Ceritaku di Penjara Paling Mengerikan di Dunia

0
44

Pernah mendengar penjara Alcatraz? Penjara yang terletak di Pulau Alcatraz, sebuah pulau yang terletak di tengah Teluk San Francisco di California, Amerika Serikat. Penjara yang memiliki sejarah sebagai penjara paling berbahaya di dunia .

Dan percaya atau tidak, aku pernah menjadi salah satu bagian dari penjara itu dan aku akan menceritakannya padamu hari ini.

Namaku Bryan, saat itu aku adalah tahanan No. 293.

Alasan kenapa aku sampai ditahan adalah karena aku membunuh seorang sersan Angkatan Darat untuk melindungi diri.

Sebelum ke Alcatraz aku mendekam di penjara federal Atlanta terlebih dahulu selama 10 tahun, dan menurutku itu sudah cukup buruk. Dan setelah aku dipindah ke Alcatraz, aku jadi merasa Atlanta lebih baik dari Alcatraz.

Rutinitas di Atlanta tidak begitu membosankan dan para tahanan laki-laki punya kesempatan untuk bekerja dan mengumpulkan uang untuk membeli premen dan rokok.

Tidak hanya itu, jika para tahanan punya lebih banyak uang, mereka akan mendapatkan hak-hak istimewa lainnya.

Seperti tahanan bernama Al Capone, dia hidup bagaikan raja di Atlanta dan setelah ditelusuri dia mendapat banyak uang dari Chicago.

Karena saat itu aku pernah melihat ada beberapa uang 100 dolar AS dan seorang tahanan lainnya berkata padaku kalau Capone telah memberi mereka bantuan.

Dan Capone adalah seorang tahanan yang memiliki pengawal yang terdiri dari para narapidana di sana.

Kadang pemandangan Capone yang sedang berlatih di halaman dikelilingi para penjaga alias tahanan lainnya adalah sesuatu yang lucu, karena para pengawalnya masing-masing memiliki pisau panjang atau blackjack.

Dan di Atlanta senjata semacam itu mudah didapatkan pada saat itu.

Dan ketika dipindah ke Alcatraz, Capone sudah tidak sepopuler di Atlanta. Bukan karena kejahatannya tapi karena dia lemah.

Menurut orang-orang narapidana penculik dan pembunuh akan dipandang rendah oleh tahanan lain. Tapi di Alcatraz pendapat itu sama sekali tidak benar.

Karena kenyataannya beberapa narapidana yang terkenal di Alcatraz adalah penculik.

dan sebenarnya di penjara manapun tidak ada tingkatan tahanan atau sistemn kasta social. Tapi, di penjara Amerika ada satu pengecualian, jika kejahatan yang dilakukan adalah kejahatan seksual maka orang itu tidak akan diterima dengan baik di penjara.

Dan kenapa aku dipindahkan ke Alcatraz karena aku tidak dapat memberikan saksi di persidangan kasusku yang telah menusuk orang lain sampai mati.

Hari pertama aku tiba di Alcatraz, yang aku lihat sepintas adalah Alcaraz merupakan penjara yang suram dan lebih mirip batu gundul dari San Francisco Bay dan memiliki sedikit vegetasi.

Dan aku juga melihat penjaga yang memakai mantel di tengah musim panas.

Yang membuatku yakin kenapa Alcatraz begitu menakutkan untuk para narapidana adalah karena aanya propaganda mengenai terror “Batu Karang”.

Setelah penjaga penjara mengantarkanku ke blok selku, aku mendapat sambutan dari para narapidana, disini aku mulai terpesona dan kaget, bagaimana mereka semua tahu tentangku?

Dan ketika aku mengatakan kekagumanku pada mereka, seorang tahanan mendekatiku dan berbisik: “ Kami tahu, kamu akan datang minggu lalu, kamu adalah orang yang pas dan kamu adalah type orang yang tidak akan berkhianat pada seorang teman.

Tapi, walaupun Alcatraz adalah penjara paling menakutkan di dunia yang tidak menyediakan radio dan surat kabar, kami para tahanan tetap bisa mengikuti berita perang di China dan Spanyol.

Kadang, kami juga mendengar berita dan perubahan di penjara Amerika sebelumberita itu resmi diumumkan.

Di Alcatraz, lonceng pertama berbunyi pukul 6 pagi.

Lalu jika pagi hari ingin bercukur, kami mengambil silet yang digunakan oleh penjaga dari sebuah kotak korek api yang diletakkan di luar kisi-kisi sel. Kami harus mencukur dengan waktu yang singkat antara 2 atau 3 menit, karena silet itu harus segera dikembalikan sebelum penjaga sadar silet mereka kami gunakan.

Lalu jam 6 lebih 20 menit adalah tanda untuk menghitung tahanan, dan hal tersebut dilakukan setiap 30 menit.

10 menit kemudian barulah para tahanan akan sarapan, sarapan kami terdiri dari kopi, kue kopi, dan sereal.

Tapi, ada satu hal yang bisa menjadikan Alcatraz lebih baik dari penjara biasa, di sini makanannya lebih baik.

Lalu untuk makan malam, kami terbiasa makan daging, kacang, kopi, roti, seledri, cabai, tomat, dan apel, untuk minumannya adalah teh panas.

Saat makan, aku biasa duduk di meja yang sama dengan beberapa penjahat kelas kakap.

Dan walaupun kami tahu ada larangan berbicara saat makan, para tahanan itu tetap bisa bercara dengan lancar dari sudut-sudut mulut mereka.

Setelah makan kami dibagi ke beberapa tugas. Dan aku ditugaskan di binatu. Di binatu aku menerima sambutan hangat dari orang-orang di sana, saat aku melapor akan bertugas.

Melihatku berada di Alcatraz, Capone mendekatiku untuk memberikan sebuah majalah, aku tahu dia ingat padaku, tapi aku tidak memedulikannya.

Lalu kukatakan padanya “Dummy Up, Al, Dummy up”, yang artinya “jangan bicara padaku”.

Saat itu Capone menatapku sebentar dan berkata “Oke sobat”, lalu dia pergi. Aku tahu dia kesepian karena dia tidak berhubungan dengan banyak orang.

Kuperhatikan dia sangat kurus dan kehilangan semua hak istimewa yang ia dapatkan di Atlanta.

Hari pertama aku bertugas di binatu, aku menemukan perangkat listrik yang biasa dikenal sebagai “Kotak snitch”, alat itu dirancang untuk mendeteksi logam yang dibawa para tahanan.

Dan suatu hari, perangkat listrik itu berbunyi saat orang-orang datang dari binatu. Kemudian para penjaga memerintahkan kami para tahanan untuk keluar dari barisan, para penjaga menggeledah kami, tapi sayangnya dia tidak menemukan apa-apa.

Butuh waktu yang sangat lama gara-gara masalah itu, ibarat pepatah seperti mencari jarum dalam tumpukkan jerami.

Lalu pada malam hari, saat semua sel sudah dikunci dan sampai ‘lampu mati’, mungkin sekitar jam 9, aku tidak tahu pasti jam berapa, karena tidak ada jam disini, kami para tahanan punya banyak waktu untuk membaca.

Ada yang dapat majalah dan ada yang tidak.

Disini, kebanyakan para napi lebih memilih surat kabar harian dan majalah detektif, dan benda-benda itu termasuk benda ilegal di Alcatraz.

Di alcatraz, kliping koran termasuk barang-barang paling berharga yang diwariskan dari satu tangan ke tangan lainnya, sampai barang itu usang. Isi dari kliping itu sebagian besar menyangkut penjara dan kejahatan.

Walaupun hidup di penjara, kami para tahanan diizinkan untuk menulis surat tapi tidak lebih dari dua halaman setiap minggu.

Tapi, surat itu hanya ditujukan untuk keluarga, karena memang tidak ada tahanan yang menulis surat untuk kekasih mereka.

Tapi sayangnya, kami tidak diizinkan melihat surat asli dari saudara kami, kami hanya diberi salinan atau penulisan ulang yang diketik di kantor penjara.

Selain ketat di urusan surat menyurat, di Alcatraz, para pengunjung tahanan juga diatur secara ketat. Kami tidak diizinkan untuk melakukan jabat tangan atau saling bersentuhan seperti berpelukan.

Lalu, saat kami bertemu dengan pengunjung, kami akan dibatasi oleh sekat yang terbuat dari layar dan kaca. Dan percakapan yang terjadi adalah sebuah percakapan yang mirip dengan adu teriak melalui tabung. Dan kami juga harus diawasi oleh satu penjaga yang berdiri di belakang pengunjung dan satu penjaga lainnya di belakang tahanan.

Da dari semua yang aku jelaskan mengenai Alcatraz, aku jadi tahu alasan para penjahat sangat takut pada penjara ini. Karena disini sangat disiplin dan ketat.

Karena secara harfiah kamu sudah tidak punya harapan dan semuanya hilang.

Di Alcatraz, banyak tahanan yang perlahan-lahan menjadi gila karena penyiksaan rutin yang dilakukan pihak penjara.

Saat itu, di tahun terakhirku di Rock, dari 317 tahanan, ada 14 orang menjadi gila. Aku bahkan melihat satu diantaranya. Seorang narapidana yang bekerja di bagian dermaga tiba-tiba mengambil kapak, lalu menaruh tagannya di blok dan dia memotong jari-jarinya dengan kapak itu.

Setelah mengeksekusi tangan kirinya, dia meletakkan tangan kanannya di blok dan meminta penjaga untuk memotongnya, tidak hanya itu, dia bahkan tertawa seperti orang kesetanan sepanjang waktu.

Dan orang itu masih di rumah sakit saat aku keluar dari penjara.

Hal buruk lainnya yang ada di alcatraz adalah satu bentuk penyiksaan mental, itu adalah satu kegiatan yang sangat buruk yang dilakukan para penjaga di luar sel. Dan kegiatan ini dilakukan hampir setiap malam, setelah para tahanan terkunci dalam sel.

Kemudian yang dilakukan para penjaga adalah mereka selalu menembak boneka yang bentuknya menyerupai manusia. Boneka itu dibiarkan tergeletak di sepanjang jalan dengan lubang peluru di area vital. Hal ini sengaja mereka lakukan sebagai bentuk protes karena mereka tidak mendapatkan waktu untuk beristirahat. Dan karena kegiatan mereka, para narapidana tidak bisa tidur.

Para tahanan tidak melulu diawasi dan mereka mulai membuat masalah di Alcatraz pada Februari tahun 1936 dan itu masih terus berlangsung sampai hari ini. Para tahanan melancarkan aksi protes karena tuntutan mereka mengenai hak-hak istimewa seperti yang diberikan di penjara lainnya, ditolak.

Bentuk protes yang mulai dilakukan oleh 5 tahanan yang tidak mau bekerja pada pertengahan bulan september. Dan mereka berakhir di ruangan isolasi.

Besoknya, ada 10 orang yang menolak untuk bekerja padahal mereka sudah sampai di toko. Mereka hanya duduk diam di mesin dan ada 30 orang yag memukul di binatu.

Dan akibatnya, ada 139 orang pemberontak hanya diberi air dan roti. Dan selanjutnya orang-orang di dalam sel  isolasi mengerang dan menjerit.

Para petugas yang meminta mereka untuk bekerja kembali malah mendapat seruan protes dari para tahanan. Dan dampak dari protes mereka adalah pemutusan saluran air ke sel isolasi. Dan itu berakibat pada banyaknya tahanan yang mengalami depresi saking buruknya saluran sanitasi.

Dan para tahanan itu juga berkata, siapa saja orangnya tidak akan kuat hidup dalam pengasingan selama lebih dari 19 tahun. meskipun pada kenyataannya banyak dari mereka yang bisa bertahan.

Para petugas ingin menghentikan pemberontakan para tahanan karena menurut mereka kedepannya akan ada kemungkinan aksi pemberontakan berdarah yang malah bisa membahayakan para petugas di Alcatraz.

Dan suatu hari, saat jam makan siang, seorang tahanan bernama Warden Johnston berdiri  dan berbicara di ruang makan. Dan tidak lama setelah Warden berbicara, seorang tahanan lain bernama Whitey Philips, tahanan kasus penculikan, mendatangi sipir dan menjatuhkannya, menendang wajahnya dan mematahkan hidungnya.

Dan ternyata tindakan itu merupakan sebuah sinyal untuk melakukan pemberontakan secara besar-besaran. Seketika para penjaga mendekati Philips dan saat para tahanan kebingungan, seorang penjaga dari luar memecahkan kaca jendela dan mengarahkan senapan ke dalam ruangan.

Para tahanan berteriak keluar dari barisan dan bergegas untuk berlindung di bawah meja dan kursi. Mereka takut menjadi korban timah panas. Setelah kejadian itu, para tahanan berbaris menuju sel.

Gara-gara kejadian hari itu, sel isolasi menjadi satu solusi untuk menghancurkan rencana pemberotakan para tahanan. Dan karena itu, para tahanan itu tidak lagi melakukan mogok kerja, karena mereka tidak kuat jika harus menahan lapar, merasakan putus asa dan harus menghirup bau mengerikan.

Tapi meskipun begitu, saat aku meninggalkan Alcatraz pada bulan November, masih ada 5 tahanan yang bertahan di sel isolasi.

Tapi, ternyata pemberontakan itu masih akan diteruskan. Pemberontakan berikutnya dilakukan dengan cukup cerdik, orang-orang yang bekerja di toko memulai dengan merusak mesin.

Setelah itu tidak tahu bagaimana kisah lanjutan dari pemberontakan yang dilakukan para tahanan itu.

Tapi, sekarang penjara itu sudah tidak dibuka lagi, karena kabarnya cukup menguras dana negara.

Dan hanya itu yang bisa aku ceritakan tentang kehidupan di penjara Alcatraz. Penjara paling mengerikan dan bersejarah di dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here