Cermin Ajaib

0
48

Dahulu kala di kota Granada ada sebuah kerajaan besar yang dipimpin oleh seorang raja bernama Alfonso. Raja alfonso sudah berusia tua, setiap hari sang raja hanya bisa duduk bermalas-malasan, tubuhnya yang sudah renta membuatnya tidak bisa bergerak cepat seperti dulu lagi. Ia merasa bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk memimpin kerajaan. Namun ia bingung siapakah yang harus menggantikannya. Seorang pembantu kerajaan memberi solusi kepada sang raja agar memilih diantara ketiga putranya yang sudah dewasa untuk menjadi raja di Istana.

“Tuan, saya punya ide, bagaimana kalau salah satu dari ketiga putra tuan dipilih menjadi raja untuk menggantikan tuan”, ujar sang pembantu.

“Boleh saja, tetapi saya tidak akan sembarangan dalam menentukan pilihan, karena hanya seseorang yang hatinya bersih saja yang bisa menjadi raja di istana ini”, ujar sang raja.

“Kanda harus cermat dalam menentukan pilihan untuk memilih seorang raja baru di istana ini”, ujar sang permaisuri menimpali.

“Tentu saja,, maka dari itu saya akan menggunakan cermin ajaib yang saya punyai untuk menguji mereka bertiga”, ucap sang raja.

Keesokan harinya sang raja memutuskan untuk memanggil ketiga putranya yang sudah dewasa.

Sang Raja berkata “Anak-anakku, saya sudah tua, sudah saatnya salah satu dari kalian menggantikan ku sebagai raja. apakah kalian setuju?”

“Baik saya setuju”, ujar mereka serentak.

“Kalau begitu, besok kalian akan diuji di depan cermin ajaib untuk menentukan siapa diantara kalian yang layak menjadi raja.”, ujar sang raja.

Tiba-tiba salah seorang putra raja bertanya, “Ayah, kenapa harus diuji di depan cermin ajaib? kenapa tidak ada ketangkasan memanah saja,?

“Iya kenapa harus diuji di depan cermin ajaib?”, ujar putra yang lain menimpali.

“ya, anak-anakku. kalian akan diuji didepan cermin ajaib, karena cermin tersebut merupakan warisan nenek moyang kita, dan cermin itu selalu digunakan untuk menguji calon-calon raja terdahulu”, jawab sang raja.

“Seorang Raja tidak harus pandai memanah atau kuat dalam hal fisik, tetapi yang paling penting seorang raja harus mempunyai hati yang bersih, karena untuk memimpin rakyat harus dilandasi dengan jiwa dan hati yang bersih, dan dengan cermin itu akan menampakkan sifat asli seseorang.” ujarnya lagi.

Setelah mendapat penjelasan dari sang raja, ketiga putra raja pun pergi untuk mempersiapkan diri.

Pada hari berikutnya, mereka menghadap sang raja dengan wajah berseri. Mereka berdandan dengan sangat rapi. bahkan salah seorang putra raja rela menghabiskan banyak uang demi memiliki penampilan yang baik. Setiap orang yang dilaluinya pasti berdecak kagum melihat ketampanan ketiga putra raja tersebut.

“Apakah kalian sudah siap?” tanya sang Raja.
“Sudah, Ayahanda,,,” jawab ketiganya serentak.
“Pengawal, cepat bawa kemari cermin ajaib itu!” kata Raja kepada pengawalnya.

“Siap tuan,”, ujar sang pengawal raja.

Tak berselang lama cermin yang berbentuk lingkaran itupun dibawa dihadapan sang Raja. Ketiga putra Raja diminta maju satu persatu dan bercermin di cermin ajaib.
Betapa kagetnya ketiga putra Raja ketika melihat wajah mereka kedalam cermin. “Astaga,, kenapa dengan wajahku,, tidaakkk”, ucap putra raja yang pertama.

Kemudian giliran Putra kedua yang bercermin, betapa terkejutnya ia melihat kepalanya bertanduk, “Tidaakkk,, tidaakkk,, ini cermin pasti rusaakk,,, tidak mungkin kepala ku bertanduk”, ucap putra kedua.

Tiba saatnya Putra ketiga untuk bercermin, “Oh tidak,, ini bukan bayangan yang aku pikir,, kenapa mataku merah menyala seperti ini”, ujar putra ketiga.

Wajah mereka yang tadinya sangat tampan menjadi sangat menakutkan. Ketiga Putra Raja itupun tertunduk malu. Raja hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Sang Raja tidak menduga kalau ketiga putranya ternyata mempunyai sifat asli yang tidak baik.

“Kalian semua tidak pantas untuk menjadi raja istana, karena kalian tidak memenuhi syarat untuk menggantikanku,” kata sang Raja.

“Bagaimana ini tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?” ucap sang pengawal raja.

“Begini saja, saya akan mengadakan sayembara, barang siapa yang memiliki hati yang bersih, maka ia akan ku angkat menjadi raja di kerajaan ini”. ujar sang raja.

Kemudian sang Raja memerintahkan pengawal-pengawalnya untuk mengumumkan sayembara bahwa bagi siapapun terutama laki-laki yang memiliki hati yang bersih, maka akan diangkat menjadi raja istana.

Berita tentang sayembara tersebut terdengar hingga ke seluruh penjuru kota Granada. Sejak itu, banyak sekali orang yang ikut dalam sayembara tersebut. Tidak hanya dari kalangan pejabat,cendekiawan,pegawai,kaum terpelajar, tapi juga dari rakyat biasa. Mereka semua mendatangi istana kerajaan untuk mendaftarkan diri menjadi raja. Namun mereka semua tidak berhasil ketika diuji di cermin ajaib, kebanyakan merka masih memiliki sifat jahat yang ada di hatinya.

“Bagaimana ini, kalau seperti ini sampai kapan pun tidak akan ada yang bisa menggantikan ku sebagai raja”, keluh sang raja.

Keesokan harinya sang raja sedang menyantai sendirian di teras istana dengan jamuan secangkir kopi dan roti tawar, tiba-tiba datang sang pengawal raja dan memberitahukan kepada raja bahwa ada seorang laki-laki buruk rupa yang tinggal di pelosok desa di kota granada.

“Tuan, maaf hamba mengganggu tuan.. hamba pernah membaca di sebuah surat kabar bahwa di sebuah pelosok desa ada seorang lelaki buruk rupa yang terkenal akan kebaikannya menolong sesama tuan, mungkin saja lelaki tersebut pantas untuk menggantikan tuan”, ujar sang pengawal.

“Siapa lelaki tersebut, bawa kemari jangan pakai lama”, ujar sang raja.

kemudian sang pengawal pergi untuk mencari sosok lelaki yang pernah ia baca di sebuah surat kabar tersebut, setelah hampir dua jam mencarinya akhirnya sang pengawal berhasil bertemu dengan lelaki buruk rupa tersebut, dan ia segera membawanya ke istana.

Tiba di istana sang lelaki buruk rupa langsung menghadap sang raja, “ada apa tuan mengundang saya kemari?” tanya sang lelaki.

“Saya sedang membutuhkan sosok lelaki yang baik hati untuk menggantikan posisi ku sebagai raja di istana kerajaan ini, apakah kamu bersedia?”, ujar sang raja.

“Baik tuan, saya bersedia”, kata lelaki buruk rupa tersebut.

“Ok, kalau begitu saya ingin kamu bercermin di cermin ajaib”, kata sang raja.

Si lelaki buruk rupa pun langsung bercermini di cermin ajaib. Betapa terkejutnya sang raja dan para pengawalnya ketika melihat pantulan lelaki buruk rupa itu sangat tampan, wajahnya bersinar cemerlang, dan hatinya bersih.

“Lelaki ini berhak menggantikanku naik tahta.” kata sang Raja.

“setelah sekian lama tuan mencari sosok yang tepat untuk menjadi raja, akhirnya hari ini tuan mendapatkan pengganti yang tuan idamkan”, ujar sang pengawal.

“ya ini semua juga berkat kamu pengawal”, ujar sang raja.

Akhirnya lelaki yang tadinya buruk rupa tersebut berubah menjadi pemuda tampan yang menduduki jabatan sebagai raja di istana kerajaan. Sang raja Alfonso pun lega karena telah berhasil menemukan raja baru yang tepat, ia pun kini bisa beristirahat dengan nyaman. Sejak saat itu mereka hidup bersama dan membangun kerajaan mereka dengan adil dan bijaksana.

Hikmah yang dapat dipetik dari cerita Cermin Ajaib ini adalahyang pertama, sepandai apapun manusia menutupi keburukannya pasti suatu saat akan tercium juga dan yang kedua adalah ketika ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik memang harus bersabar dan pantang menyerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here