ia berpikir ia akan berakhir di kapal bajak laut.

Namun, ternyata wanita itu menjadi tak tega melihat wajah sedih Karen. Dia memutuskan untuk menolong Karen. Mendengar bahwa wanita bajak laut itu akan menolongnya, Karen bernafas lega.

Tidak hanya itu, dia juga mendapat seekor rusa kutub yang berlari sangat cepat dari wanita itu.

Setelah dibebaskan, Karen segera menaiki Rusa itu menuju istana es.

Karena kelelahan, Karen beristirahat. Tak jauh dari tempat ia istirahat ia melihat sebuah iglo, Karen mendekati iglo itu. Dia bertemu dengan seorang kakek tua penghuni iglo tersebut.

Kakek itu tiba-tiba berkata bahwa Karen telah membawa cermin ajaibnya. Karen sangat terkejut mengetahui bahwa kakek itu tahu Karen membawa cermin itu.

Kakek itu mengatakan bahwa cermin itu adalah cermin kebenaran. Cermin itu dapat menampakkan semua kebenaran.

Kakek itu pun bercerita tentang ratu salju. Dia mengatakan bahwa ratu salju bukanlah orang jahat. Dia hanya orang yang memiliki pikiran jahat. Ratu salju dulunya adalah seorang gadis baik hati dan bisa sihir. Namun, orang-orang menganggap dia aneh. Semua orang menjauhi gadis baik hati itu. Gadis itu tidak tahan dengan semua sikap orang-orang terhadapnya, maka di suatu malam ia berdoa agar ia bisa membuat orang-orang menjadi takut padanya dan tak berani berbuat jahat padanya. Doanya terkabul. Dia berubah menjadi Ratu Salju. Dia bisa menyihir hati orang-orang agar membeku dan tidak memiliki rasa hangat pada sesamanya. Kakek itu berpesan pada Karen untuk tidak membunuh Ratu Salju. Karen diminta untuk membunuh pikiran jahat Ratu Salju dengan cermin ajaib yang dibawa Karen.

Setelah selesai mendengarkan cerita dan pesan dari kakek itu, Karen berangkat menuju istana es.

Di istana es ia melihat Ray sedang asyik bermain dengan balok-balok es.

“Ray. Ayo pulang. Nenek mengkhawatirkanmu,” bujuk Karen. Ray tidak merespon. Dia tetap sibuk.

Karen masih berusaha membujuk Ray. Dia meraih tangan Ray dan berkata “Ayo Ray. Kita harus pulang. Apakah kau benar-benar tidak ingat siapa aku?” Karen mulai menangis, air matanya jatuh membasahi tangan Ray. Berkat air mata ketulusan dari karen, Ray berangsur-angsur kembali menjadi Ray yang dulu. Dia menatap hangat Karen.

“Aku dimana Karen dan kenapa kau menangis?” tanya Ray pada Karen.

Karen memeluk Ray, dia bersyukur sahabatnya sudah kembali lagi.

“Kau berada di istana es. Ratu salju yang membawamu kemari. Sekarang ayo kita pulang,” jelas Karen.

Namun, tiba-tiba ratu salju muncul entah dari mana.

“Kau tidak bisa membawanya gadis kecil. Dia adalah budakku!” teriak Ratu Salju. Lalu Ratu Salju menembakan sihir jahat pada Karen dengan tongkatnya, Karen segera mengeluarkan cermin ajaibnya dan mengarahkannya pada sihir Ratu Salju. Sihir itu memantul ke dinding, sihir itu tidak mengenai Karen. Karen mengarahkan cerminnya pada Ratu Salju. Cermin ajaib itu membuat Ratu Salju mengingat siapa dirinya sebenarnya. Ratu Salju yang jahat seketika berubah menjadi seorang gadis remaja yang cantik dan baik hati.

“Terima kasih sudah membunuh semua pikiran jahatku. Terima kasih sudah mengembalikan aku seperti sedia kala,” ucap Ratu Salju yang sudah berubah menjadi gadis remaja baik hati.

Karen dan Ray sangat senang mengetahui fakta itu. Lalu bersama-sama mereka bertiga berjalan keluar dari istana es. Dan semua bunga-bunga yang tidak harum kembali menjadi harum mewangi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here